Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Tumbuhan Perumpung Menjadi Sedotan Alami di Desa Lampuyang

View through CrossRef
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat kota dan desa di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi permasalahan tersebut, salah satunya dengan mengganti penggunaan sedotan plastik menjadi sedotan alami berbahan dasar tumbuhan perumpung.  Pengabdian ini bertujuan mengurangi jumlah penggunaan sedotan plastik yang telah banyak mencemari lingkungan dan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah sedotan alami (berbahan tanaman perumpung) menjadi produk bernilai ekonomi. Pengolahan sedotan alami ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa Lampuyang yang bermata pencaharian sebagai petani dan juga nelayan. Kegiatan diikuti oleh beberapa orang perwakilan dari unsur pemerintahan desa dan masyarakat Desa Lampuyang. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) persiapan awal kegiatan dengan mencari bahan utama sedotan alami yaitu tanaman liar alang-alang (perumpung), (2) pengolahan sedotan alami hingga menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis, (3) pemasaran produk yang telah dihasilkan dalam hal ini sedotan alami, dan (4) evaluasi dengan mewawancarai pemerintahan desa Lampuyang terkait progress kegiatan pengolahan sedotan alami. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah penggunaan sampah plastik di Desa Lampuyang, meningkatnya keterampilan mitra dalam mengolah sedotan alami dari tanaman perumpung bernilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa.
Title: Pemanfaatan Tumbuhan Perumpung Menjadi Sedotan Alami di Desa Lampuyang
Description:
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat kota dan desa di seluruh wilayah Indonesia.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi permasalahan tersebut, salah satunya dengan mengganti penggunaan sedotan plastik menjadi sedotan alami berbahan dasar tumbuhan perumpung.
  Pengabdian ini bertujuan mengurangi jumlah penggunaan sedotan plastik yang telah banyak mencemari lingkungan dan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah sedotan alami (berbahan tanaman perumpung) menjadi produk bernilai ekonomi.
Pengolahan sedotan alami ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa Lampuyang yang bermata pencaharian sebagai petani dan juga nelayan.
Kegiatan diikuti oleh beberapa orang perwakilan dari unsur pemerintahan desa dan masyarakat Desa Lampuyang.
Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) persiapan awal kegiatan dengan mencari bahan utama sedotan alami yaitu tanaman liar alang-alang (perumpung), (2) pengolahan sedotan alami hingga menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis, (3) pemasaran produk yang telah dihasilkan dalam hal ini sedotan alami, dan (4) evaluasi dengan mewawancarai pemerintahan desa Lampuyang terkait progress kegiatan pengolahan sedotan alami.
Keberhasilan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah penggunaan sampah plastik di Desa Lampuyang, meningkatnya keterampilan mitra dalam mengolah sedotan alami dari tanaman perumpung bernilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa.

Related Results

Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Identifikasi Tumbuhan Obat di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara
Identifikasi Tumbuhan Obat di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara
Tumbuhan obat bagi masyarakat pedesaan maupun yang tinggal di sekitar kawasan hutan mempunyai peran yang sangat penting, apalagi daerah dengan fasilitas kesehatan yang masih sangat...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
PEMANFAATAN TUMBUHAN BAHAN PANGAN OLEH MASYARAKAT DI DESA DALAM KECAMATAN SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU
PEMANFAATAN TUMBUHAN BAHAN PANGAN OLEH MASYARAKAT DI DESA DALAM KECAMATAN SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU
The utilization of plants as food continues to grow and increase with research related to the identification and utilization of plants that have potential as food. The purpose of t...
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
POTENSI DESA JATIROKE SEBAGAI DESA WISATA
Desa Jatiroke selama perkembangannya hingga saat ini mempunyai beberapa masalah. Yang pertama adalah belum dikelolanya berbagai potensi desa yang sebenarnya dapat dikembangkan deng...
Memahami Komunikasi Tumbuhan-Tanah dalam Areal Rhizosfir untuk Optimasi Pengelolaan Lahan
Memahami Komunikasi Tumbuhan-Tanah dalam Areal Rhizosfir untuk Optimasi Pengelolaan Lahan
<p><strong>Abstrak.</strong> Seperti halnya dunia manusia, tumbuhan juga mengembangkan sistem komunikasi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Bahasa yang diguna...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Kemajuan teknologi di bidang farmakologi tidak hanya menguatkan dominasi obat modern yang berbasis bahan kimia anorganik, back to nature dengan pengobatan herbal selama dua dekade ...

Back to Top