Javascript must be enabled to continue!
Faktor Penyebab Tingginya Stunting Pada Balita Di Wilaya Kerja Puskesmas Tana Lili Kecamatan Tana Lili
View through CrossRef
Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Dampak stunting tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor peyebab tingginya stunting pada balita. pada penelitian ini menggunakan metode analitik kolarasi dengan pendekatan cross sectional. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen dengan menggunkan kolarasi yaitu dengan menghubungkan dua variable pada suatu situasi. Jenis penelitian ini menekankan pada faktor penyebab tingginya stunting menggunakan kuesioner. Dengan populasi 67 dan sampel 40 orang. Hasil penelitian d peroleh bahwa Ada berhubungan antara status pemberian ASI asklusif denga kejadian stuting dengan nilai ₚ=0,002 <α=0,05. Ada hubungan antara kunjunga ke layanan Kesehatan dengan kejadian stunting dengan nilai ₚ=0,003 <α=0,05. Ada hubungan antar rerata frekuensi sakit ISPA dan diare dengan kejadian stunting dengan nilai ₚ=0,004 <α=0,05. Ada hubungan antara pemberian asupan protein dengan kejadian stunting dengan nilai ₚ=0,002 <α=0,05. Penelitian ini di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tana Lili Kecamatan Tana Lili Kabupatan Luwu Utara
STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Title: Faktor Penyebab Tingginya Stunting Pada Balita Di Wilaya Kerja Puskesmas Tana Lili Kecamatan Tana Lili
Description:
Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.
Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif.
Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan.
Dampak stunting tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor peyebab tingginya stunting pada balita.
pada penelitian ini menggunakan metode analitik kolarasi dengan pendekatan cross sectional.
Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen dengan menggunkan kolarasi yaitu dengan menghubungkan dua variable pada suatu situasi.
Jenis penelitian ini menekankan pada faktor penyebab tingginya stunting menggunakan kuesioner.
Dengan populasi 67 dan sampel 40 orang.
Hasil penelitian d peroleh bahwa Ada berhubungan antara status pemberian ASI asklusif denga kejadian stuting dengan nilai ₚ=0,002 <α=0,05.
Ada hubungan antara kunjunga ke layanan Kesehatan dengan kejadian stunting dengan nilai ₚ=0,003 <α=0,05.
Ada hubungan antar rerata frekuensi sakit ISPA dan diare dengan kejadian stunting dengan nilai ₚ=0,004 <α=0,05.
Ada hubungan antara pemberian asupan protein dengan kejadian stunting dengan nilai ₚ=0,002 <α=0,05.
Penelitian ini di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tana Lili Kecamatan Tana Lili Kabupatan Luwu Utara.
Related Results
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACT WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak-anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama (kronis). Kekurangan gizi kronis menyebabkan hambatan dalam proses pem...
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Stunting adalah balita yang memiliki status gizi kurang baik yang diukur panjang atau tinggi badan menurut umur jika dibandingkan pada standar buku WHO (World Health Organization),...
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PEMATANG SIDAMANIK
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PEMATANG SIDAMANIK
Kejadian stunting pada balita merupakan masalah yang dialami hampir di setiap dengan kejadian stunting di Dunia tahun 2021 sebesar 32,6% sementara prevalensi stunting di Indonesia ...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Abstrak
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup menjadi perhatian di Indonesia saat ini. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatn...
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Stunting adalah masalah pertumbuhan akibat kurangnya pemberian nutrisi yang optimal. Dunia sedang menghadapi Pandemi global COVID-19 mempengaruhi peningkatan kasus stunting karena ...


