Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISTIK PERIKANAN JARING CUMI DI UTARA JAWA

View through CrossRef
Saat ini, perikanan jaring cumi khusus di Pulau Jawa berkembang pesat, keberadaannya dapat dijumpai terutama di Pelabuhan Perikanan Jakarta (Muara Baru dan Muara Angke), Indramayu, dan Juwana. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian jaring nus (jaring cumi) di Juwana pada bulan Oktober 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dasar secara deskriptif mengenai karakteristik perikanan jaring cumi di perairan Laut Jawa meliputi intensitas cahaya lampu, alat tangkap, dan armada, aktivitas penangkapan, komposisi hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal jaring cumi yang berbasis di Juwana diperoleh kisaran panjang 14,30 sampai dengan 19,10 m; lebar 4,35 sampai dengan 6,60 m; dalam 2,0 sampai dengan 2,5 m. Nelayan jaring cumi Juwana beroperasi di perairan utara Jawa pada posisi 03 04° LS dan 110–114° BT. Dari hasil tangkapan jaring cumi didominasi oleh ikan siro (Ambygaster sirm) mencapai (83,58%). Dari ke-3 titik pengukuran intensitas cahaya (pusat, tengah, dan haluan kapal), diperoleh variasi nilai pemudaran cahaya 0,1028 sampai dengan 0,2566 μmol s-1 m-2 per m.Based on the of used lighting of lamp, stick held dipnet is belong to the light fishing classification. The stick held dipnet fisheries especially in Java grow rapidly, its existence can be met in Jakarta fishery port (Nizam Zahman and Muara Angke), Indramayu, and Juwana. This paper is based on the results of studies and observer on stick held dipnet boat in Juwana at October 2004. The stick held dipnet research was conducted to know of fishing gear, light illumination intensity, fishing activities, catch composition, and body length of dominated catch. The stick held dipnet boats based in Juwana has dimention with range i.e. Length (L) 14,30 to 19,10 m; Broad (B) 4,35 to 6,60 m; Depth (D) 2,0 to 2,5 m. The stick held dipnet Java waters fishing ground was S 03-04° and E 110-114° positions. From the catch of stick held dipnet are dominated by Ambygaster Sirm (83,58%). From third point of measurement of light intensity (center, middle, and ship lower) on boat, it was found the variation of dull light illumination ranging from 0,1028 to 0,2566 μ mole of s- 1 m-2 per m. 
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: KARAKTERISTIK PERIKANAN JARING CUMI DI UTARA JAWA
Description:
Saat ini, perikanan jaring cumi khusus di Pulau Jawa berkembang pesat, keberadaannya dapat dijumpai terutama di Pelabuhan Perikanan Jakarta (Muara Baru dan Muara Angke), Indramayu, dan Juwana.
Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian jaring nus (jaring cumi) di Juwana pada bulan Oktober 2004.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dasar secara deskriptif mengenai karakteristik perikanan jaring cumi di perairan Laut Jawa meliputi intensitas cahaya lampu, alat tangkap, dan armada, aktivitas penangkapan, komposisi hasil tangkapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal jaring cumi yang berbasis di Juwana diperoleh kisaran panjang 14,30 sampai dengan 19,10 m; lebar 4,35 sampai dengan 6,60 m; dalam 2,0 sampai dengan 2,5 m.
Nelayan jaring cumi Juwana beroperasi di perairan utara Jawa pada posisi 03 04° LS dan 110–114° BT.
Dari hasil tangkapan jaring cumi didominasi oleh ikan siro (Ambygaster sirm) mencapai (83,58%).
Dari ke-3 titik pengukuran intensitas cahaya (pusat, tengah, dan haluan kapal), diperoleh variasi nilai pemudaran cahaya 0,1028 sampai dengan 0,2566 μmol s-1 m-2 per m.
Based on the of used lighting of lamp, stick held dipnet is belong to the light fishing classification.
The stick held dipnet fisheries especially in Java grow rapidly, its existence can be met in Jakarta fishery port (Nizam Zahman and Muara Angke), Indramayu, and Juwana.
This paper is based on the results of studies and observer on stick held dipnet boat in Juwana at October 2004.
The stick held dipnet research was conducted to know of fishing gear, light illumination intensity, fishing activities, catch composition, and body length of dominated catch.
The stick held dipnet boats based in Juwana has dimention with range i.
e.
Length (L) 14,30 to 19,10 m; Broad (B) 4,35 to 6,60 m; Depth (D) 2,0 to 2,5 m.
The stick held dipnet Java waters fishing ground was S 03-04° and E 110-114° positions.
From the catch of stick held dipnet are dominated by Ambygaster Sirm (83,58%).
From third point of measurement of light intensity (center, middle, and ship lower) on boat, it was found the variation of dull light illumination ranging from 0,1028 to 0,2566 μ mole of s- 1 m-2 per m.
 .

Related Results

STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN CUMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN CUMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP
Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPS) adalah Pelabuhan yang dikenal memiliki potensi sumberdaya ikan  melimpah. Hasil tangkapan cumi di PPS Cilacap merupakan jenis cumi-cumi y...
Evaluasi Pengelolaan Perikanan Cumi-Cumi Skala Kecil dengan Pendekatan Ekosistem di Perairan Medan, Sumatera Utara
Evaluasi Pengelolaan Perikanan Cumi-Cumi Skala Kecil dengan Pendekatan Ekosistem di Perairan Medan, Sumatera Utara
Perairan Laut Medan merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia (WPP 571) yang merupakan daerah penangkapan cumi-cumi ( Uroteuthis spp.) oleh nelayan skala kecil ...
PENERAPAN TEKNOLOGI ATRACTOR CUMI KEPADA KELOMPOK NELAYAN : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN DI TELUK MANADO
PENERAPAN TEKNOLOGI ATRACTOR CUMI KEPADA KELOMPOK NELAYAN : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAIRAN DI TELUK MANADO
Cumi-cumi merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang bernilai ekonomis tinggi. Ketersediaan  (supply)  telur  cumi  di  perairan  sangat  berhubungan  dengan  produktivitas ...
Uji efek antibakteri tinta cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri saluran akar gigi
Uji efek antibakteri tinta cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap bakteri saluran akar gigi
Nekrosis pulpa merupakan kematian pulpa, dapat sebagian atau seluruhnya, yang disebabkan oleh proses lanjutan dari radang pulpa ataupun akibat trauma. Salah satu penanganan nekrosi...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
Empowerment of Housewives of Fisherman through Training on Procesing Squid Production in Lamu Village Gorontalo Regency
Empowerment of Housewives of Fisherman through Training on Procesing Squid Production in Lamu Village Gorontalo Regency
Lamu Village, Batudaa Pantai District, Gorontalo Regency, which is included in the Tomini Bay area, has abundant potential for marine products such as squid. For this reason, we em...
Analisis Hilirisasi Perikanan di Indonesia
Analisis Hilirisasi Perikanan di Indonesia
Indonesia adalah negara maritim yang memiliki potensi perekonomian dari sektor perikanan dan kelautan yang sangat besar. Potensi perikanan dapat dimaksimalkan melalui peningkatan n...

Back to Top