Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI PROGRAM INOVASI APLIKASI KLAMPID NEW GENERATION (KNG) DI KELURAHAN WONOKROMO KOTA SURABAYA
View through CrossRef
Innovative services are currently being discussed in various circles, especially in the field of government. With the rapid development of technology today, many application-based technological innovations have emerged. In the realm of governance, the government has launched numerous applications aimed at creating effective public services. This is due to societal progress and the increasing population, which necessitates public services that can accommodate everyone. Wonokromo Subdistrict is one of the subdistricts that has implemented the application-based innovation called Klampid New Generation in public service matters. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Klampid New Generation application-based innovation in Wonokromo Subdistrict. This research utilizes a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques employed in this study include interviews, observations, and documentation. The data is then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research focuses on four implementation indicators proposed by Edward III: communication, resources, disposition, and organizational structure. The results of the study indicate that the program implementation is progressing well according to the implementation indicators. This includes effective communication, adequate resources, and a wellstructured bureaucracy. However, in terms of the disposition indicator, specifically the intensive variable, it has not been implemented effectively by the government.
Pelayanan yang inovatif kini tengah menjadi bahan diskusi di berbagai kalangan, utamanya di bidang pemerintahan. Dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini, banyak muncul inovasi teknologi berbasis aplikasi. Dalam urusan pemerintahan, sudah banyak aplikasiaplikasi besutan pemerintah yang diluncurkan guna menciptakan pelayanan publik yang efektif. Hal ini disebabkan oleh perkembangan masyarakat serta semakin bertambahnya jumlah penduduk sehingga diperlukan pelayanan publik yang dapat mewadahi keseluruhannya. Kelurahan Wonokromo adalah salah satu kelurahan yang menerapkan inovasi berbasis aplikasi Klampid New Generation dalam urusan pelayanan publik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi berbasis aplikasi Klampid New Generation di Kelurahan Wonokromo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada empat indikator implementasi oleh Edward III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi. Hasil penilitian menunjukkan implementasi program berjalan dengan baik sesuai dengan indikator implementasi. Diantaranya komunikasi berjalan dengan baik, sumber daya yang memadai, dan struktur birokrasi yang bijaksana. Namun pada indikator disposisi yaitu variabel intensif, belum diterapkan dengan baik oleh pemerintah.
Kata Kunci: Kelurahan Wonokromo, Klampid New Generation, Implementasi
Title: IMPLEMENTASI PROGRAM INOVASI APLIKASI KLAMPID NEW GENERATION (KNG) DI KELURAHAN WONOKROMO KOTA SURABAYA
Description:
Innovative services are currently being discussed in various circles, especially in the field of government.
With the rapid development of technology today, many application-based technological innovations have emerged.
In the realm of governance, the government has launched numerous applications aimed at creating effective public services.
This is due to societal progress and the increasing population, which necessitates public services that can accommodate everyone.
Wonokromo Subdistrict is one of the subdistricts that has implemented the application-based innovation called Klampid New Generation in public service matters.
Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Klampid New Generation application-based innovation in Wonokromo Subdistrict.
This research utilizes a descriptive method with a qualitative approach.
The data collection techniques employed in this study include interviews, observations, and documentation.
The data is then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The research focuses on four implementation indicators proposed by Edward III: communication, resources, disposition, and organizational structure.
The results of the study indicate that the program implementation is progressing well according to the implementation indicators.
This includes effective communication, adequate resources, and a wellstructured bureaucracy.
However, in terms of the disposition indicator, specifically the intensive variable, it has not been implemented effectively by the government.
Pelayanan yang inovatif kini tengah menjadi bahan diskusi di berbagai kalangan, utamanya di bidang pemerintahan.
Dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini, banyak muncul inovasi teknologi berbasis aplikasi.
Dalam urusan pemerintahan, sudah banyak aplikasiaplikasi besutan pemerintah yang diluncurkan guna menciptakan pelayanan publik yang efektif.
