Javascript must be enabled to continue!
Sertifikasi Halal Produk UMK dalam Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
View through CrossRef
Era saat ini UMK dituntut menghasilkan produk layak jual didukung dengan produk tersertifikasi halal yang diselenggarakan oleh badan penjamin produk halal. Ini merpakan jaminan kehalalan produk tertentu yang dipasarkan pada konsumen. Produk UMK dituntut memiliki kualitas produk yang terjamin, higienis sesuai dengan standar kehalalan produk dari Majelis Ulama Indonesia. Faktanya Progam SEHATI yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI masih mengalami kesulitan dalam implementasi pendampingan sertifikasi halal kepada pelaku UMK di Indonesia, salah satunya seperti permasalahan yang terjadi di Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian, meneliti tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kegiatan sertifikasi halal pada produk UMK kerangka meningkatkan nilai produk dan kepercayaan konsumen melalui Program Sehati di Kabupaten Blitar. Metode kualitatif pedekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian, sosialisasi secara masif dan pendampingan halal malalui program sehati, yakni mengedukasi dan mensosialisasikan pelaku usaha UMK tentang sertifikasi halal, selanjutnya diikuti dukungan kerjasama antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa, keikutsertaan perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMK. Kemudahan akses mengurus sertifikasi halal oleh pemerintahan daerah dan dinas terkait, adanya sosialisasi program sehati dari pemeritahan desa kepada pelaku usaha, para pendamping halal harus berkolaborasi dengan pusat pelatihan bisnis, meminimalisir adanya praktek pungutan liar dalam pendampingan program sehati, memperbanyak delegasi pendamping halal di desa. Program sertifikasi halal gratis wajib sosialisasi secara masif kepada palaku UMK dengan harapan memberikan berbagai manfaat dalam kemajuan usaha di masa depan.
Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia
Title: Sertifikasi Halal Produk UMK dalam Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Description:
Era saat ini UMK dituntut menghasilkan produk layak jual didukung dengan produk tersertifikasi halal yang diselenggarakan oleh badan penjamin produk halal.
Ini merpakan jaminan kehalalan produk tertentu yang dipasarkan pada konsumen.
Produk UMK dituntut memiliki kualitas produk yang terjamin, higienis sesuai dengan standar kehalalan produk dari Majelis Ulama Indonesia.
Faktanya Progam SEHATI yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI masih mengalami kesulitan dalam implementasi pendampingan sertifikasi halal kepada pelaku UMK di Indonesia, salah satunya seperti permasalahan yang terjadi di Kabupaten Blitar.
Tujuan penelitian, meneliti tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kegiatan sertifikasi halal pada produk UMK kerangka meningkatkan nilai produk dan kepercayaan konsumen melalui Program Sehati di Kabupaten Blitar.
Metode kualitatif pedekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian, sosialisasi secara masif dan pendampingan halal malalui program sehati, yakni mengedukasi dan mensosialisasikan pelaku usaha UMK tentang sertifikasi halal, selanjutnya diikuti dukungan kerjasama antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa, keikutsertaan perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMK.
Kemudahan akses mengurus sertifikasi halal oleh pemerintahan daerah dan dinas terkait, adanya sosialisasi program sehati dari pemeritahan desa kepada pelaku usaha, para pendamping halal harus berkolaborasi dengan pusat pelatihan bisnis, meminimalisir adanya praktek pungutan liar dalam pendampingan program sehati, memperbanyak delegasi pendamping halal di desa.
Program sertifikasi halal gratis wajib sosialisasi secara masif kepada palaku UMK dengan harapan memberikan berbagai manfaat dalam kemajuan usaha di masa depan.
Related Results
Perlindungan Konsumen Terhadap Produk Halal dalam Memenuhi Kenyamanan dan Keselamatan Dihubungkan Dengan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH).
Perlindungan Konsumen Terhadap Produk Halal dalam Memenuhi Kenyamanan dan Keselamatan Dihubungkan Dengan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH).
Abstract
Various losses that occur to consumers in Indonesia are not uncommon. What happens is a number of important events that concern the security and safety of consumers ...
PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN PRODUK HALAL DI INDONESIA
PERAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN JAMINAN PRODUK HALAL DI INDONESIA
<p>Negara menerbitkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Pasal 4 Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UUJPH) jo Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor...
Efektivitas Sertifikasi Halal Dalam Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Dan Optimasi Rantai Pasok
Efektivitas Sertifikasi Halal Dalam Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Dan Optimasi Rantai Pasok
Sertifikasi halal menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen serta meningkatkan efisiensi rantai pasok dalam industri halal global. Penelitian ini bertujuan untuk me...
Halal Studies
Halal Studies
Halal studies can be defined as the study and description of halal-related issues in the everyday life of Muslims. Halal studies take halal seriously both as subject and as object ...
Pendampingan Produksi UMKM Menuju Sertifikasi Halal di Desa Barabali
Pendampingan Produksi UMKM Menuju Sertifikasi Halal di Desa Barabali
Kepastian produk halal menjadi hal penting bagi umat muslim dalam menggunakan barang atau mengkonsumsi makanan. Sertifikasi halal tidak hanya membuka pintu ke pasar global yang lua...
Percepatan Pemulihan Ekonomi Surabaya dengan Pendampingan Fasilitasi Sertifikasi Halal
Percepatan Pemulihan Ekonomi Surabaya dengan Pendampingan Fasilitasi Sertifikasi Halal
Tujuan dari pengabdian masyarakat (Abmas) ini adalah memberikan layanan pendampingan fasilitasi sertifikasi halal dengan kategori baik pernyataan pelaku usaha (self declare) maupun...
Politisasi Sertifikat Halal
Politisasi Sertifikat Halal
Indonesia is a country that has a Muslim majority population, so there are many rules that are intended and specifically for Muslims, one of which is related to rules in food matte...
Halal Meets Biotech: Exploring Integration Opportunities and Challenges in Malaysian Universities
Halal Meets Biotech: Exploring Integration Opportunities and Challenges in Malaysian Universities
Abstract: The increasing demand for professionals with expertise in halal authentication within the biotechnology industry emphasizes the importance of integrating this field into ...

