Javascript must be enabled to continue!
Mereduksi rintangan komunikasi antarbudaya mahasiswa Indonesia timur di Malang berbasis kearifan lokal
View through CrossRef
Di antara rintangan komunikasi antarbudaya adalah adanya stereotype yang dilekatkan pada kelompok budaya tertentu. Untuk itu penting mengeksplorasi mengapa rintangan tersebut muncul dan bagaimana upaya mereduksinya melalui Perspektif CMM berbasis kearifan lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion dengan melibatkan partisipan dari masyarakat lokal dan mahasiswa asal Indonesia Timur di Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pengalaman berkomunikasi dengan masyarakat setempat serta berupaya memahami cara pandang orang dari budaya lain mampu menggunakan fungsi aturan konstitutif dan regulatif dengan baik. Dengan demikian mereka lebih mampu melewati proses koordinasi makna dengan lebih baik. Implikasinya, rintangan komunikasi antarbudaya dapat diminimalisasi. Koordinasi menuntut individu berpegang pada nilai etika. Nilai etika dalam komunikasi antarbudaya terefleksi dalam sikap empati dan adaptasi budaya yang tumbuh melalui internalisasi nilai kearifan lokal yang diyakini bersama, baik oleh mahasiswa asal Indonesia Timur maupun masyarakat setempat di Malang, yaitu nilai terkandung dalam peribahasa “Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung”.
Title: Mereduksi rintangan komunikasi antarbudaya mahasiswa Indonesia timur di Malang berbasis kearifan lokal
Description:
Di antara rintangan komunikasi antarbudaya adalah adanya stereotype yang dilekatkan pada kelompok budaya tertentu.
Untuk itu penting mengeksplorasi mengapa rintangan tersebut muncul dan bagaimana upaya mereduksinya melalui Perspektif CMM berbasis kearifan lokal.
Pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion dengan melibatkan partisipan dari masyarakat lokal dan mahasiswa asal Indonesia Timur di Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pengalaman berkomunikasi dengan masyarakat setempat serta berupaya memahami cara pandang orang dari budaya lain mampu menggunakan fungsi aturan konstitutif dan regulatif dengan baik.
Dengan demikian mereka lebih mampu melewati proses koordinasi makna dengan lebih baik.
Implikasinya, rintangan komunikasi antarbudaya dapat diminimalisasi.
Koordinasi menuntut individu berpegang pada nilai etika.
Nilai etika dalam komunikasi antarbudaya terefleksi dalam sikap empati dan adaptasi budaya yang tumbuh melalui internalisasi nilai kearifan lokal yang diyakini bersama, baik oleh mahasiswa asal Indonesia Timur maupun masyarakat setempat di Malang, yaitu nilai terkandung dalam peribahasa “Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung”.
Related Results
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang ...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Ada Tiga rumusan masalah yang menjadi pembahasan dalam tulisan berjudul “Model Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal ini. (1) pengaruh faktor lintas budaya dan globalisasi terhadap ke...
Penanggulangan kebakaran lahan gambut berbasis kearifan lokal pada petani sagu di desa lukun kecamatan tebing tinnggi timur kabupaten kepulawan meranti
Penanggulangan kebakaran lahan gambut berbasis kearifan lokal pada petani sagu di desa lukun kecamatan tebing tinnggi timur kabupaten kepulawan meranti
ABSTRAK
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau rutin terjadi setiap tahun. Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu des...
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA KOMUNITAS ARON DI BERASTAGI
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA KOMUNITAS ARON DI BERASTAGI
<p>Peneliti melihat bagaimana pola komunikasi antarbudaya dalam komunitas aron di Berastagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses komunikasi dan menganalisi...
Adaptasi dan Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Bandung di UNSOED Purwokerto
Adaptasi dan Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Bandung di UNSOED Purwokerto
Abstract. Students are in diaspora to continue their studies at universities that are considered more qualified than in their home regions. Students from Bandung who travel to Purw...
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat Buton Selatan. Fokus penelitian ini...

