Javascript must be enabled to continue!
JARINGAN POLITIK DPD II PARTAI GOLONGAN KARYA NGADA PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2024 DI KABUPATEN NGADA
View through CrossRef
Penelitian ini berjudul Jaringan Politik DPD II Partai Golongan Karya Ngada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada. Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah Bagaimana Jaringan Politik DPD II Partai Golongan Karya Ngada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada. Peneliti menggunakan teori jaringan politik untuk memecahkan masalah penelitian. Sumber data primer berupa informan, sedangkan data sekunder berupa dokumen terkait variabel penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Jaringan Interest (kepentingan) berupa keterwakilan kader partai Golkar Ngada di eksekutif dan legislatif. Andreas Paru, sebagai Bupati dan Ketua DPD II Golkar Ngada, dengan program TANTE NELA PARIS memberikan efek ekor jas (coat tail effect) terhadap kemenangan Partai Golkar di Kabupaten Ngada pada Pemilu 2024. Sinergi antara kader Golkar di legislatif dan eksekutif serta struktur organisasi yang solid memastikan implementasi kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Ini tidak hanya memperkuat hubungan dengan konstituen tetapi juga mengukuhkan citra Golkar sebagai partai pembawa solusi konkret bagi kebutuhan lokal. (2) Jaringan Jaringan power (kekuasaan) berupa dari peran struktur organisasi yang kuat, jaringan kader yang luas, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial serta budaya masyarakat. Dengan 1.830 kader tersebar di 12 kecamatan dan 206 desa/kelurahan, Golkar mampu menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat secara efektif. Struktur ini memungkinkan koordinasi kampanye yang terorganisir, penyampaian pesan politik yang tepat sasaran, dan penguatan hubungan emosional dengan masyarakat melalui kehadiran di acara adat dan sosial. Jaringan kader yang kokoh hingga tingkat akar rumput memastikan Golkar dapat mendengar dan menyampaikan aspirasi masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta meningkatkan partisipasi pemilih. Selain itu, kemitraan dengan pemimpin adat atau mosalaki menjadi nilai strategis yang memperkuat pengaruh politik Golkar. Dengan kombinasi strategi ini, Golkar berhasil memenangkan hati masyarakat dan memastikan keberhasilannya dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Ngada. (3) Jaringan Sentimen (emosi) berupa sejarah panjang dan citra positif yang dimiliki partai Golkar, khususnya dalam sektor pembangunan. Kepemimpinan Bupati Andreas Paru dan program unggulannya, TANTE NELA PARIS, memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat, memperkuat kepercayaan rakyat terhadap partai Golkar dalam pemilu 2024. Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa kemenangan partai Golkar pada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada tidak terlepas dari adanya pengaruh Jaringan Interest (kepentingan), Jaringan power (kekuasaan) dan Jaringan Sentimen (emosi).
Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran
Title: JARINGAN POLITIK DPD II PARTAI GOLONGAN KARYA NGADA PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2024 DI KABUPATEN NGADA
Description:
Penelitian ini berjudul Jaringan Politik DPD II Partai Golongan Karya Ngada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada.
Rumusan masalah dalam penulisan penelitian ini adalah Bagaimana Jaringan Politik DPD II Partai Golongan Karya Ngada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada.
Peneliti menggunakan teori jaringan politik untuk memecahkan masalah penelitian.
Sumber data primer berupa informan, sedangkan data sekunder berupa dokumen terkait variabel penelitian.
Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1).
Jaringan Interest (kepentingan) berupa keterwakilan kader partai Golkar Ngada di eksekutif dan legislatif.
Andreas Paru, sebagai Bupati dan Ketua DPD II Golkar Ngada, dengan program TANTE NELA PARIS memberikan efek ekor jas (coat tail effect) terhadap kemenangan Partai Golkar di Kabupaten Ngada pada Pemilu 2024.
