Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Monumen Perjuangan Angsana Sari Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Buleleng (Latar Belakang Dan Strategi Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA)

View through CrossRef
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji Monumen Perjuangan Angsana Sari di Desa Titab, Buleleng, sebagai simbol perjuangan lokal. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi latar belakang pendirian monumen, nilai-nilai karakter yang terkandung, serta pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh  dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monumen didirikan untuk mengabadikan peristiwa penghadangan oleh tentara NICA terhadap pemuda pejuang. Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam monumen meliputi religius, kerja keras, cinta tanah air, demokratis, semangat kebangsaan, cinta damai, menghargai prestasi, peduli sosial, tanggung jawab, dan bersahabat. Pemanfaatan monumen sebagai sumber belajar sejarah menerapkan model Problem Based Learning (PBL) sesuai dengan kurikulum. Penelitian ini berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai sejarah dan karakter bagi generasi muda. Kata Kunci: Generasi muda, Monumen Perjuangan Angsana Sari, nilai-nilai karakter, sumber belajar
Title: Monumen Perjuangan Angsana Sari Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Buleleng (Latar Belakang Dan Strategi Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA)
Description:
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji Monumen Perjuangan Angsana Sari di Desa Titab, Buleleng, sebagai simbol perjuangan lokal.
Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi latar belakang pendirian monumen, nilai-nilai karakter yang terkandung, serta pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah di SMA.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Data diperoleh  dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa monumen didirikan untuk mengabadikan peristiwa penghadangan oleh tentara NICA terhadap pemuda pejuang.
Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam monumen meliputi religius, kerja keras, cinta tanah air, demokratis, semangat kebangsaan, cinta damai, menghargai prestasi, peduli sosial, tanggung jawab, dan bersahabat.
Pemanfaatan monumen sebagai sumber belajar sejarah menerapkan model Problem Based Learning (PBL) sesuai dengan kurikulum.
Penelitian ini berkontribusi pada pelestarian nilai-nilai sejarah dan karakter bagi generasi muda.
Kata Kunci: Generasi muda, Monumen Perjuangan Angsana Sari, nilai-nilai karakter, sumber belajar.

Related Results

BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA
Penelitian ini menemukan model evaluasi pembelajaran sejarah yang dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat bagi pimpinan sekolah dan guru serta bermanfaat secara optimal ba...
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD
Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, dua diantaranya adalah motivasi dan keaktifan belajar. Kurangnya motivasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ...

Back to Top