Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH PADA MASYARAKAT DI KAWASAN PERUMAHAN ANDUONOHU
View through CrossRef
ABSTRAK
Sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Anduonohu dinilai masih kurang maksimal, dimana hanya terdapat 1 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di Jl. Kelengkeng RW 3. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kepadatan jumlah penduduk dimana Kelurahan Anduonohu memiliki luas wilayah sebesar 14,11 km2, jumlah KK sebanyak 3.433, jumlah jiwa sebanyak 13.162 dan terdiri dari 11 RW 37 RT. Untuk mengetahui kondisi eksisting TPS serta menghitung jumlah timbulan sampah pada kawasan perumahan di kelurahan Anduonohu, digunakan metode observasi, wawancara, dan perhitungan timbulan sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994. Hasil dari penelitian meliputi kondisi eksisting TPS terkait pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan. Masyarakat melakukan pewadahan individual dan pengumpulan dilakukan dengan pola individual tidak langsung serta self incinerator. Sementara itu, pengangkutan sampah dilakukan dengan 2 unit pengangkut yaitu menggunakan dump truck dan becak motor. Kemudian timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kelurahan Anduonohu berupa sampah organik sebesar 85,826 m3/hari, sampah anorganik sebesar 67,483 m3/hari, dan sampah organik & anorganik sebesar 158,71 m3/hari.
Kata Kunci: Sampah, Sistem Pengelolaan, TPS, Timbulan
ABSTRACT
The waste management system in the Anduonohu Village is deemed suboptimal, as only one Temporary Disposal Site (TPS) is present on Jl. Kelengkeng RW 3. This is in stark contrast to the population density of Anduonohu Village, which spans an area of 14.11 km2, with a total of 3,433 households, 13,162 residents and comprises 11 neighborhood units (RW) and 37 household units (RT). To assess the existing condition of the TPS and calculate the waste generation in the residential areas of Anduonohu Village, observation, interviews, and waste generation calculations based on SNI 19-3964-1994 were employed as methods.. The research findings encompass the existing condition of the TPS, focusing on containment, collection, and transportation. The community engages in individual containment, and collection follows an indirect individual pattern, along with the utilization of self-incinerators. Waste transportation is carried out by two units: dump trucks and motorized rickshaws. Subsequently, the waste generated by the residents of Anduonohu Village consists of 85.826 m3/day of organic waste, 67.483 m3/day of inorganic waste, and a total of 158.71 m3/day of organic and inorganic waste
Keywords: Waste, Management System, TPS, Emergence
Title: ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH PADA MASYARAKAT DI KAWASAN PERUMAHAN ANDUONOHU
Description:
ABSTRAK
Sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Anduonohu dinilai masih kurang maksimal, dimana hanya terdapat 1 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di Jl.
Kelengkeng RW 3.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan kepadatan jumlah penduduk dimana Kelurahan Anduonohu memiliki luas wilayah sebesar 14,11 km2, jumlah KK sebanyak 3.
433, jumlah jiwa sebanyak 13.
162 dan terdiri dari 11 RW 37 RT.
Untuk mengetahui kondisi eksisting TPS serta menghitung jumlah timbulan sampah pada kawasan perumahan di kelurahan Anduonohu, digunakan metode observasi, wawancara, dan perhitungan timbulan sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994.
Hasil dari penelitian meliputi kondisi eksisting TPS terkait pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan.
Masyarakat melakukan pewadahan individual dan pengumpulan dilakukan dengan pola individual tidak langsung serta self incinerator.
Sementara itu, pengangkutan sampah dilakukan dengan 2 unit pengangkut yaitu menggunakan dump truck dan becak motor.
Kemudian timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kelurahan Anduonohu berupa sampah organik sebesar 85,826 m3/hari, sampah anorganik sebesar 67,483 m3/hari, dan sampah organik & anorganik sebesar 158,71 m3/hari.
Kata Kunci: Sampah, Sistem Pengelolaan, TPS, Timbulan
ABSTRACT
The waste management system in the Anduonohu Village is deemed suboptimal, as only one Temporary Disposal Site (TPS) is present on Jl.
Kelengkeng RW 3.
This is in stark contrast to the population density of Anduonohu Village, which spans an area of 14.
11 km2, with a total of 3,433 households, 13,162 residents and comprises 11 neighborhood units (RW) and 37 household units (RT).
To assess the existing condition of the TPS and calculate the waste generation in the residential areas of Anduonohu Village, observation, interviews, and waste generation calculations based on SNI 19-3964-1994 were employed as methods.
The research findings encompass the existing condition of the TPS, focusing on containment, collection, and transportation.
The community engages in individual containment, and collection follows an indirect individual pattern, along with the utilization of self-incinerators.
Waste transportation is carried out by two units: dump trucks and motorized rickshaws.
Subsequently, the waste generated by the residents of Anduonohu Village consists of 85.
826 m3/day of organic waste, 67.
483 m3/day of inorganic waste, and a total of 158.
71 m3/day of organic and inorganic waste
Keywords: Waste, Management System, TPS, Emergence.
Related Results
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK
Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
ABSTRACTOne of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village...
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Permasalahan terkait dengan sampah adalah permasalahan yang ada di wilayah perkotaan. Pengelolaan sampah yang baik sangat diperlukan di wilayah perkotaan, salah satu cara mengelola...
ANALISIS DIAGRAM FISHBONE DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURABAYA
ANALISIS DIAGRAM FISHBONE DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURABAYA
Sampah masih menjadi salah satu permasalahan yang kompleks, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganannya. Jumlah sampah di Indonesia terus mengalami peningkatan sei...
EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN PERUMAHAN DI KOTA BANDUNG
EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN PERUMAHAN DI KOTA BANDUNG
Abstrak: Perumahan Bumi Panyawangan merupakan perumahan dengan target pasar masyarakat kalangan menengah ke atas. Hingga tahun 2018 pembangunan dan pengembangan perumahan me...
Peran Perusahaan Dalam Pemberdayaan UMKM: Analisis Close Loop Model Pada Bank Sampah Pematang Pudu Bersih
Peran Perusahaan Dalam Pemberdayaan UMKM: Analisis Close Loop Model Pada Bank Sampah Pematang Pudu Bersih
Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan yang mendesak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Setiap hari, timbulan sampah meningkat seiring pertumbuhan populasi, mengu...
Pendampingan Pembentukan Bank Sampah Di Aisyiyah Ranting Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten
Pendampingan Pembentukan Bank Sampah Di Aisyiyah Ranting Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten
Persoalan sampah masih menjadi masalah utama di Indonesia. Sampah menimbulkan dampak buruk pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Paradigma baru pengelolaan sampah yaitu mengann...
Analisis Kondisi Sosial Dan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Terhadap Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Poasia
Analisis Kondisi Sosial Dan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Terhadap Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Poasia
Abstrak: Kondisi fisik lahan perkotaaan semakin sempit dan kurangnya ruang terbuka untuk pengelolaan sampah sehingga perlu ditingkatkan partisipasi masyarkat dalam pengelolaan samp...