Sinergi antara kader Golkar di legislatif dan eksekutif serta struktur organisasi yang solid memastikan implementasi kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ini tidak hanya memperkuat hubungan dengan konstituen tetapi juga mengukuhkan citra Golkar sebagai partai pembawa solusi konkret bagi kebutuhan lokal.
(2) Jaringan Jaringan power (kekuasaan) berupa dari peran struktur organisasi yang kuat, jaringan kader yang luas, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial serta budaya masyarakat.
Dengan 1.
830 kader tersebar di 12 kecamatan dan 206 desa/kelurahan, Golkar mampu menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat secara efektif.
Struktur ini memungkinkan koordinasi kampanye yang terorganisir, penyampaian pesan politik yang tepat sasaran, dan penguatan hubungan emosional dengan masyarakat melalui kehadiran di acara adat dan sosial.
Jaringan kader yang kokoh hingga tingkat akar rumput memastikan Golkar dapat mendengar dan menyampaikan aspirasi masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta meningkatkan partisipasi pemilih.
Selain itu, kemitraan dengan pemimpin adat atau mosalaki menjadi nilai strategis yang memperkuat pengaruh politik Golkar.
Dengan kombinasi strategi ini, Golkar berhasil memenangkan hati masyarakat dan memastikan keberhasilannya dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Ngada.
(3) Jaringan Sentimen (emosi) berupa sejarah panjang dan citra positif yang dimiliki partai Golkar, khususnya dalam sektor pembangunan.
Kepemimpinan Bupati Andreas Paru dan program unggulannya, TANTE NELA PARIS, memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat, memperkuat kepercayaan rakyat terhadap partai Golkar dalam pemilu 2024.
Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa kemenangan partai Golkar pada Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 Di Kabupaten Ngada tidak terlepas dari adanya pengaruh Jaringan Interest (kepentingan), Jaringan power (kekuasaan) dan Jaringan Sentimen (emosi).
Related Results
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
PARTAI POLITIK DAN PEMILIHAN UMUM (PEMILU)1. Partai PolitikA. Sejarah Partai Politik di Indonesia.Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Pada mulanya perke...
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang kontestas...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume Tentang Pemilihan Umum dan Partai Politik1. Pemilihan UmumPeluang dan tantangan pemilu serentak 2019 dalam perspektif politikINTISARIPemilihan Umum 2019 adalah pemilihan leg...
Institusionalisasi Partai Golongan Karya Pasca Reformasi
Institusionalisasi Partai Golongan Karya Pasca Reformasi
Konsolidasi demokrasi di Indonesia termasuk di Daerah Nusa Tenggara Timur diindikasi oleh kinerja ekonomi dan politik dalam rezim demokrasi, hubungan sipil – militer dan pelembagaa...
PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DI INDONESIA : PENAFSIRAN KONSTITUSIONAL SISTEM PROPORSIONAL TERTUTUP
PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DI INDONESIA : PENAFSIRAN KONSTITUSIONAL SISTEM PROPORSIONAL TERTUTUP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstitusionalitas pemilihan umum legislatif dengan tinjauan terhadap sistem proporsional tertutup dalam UUD 1945. Sistem pemilihan umum...
Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Pada Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 Di Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Pada Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 Di Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Salah satu topik penting dalam konteks kesetaraan politik dan inklusi adalah pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam pemilihan umum. Mereka diberikan hak yang sama untuk berpart...
Dominant Coalition Sebagai Strategi Penyederhanaan Partai Politik Dalam Perspektif Penguatan Sistem Presidensiil
Dominant Coalition Sebagai Strategi Penyederhanaan Partai Politik Dalam Perspektif Penguatan Sistem Presidensiil
Pasca-reformasi 1998, sistem presidensiil multipartai Indonesia menghadapi banyak masalah dalam menciptakan stabilitas pemerintahan yang efektif. Fragmentasi politik yang tinggi di...
P PERAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN KABUPATEN NGADA
P PERAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN KABUPATEN NGADA
Salah satu sektor penyumbang nilai tambah terbesar dalam pembentukan PDRB adalah sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor handal dan sangat tahan terhadap kri...

