Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGUNAAN METODE PHASE FAILURE RELAY UNTUK GANGGUAN VOLTAGE UNBALANCE PADA MOTOR INDUKSI 3 PHASA

View through CrossRef
Gangguan voltage unbalance sangatlah mengganggu pada proses produksi, karena gangguan voltage unbalance berdampak besar pada motor induksi 3 phasa yang merupakan jenis motor paling sering digunakan pada proses produksi di industri. Voltage Unbalance menyebabkan ke tidak seimbangan arus yang mengalir menuju belitan stator motor. Gangguan tersebut mempunyai dampak yang sangat berbahaya pada motor, bila dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan peningkatan suhu dan dapat mengakibatkan motor induksi 3 phasa terbakar dikarenakan arus yang mengalir sangat besar. Penggunaan PFR (Phase Failure Relay) merupakan solusi yang cepat, fleksibel, dan efisien untuk mengatasi masalah gangguan voltage unbalance. PFR berfungsi untuk menjaga tegangan altenator agar tetap konstan, maka altenator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu konstan pada harga nominalnya dalam keadaan beban yang berubah-ubah dan diusahakan selalu berputar pada kecepatan nominalnya. Penggunaan Thermal Overload juga dapat digunakan, namun tidaklah semaksimal PFR dalam cara kerjanya, karena hanya mendeteksi tegangan lebih saja. Sehingga Thermal Overload bukanlah alat proteksi yang utama. Dengan menggunakan metode analisa data yang diperoleh dari perusahaan masalah penanganan gangguan voltage unbalance yang terjadi pada motor induksi 3 phasa bisa dilakukan dengan hasil : pada bulan ke-1 sampai bulan ke-4 dan bulan ke-6 besar tegangannya relatif stabil mendekati angka nominalnya 380V, dengan besar tegangan antar phasanya pada bulan ke-1 (364V, 357V, 371V) dan arus nominal tiap phasanya (15,66A, 16,2A, 15,8A). Pada bulan ke-5 besar tegangan antar phasa jauh mendekati angka nominalnya (264 V, 283V, 375V) dengan besar arus (0,4A, 17,7A, 40A), lalu terjadilah gangguan unbalance voltage dengan besar tegangan antar phasa. %Unbalance Voltage sebesar 12,06% (Standart perusahaan sebesar 10%) untuk pencegahan terjadinya voltage unbalance dilakukan dengan cara memasang alat proteksi berupa Phase Failure Relay (PFR) pada supply tegangan masuk. Kata Kunci : Voltage Unbalance, Motor induksi 3 phasa, PFR, Thermal overload, Motrol Control Center
Title: PENGGUNAAN METODE PHASE FAILURE RELAY UNTUK GANGGUAN VOLTAGE UNBALANCE PADA MOTOR INDUKSI 3 PHASA
Description:
Gangguan voltage unbalance sangatlah mengganggu pada proses produksi, karena gangguan voltage unbalance berdampak besar pada motor induksi 3 phasa yang merupakan jenis motor paling sering digunakan pada proses produksi di industri.
Voltage Unbalance menyebabkan ke tidak seimbangan arus yang mengalir menuju belitan stator motor.
Gangguan tersebut mempunyai dampak yang sangat berbahaya pada motor, bila dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan peningkatan suhu dan dapat mengakibatkan motor induksi 3 phasa terbakar dikarenakan arus yang mengalir sangat besar.
Penggunaan PFR (Phase Failure Relay) merupakan solusi yang cepat, fleksibel, dan efisien untuk mengatasi masalah gangguan voltage unbalance.
PFR berfungsi untuk menjaga tegangan altenator agar tetap konstan, maka altenator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu konstan pada harga nominalnya dalam keadaan beban yang berubah-ubah dan diusahakan selalu berputar pada kecepatan nominalnya.
Penggunaan Thermal Overload juga dapat digunakan, namun tidaklah semaksimal PFR dalam cara kerjanya, karena hanya mendeteksi tegangan lebih saja.
Sehingga Thermal Overload bukanlah alat proteksi yang utama.
Dengan menggunakan metode analisa data yang diperoleh dari perusahaan masalah penanganan gangguan voltage unbalance yang terjadi pada motor induksi 3 phasa bisa dilakukan dengan hasil : pada bulan ke-1 sampai bulan ke-4 dan bulan ke-6 besar tegangannya relatif stabil mendekati angka nominalnya 380V, dengan besar tegangan antar phasanya pada bulan ke-1 (364V, 357V, 371V) dan arus nominal tiap phasanya (15,66A, 16,2A, 15,8A).
Pada bulan ke-5 besar tegangan antar phasa jauh mendekati angka nominalnya (264 V, 283V, 375V) dengan besar arus (0,4A, 17,7A, 40A), lalu terjadilah gangguan unbalance voltage dengan besar tegangan antar phasa.
%Unbalance Voltage sebesar 12,06% (Standart perusahaan sebesar 10%) untuk pencegahan terjadinya voltage unbalance dilakukan dengan cara memasang alat proteksi berupa Phase Failure Relay (PFR) pada supply tegangan masuk.
Kata Kunci : Voltage Unbalance, Motor induksi 3 phasa, PFR, Thermal overload, Motrol Control Center.

Related Results

PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA PADA PENGEMBANGAN INSTALASI TENAGA DAN INSTALASI PENERANGAN DI BENGKEL LISTRIK
PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA PADA PENGEMBANGAN INSTALASI TENAGA DAN INSTALASI PENERANGAN DI BENGKEL LISTRIK
Abstract The use of an induction motor in an electrical power generation system is needed where the usefulness of an induction motor is as driving. Constraints on the ...
APLIKASI HUMAN MACHINE INTERFACE PADA PENGATURAN SPEED MOTOR INDUKSI 3 FASA
APLIKASI HUMAN MACHINE INTERFACE PADA PENGATURAN SPEED MOTOR INDUKSI 3 FASA
Motor induksi merupakan motor yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan dalam proses produksi pada suatu industry Motor induksi tiga phasa mempunyai kelemahan sulitnya mengend...
Analisis Pengaruh Suhu Terhadap Tegangan Tidak Seimbang Pada Motor Induksi
Analisis Pengaruh Suhu Terhadap Tegangan Tidak Seimbang Pada Motor Induksi
Permasalahan kelistrikan yang sering terjadi pada motor induksi ialah tidak seimbangnya tegangan phasa yang menyebabkan kinerja motor induksi yang semakin berkurang. Ini ditandai d...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Frequency of Common Chromosomal Abnormalities in Patients with Idiopathic Acquired Aplastic Anemia
Objective: To determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population idiopathic determine the frequency of common chromosomal aberrations in local population...
PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI
PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI
Motor induksi merupakan salah satu motor listrik yang luas penggunaannya. Dalam kondisi tertentu motor induksi tak jarang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beban berlebih, h...

Back to Top