Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Fenomena Shoushika Terhadap Perekonomian Jepang

View through CrossRef
Jepang merupakan negara yang memiliki perekonomian yang relatif stabil dan unggul dibandingkan negara sekitarnya. Dibalik hal tersebut terdapat tantangan berupa kondisi demografi Shoushika, yaitu rendahnya jumlah kelahiran. Fenomena Shoushika menjadi tantangan bagi Jepang. Fenomena ini berdampak pada berbagai bidang sebagai mata rantai sebab akibat yang menyebabkan hal ini menjadi permasalahan serius seiring berjalannya waktu. Artikel ini dianalisis menggunakan konsep piramida penduduk dan teori konstruktivisme. Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari berbagai literatur yaitu dengan mencari, mengumpulkan, dan mengolah dokumen dari berbagai sumber literatur dan karya ilmiah penelitian terdahulu untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi fenomena shoushika pada masyarakat Jepang. Dan sejauh mana pengaruhnya terhadap perekonomian Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena shoshika akan menjadi tantangan bagi individu, perusahaan, dan pemerintah Jepang. Jepang akan membutuhkan sejumlah besar pekerja untuk mendukung perekonomiannya di masa depan. Dengan demikian, kebutuhan akan tenaga kerja di sektor ekonomi tinggi yang juga dihadapkan pada tantangan shoshika akan menjadikan Jepang sebagai negara yang membutuhkan tenaga kerja di luar wilayahnya. Upaya yang dilakukan pemerintah Jepang sudah cukup untuk mengatasi beberapa dampak fenomena shoshika, seperti krisis energi, belanja tinggi, dan menurunnya pendapatan pemerintah Jepang. Namun, belum ada hasil terukur yang pasti dari seluruh upaya yang dilakukan pemerintah Jepang dalam mengatasi dampak fenomena shoushika.
Title: Pengaruh Fenomena Shoushika Terhadap Perekonomian Jepang
Description:
Jepang merupakan negara yang memiliki perekonomian yang relatif stabil dan unggul dibandingkan negara sekitarnya.
Dibalik hal tersebut terdapat tantangan berupa kondisi demografi Shoushika, yaitu rendahnya jumlah kelahiran.
Fenomena Shoushika menjadi tantangan bagi Jepang.
Fenomena ini berdampak pada berbagai bidang sebagai mata rantai sebab akibat yang menyebabkan hal ini menjadi permasalahan serius seiring berjalannya waktu.
Artikel ini dianalisis menggunakan konsep piramida penduduk dan teori konstruktivisme.
Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari berbagai literatur yaitu dengan mencari, mengumpulkan, dan mengolah dokumen dari berbagai sumber literatur dan karya ilmiah penelitian terdahulu untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi fenomena shoushika pada masyarakat Jepang.
Dan sejauh mana pengaruhnya terhadap perekonomian Jepang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena shoshika akan menjadi tantangan bagi individu, perusahaan, dan pemerintah Jepang.
Jepang akan membutuhkan sejumlah besar pekerja untuk mendukung perekonomiannya di masa depan.
Dengan demikian, kebutuhan akan tenaga kerja di sektor ekonomi tinggi yang juga dihadapkan pada tantangan shoshika akan menjadikan Jepang sebagai negara yang membutuhkan tenaga kerja di luar wilayahnya.
Upaya yang dilakukan pemerintah Jepang sudah cukup untuk mengatasi beberapa dampak fenomena shoshika, seperti krisis energi, belanja tinggi, dan menurunnya pendapatan pemerintah Jepang.
Namun, belum ada hasil terukur yang pasti dari seluruh upaya yang dilakukan pemerintah Jepang dalam mengatasi dampak fenomena shoushika.

Related Results

PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
Pemahaman Aksara Jepang Dasar melalui Shoudo
Pemahaman Aksara Jepang Dasar melalui Shoudo
Kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah ini bermula dari banyaknya acara-acara kejepangan di sekolah-sekolah. Acara tersebut mengangkat budaya Jepang seperti anime, cosplay, film...
Pengaruh Fenomena Pet Boom Terhadap Munculnya Layanan Pemakaman Petto (ペット) di Jepang
Pengaruh Fenomena Pet Boom Terhadap Munculnya Layanan Pemakaman Petto (ペット) di Jepang
Penenlitian ini membahas mengenai fenomena pet boom dan layanan pemakaman petto di Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh fenomena pet boom ...
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
Tujuan pengabdian kepada masyarakat di desa Jatiluwih adalah untuk peningkatan sumber daya manusia para pengelola akomodasi dan pekerja di desa Jatiluwih sehingga mereka nantinya b...
Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944
Pendudukan Jepang di Mempawah, 1942-1944
Japan entered West Kalimantan for the first time by controlling the administrative city, Pontianak. The control of the Mempawah area is vital because it is located between Pontiana...
IbM PETANI KETIMUN JEPANG DI KELURAHAN KOLONGAN TOMOHON
IbM PETANI KETIMUN JEPANG DI KELURAHAN KOLONGAN TOMOHON
Pengabdian masyarakat untuk IbM Petani Ketimun Jepang dilaksanakan di Kelurahan Kolongan Kota Tomohon Sulawesi Utara. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan utama IbM Peta...
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
Fenomena verba bahasa Jepang terdapat verba yang memiliki kemiripan makna, misalnya verba melihat, yang dalam bahasa Jepang adalah miru dan mikakeru. Pemakaian verba yang tepat men...

Back to Top