Hal ini disebabkan oleh perkembangan masyarakat serta semakin bertambahnya jumlah penduduk sehingga diperlukan pelayanan publik yang dapat mewadahi keseluruhannya.
Kelurahan Wonokromo adalah salah satu kelurahan yang menerapkan inovasi berbasis aplikasi Klampid New Generation dalam urusan pelayanan publik.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi berbasis aplikasi Klampid New Generation di Kelurahan Wonokromo.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini berfokus pada empat indikator implementasi oleh Edward III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi.
Hasil penilitian menunjukkan implementasi program berjalan dengan baik sesuai dengan indikator implementasi.
Diantaranya komunikasi berjalan dengan baik, sumber daya yang memadai, dan struktur birokrasi yang bijaksana.
Namun pada indikator disposisi yaitu variabel intensif, belum diterapkan dengan baik oleh pemerintah.
Kata Kunci: Kelurahan Wonokromo, Klampid New Generation, Implementasi
.
Related Results
TRANSFORMASI LAYANAN ADMINISTRASI DIGITAL: SEBUAH KAJIAN INOVASI TEKNOLOGI PENCATATAN SIPIL “KNG” KLAMPID NEW GENERATION DI KOTA SURABAYA
TRANSFORMASI LAYANAN ADMINISTRASI DIGITAL: SEBUAH KAJIAN INOVASI TEKNOLOGI PENCATATAN SIPIL “KNG” KLAMPID NEW GENERATION DI KOTA SURABAYA
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya menyajikan suatu inovasi digital layananadministrasi kependudukan dan pencatatan sipil melalui sebuah aplikasi yang diberi nam...
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Era revolusi industri 4.0 telah memaksa dunia bergerak kedalam trend digital dan internet di berbagai lini kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah direspons secara positif oleh peme...
Penerapan Pelayanan Prima dalam Penerbitan E-KTP Melalui Klampid New Generation (KNG) di Kecamatan Pakal Kota Surabaya
Penerapan Pelayanan Prima dalam Penerbitan E-KTP Melalui Klampid New Generation (KNG) di Kecamatan Pakal Kota Surabaya
Klampid New Generation (KNG) merupakan bentuk inovasi yang diluncurkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya dalam upaya mewujudkan pelayanan prima. Pelayanan ...
KLAMPID NEW GENERATION SEBAGAI EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KELURAHAN UJUNG
KLAMPID NEW GENERATION SEBAGAI EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KELURAHAN UJUNG
Pelayanan publik setiap warga negara memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan hidup sejak lahir hingga meninggal dunia. Pelayanan publik yang baik dinilai dari seberapa ba...
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM KOLABORASI PENYEDIAAN PERMUKIMAN LAYAK HUNI DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA PROGRAM DANDAN OMAH)
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM KOLABORASI PENYEDIAAN PERMUKIMAN LAYAK HUNI DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA PROGRAM DANDAN OMAH)
Pada tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program Dandan Omah yang merupakan keberlanjutan dari program rehabilitasi sosial rutilahu yang dimodifikasi dengan konsep bar...
Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Kelurahan Sumurwelut, Surabaya Berbasis Teknologi
Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Kelurahan Sumurwelut, Surabaya Berbasis Teknologi
The quality of population administration services is one of the important roles in the population administration management process. Population administration service officers must...
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN LAKOLOGOU KECAMATAN KOKALUKUNA KOTA BAUBAU
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN LAKOLOGOU KECAMATAN KOKALUKUNA KOTA BAUBAU
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kondisi lingkungan permukiman di tinjau dari aspek fisik (prasarana dan sarana), sosial dan ekonomi masyarakat di Kelurah...
IMPLEMENTASI PROGRAM WIRA WIRI SUROBOYO DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA
IMPLEMENTASI PROGRAM WIRA WIRI SUROBOYO DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA
Pemerintah Kota Surabaya menyediakan angkutan pengumpan bernama Wira Wiri Suroboyo. Program Wira Wiri Suroboyo digagas oleh Eri Cahyadi selaku Walikota Surabaya dan diwujudkan oleh...

