Javascript must be enabled to continue!
Membaca unsur-unsur sinema neorealisme pada film Siti karya Edy Cahyono
View through CrossRef
Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji unsur-unsur neorealisme pada Film Siti karya Edi Cahyono. Kajian ini dilakukan karena film neorealisme masih banyak dibincangkan dan terbukti banyak menginspirasi sineas-sineas dunia dalam berkarya termasuk sineas–sineas Indonesia. Salah satunya adalah Edy Cahyono dengan film Siti karyanya. Film Siti sudah mendapatkan berbagai penghargaan di banyak Festival Film baik dalam dan luar negri. Film Siti di asumsikan memiliki kecenderungan atau terinspirasi dari gerakan Neorealisme Italia, meskipun tidak dipungkiri bahwa era Neorealisme Italia berpaut jauh dengan waktu pembuatan film Siti jika dilihat dari kesejarahan film Indonesia dan kesejarahan film Italia. Metode Penelitian yang digunakan oleh penulis untuk mengkaji unsur-unsur neorealisme pada Film Siti karya Edi Cahyono adalah Metode Penelitian kualitatif deskriptif. Dengan melakukan kajian struktur naratif film yang berupa tema, alur, setting dan penokohan dan struktur sinematik pada Film Siti, akan didapatkan hasil analisis berupa unsur-unsur sinema neorealisme pada film Siti, sehingga akan dapat dibuktikan bahwa Film Siti Karya Edy Cahyono terinspirasi dari neorealisme Italia. Unsur- unsur neorealisme Italia terdiri dari cerita yang sederhana dan menghadirkan realitas sosial yang terjadi (tema sosial), pemain yang terlibat bukan merupakan aktor profesional (bintang), setting menggunakan lokasi yang sesungguhnya, menggunakan teknik dubbing dan kamera direction menggunakan konsep long take.
Title: Membaca unsur-unsur sinema neorealisme pada film Siti karya Edy Cahyono
Description:
Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji unsur-unsur neorealisme pada Film Siti karya Edi Cahyono.
Kajian ini dilakukan karena film neorealisme masih banyak dibincangkan dan terbukti banyak menginspirasi sineas-sineas dunia dalam berkarya termasuk sineas–sineas Indonesia.
Salah satunya adalah Edy Cahyono dengan film Siti karyanya.
Film Siti sudah mendapatkan berbagai penghargaan di banyak Festival Film baik dalam dan luar negri.
Film Siti di asumsikan memiliki kecenderungan atau terinspirasi dari gerakan Neorealisme Italia, meskipun tidak dipungkiri bahwa era Neorealisme Italia berpaut jauh dengan waktu pembuatan film Siti jika dilihat dari kesejarahan film Indonesia dan kesejarahan film Italia.
Metode Penelitian yang digunakan oleh penulis untuk mengkaji unsur-unsur neorealisme pada Film Siti karya Edi Cahyono adalah Metode Penelitian kualitatif deskriptif.
Dengan melakukan kajian struktur naratif film yang berupa tema, alur, setting dan penokohan dan struktur sinematik pada Film Siti, akan didapatkan hasil analisis berupa unsur-unsur sinema neorealisme pada film Siti, sehingga akan dapat dibuktikan bahwa Film Siti Karya Edy Cahyono terinspirasi dari neorealisme Italia.
Unsur- unsur neorealisme Italia terdiri dari cerita yang sederhana dan menghadirkan realitas sosial yang terjadi (tema sosial), pemain yang terlibat bukan merupakan aktor profesional (bintang), setting menggunakan lokasi yang sesungguhnya, menggunakan teknik dubbing dan kamera direction menggunakan konsep long take.
Related Results
YENİ SİNEMA TARİHİ ARAŞTIRMALARI ÇERÇEVESİNDE ORDU İLİNİN SİNEMA TARİHİ ÜZERİNE BİR SÖZLÜ TARİH ÇALIŞMASI (1912-1960): KENT, MAHALLE VE SİNEMA
YENİ SİNEMA TARİHİ ARAŞTIRMALARI ÇERÇEVESİNDE ORDU İLİNİN SİNEMA TARİHİ ÜZERİNE BİR SÖZLÜ TARİH ÇALIŞMASI (1912-1960): KENT, MAHALLE VE SİNEMA
Türkiye’de sinema tarihinin kaynaklarını, büyük oranda dergiler, gazeteler ve İstanbul oluşturmaktadır. Filmlerle ilgili eleştiri yazılarını ve film gösterimlerine ilişkin haberler...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
TEKNIK MEMBACA LITERASI CEPAT DAN EFEKTIF DALAM ERA DIGITAL
TEKNIK MEMBACA LITERASI CEPAT DAN EFEKTIF DALAM ERA DIGITAL
AbstrakHasil dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan penulis menunjukkan adanya korelasi yang tinggi antara minat baca dengan bacaan dan kemampuan membaca. Seseorang yang me...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
INTERPRETASI FILM “MERANTAU” SUTRADARA GARETH EVANS DALAM KARYA ILUSTRASI UDIS SUANDI
INTERPRETASI FILM “MERANTAU” SUTRADARA GARETH EVANS DALAM KARYA ILUSTRASI UDIS SUANDI
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Interpretasi film merantau dalam karya ilustrasi Udis Suandi (1) Konsep interpretasi film pada karya ilustrasi, (2) proses p...
SİNEMANIN MARDİN'DEKİ SEYRİ: SİNEMA, ŞEHİR VE SEYİR
SİNEMANIN MARDİN'DEKİ SEYRİ: SİNEMA, ŞEHİR VE SEYİR
İkinci Meşrutiyet sonrası Anadolu’da yaygınlaşmaya başlayan sinema, Cumhuriyet’in ilanından sonra Halkevi sinemaları ile toplumsal alanda önemli bir kültür öğesi haline gelir. Çalı...

