Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MOHAMMED ARKOUN’S THOUGHT ON METHODOLOGY OF INTERPRETING THE QUR’AN

View through CrossRef
Artikel ini mengeksplorasi pemikiran Arkoun tentang Al-Qur'an dan Metodologi Tafsirnya. Dalam pandangan Arkoun, wahyu sebagai sumber petunjuk bagi umat manusia harus diperlakukan tidakhanya sebagai sesuatu yang sakral, tetapi juga harus diperhatikan bahwa ia muncul untuk kemaslahatan umat manusia. Wahyu yang diwujudkan menjadi muṣḥāf, bagi Arkoun, harus dikajidengan pendekatan modern dengan menggunakan ilmu-ilmu multidisiplin. Sehingga, kita dapat mengungkap substansi pesan wahyu secara maksimal. Namun yang terpenting adalah pengungkapan makna wahyu tidak boleh diikuti atau dibingkai oleh kepentingan ideologis dan politik atau kepentingan profan lainnya, yang akan mereduksi wahyu menjadi semacam pembenaran atau legitimasi. Apa yang dikemukakan Arkoun dalam metodologi interpretasinya meliputi pendekatan sebagai berikut: pertama, Interpretasi Linguistik-Semiotik dan Sastra. Dengan pendekatan- pendekatan tersebut, ia ingin mendalami makna Al-Qur'an dengan menjelaskan setiap kata dan susunan sintaksis Al-Qur'an. Al-Qur'an terdiri dari tanda dan simbol yang dapat dianalisis secara semiotik untuk mencapai makna yang terdalam, dan jauh dari sudut pandang ideologis. Kedua, Interpretasi Historis-Antropologis. Pendekatan ini memperkenalkan Quran sebagai bagian dari sejarah kehidupan. Kemudian, untuk memahami Al-Qur'an dengan baik, penafsir harus memahami bahwa Al-Qur'an memuat banyak cerita di balik proses turunnya. Arkoun menyadari bahwa metode ini jelas untuk menantang semua interpretasi sakralisasi dan transendentalisasi yang dihasilkan oleh penalaran teologis tradisional. Ketiga, Tafsir Teologis-Religius. Ini digunakan sebagai alternatif terakhir untuk membaca Al-Qur'an. Arkoun menunjukkan dua karakteristik penting dari pendekatan ini. Pertama, semua jenis bacaan yang berorientasi pada keyakinan berada di bawah "kandang dogmatis". Kedua, karya-karya tafsir monumental awal berkontribusi pada perkembangan historis "tradisi yang hidup".
Title: MOHAMMED ARKOUN’S THOUGHT ON METHODOLOGY OF INTERPRETING THE QUR’AN
Description:
Artikel ini mengeksplorasi pemikiran Arkoun tentang Al-Qur'an dan Metodologi Tafsirnya.
Dalam pandangan Arkoun, wahyu sebagai sumber petunjuk bagi umat manusia harus diperlakukan tidakhanya sebagai sesuatu yang sakral, tetapi juga harus diperhatikan bahwa ia muncul untuk kemaslahatan umat manusia.
Wahyu yang diwujudkan menjadi muṣḥāf, bagi Arkoun, harus dikajidengan pendekatan modern dengan menggunakan ilmu-ilmu multidisiplin.
Sehingga, kita dapat mengungkap substansi pesan wahyu secara maksimal.
Namun yang terpenting adalah pengungkapan makna wahyu tidak boleh diikuti atau dibingkai oleh kepentingan ideologis dan politik atau kepentingan profan lainnya, yang akan mereduksi wahyu menjadi semacam pembenaran atau legitimasi.
Apa yang dikemukakan Arkoun dalam metodologi interpretasinya meliputi pendekatan sebagai berikut: pertama, Interpretasi Linguistik-Semiotik dan Sastra.
Dengan pendekatan- pendekatan tersebut, ia ingin mendalami makna Al-Qur'an dengan menjelaskan setiap kata dan susunan sintaksis Al-Qur'an.
Al-Qur'an terdiri dari tanda dan simbol yang dapat dianalisis secara semiotik untuk mencapai makna yang terdalam, dan jauh dari sudut pandang ideologis.
Kedua, Interpretasi Historis-Antropologis.
Pendekatan ini memperkenalkan Quran sebagai bagian dari sejarah kehidupan.
Kemudian, untuk memahami Al-Qur'an dengan baik, penafsir harus memahami bahwa Al-Qur'an memuat banyak cerita di balik proses turunnya.
Arkoun menyadari bahwa metode ini jelas untuk menantang semua interpretasi sakralisasi dan transendentalisasi yang dihasilkan oleh penalaran teologis tradisional.
Ketiga, Tafsir Teologis-Religius.
Ini digunakan sebagai alternatif terakhir untuk membaca Al-Qur'an.
Arkoun menunjukkan dua karakteristik penting dari pendekatan ini.
Pertama, semua jenis bacaan yang berorientasi pada keyakinan berada di bawah "kandang dogmatis".
Kedua, karya-karya tafsir monumental awal berkontribusi pada perkembangan historis "tradisi yang hidup".

Related Results

AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Mengenal Pemikiran Muhammad Arkoun Dalam Memahami Wahyu Dan Al-Quran
Mengenal Pemikiran Muhammad Arkoun Dalam Memahami Wahyu Dan Al-Quran
Muhammad Arkoun, pemikir Islam kontroversial asal Aljazair, telah memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman kontemporer tentang wahyu dan Alquran. Dengan menggunakan pendekat...
ARKOUN AND ORIENTALISM: AN APPROACH TO UNDERSTANDING THE NATURE OF THE RELATIONSHIP BETWEEN MODERNITY AND ORIENTALISM
ARKOUN AND ORIENTALISM: AN APPROACH TO UNDERSTANDING THE NATURE OF THE RELATIONSHIP BETWEEN MODERNITY AND ORIENTALISM
With th rise of the Western renaissance in the modern era and the subsequent advanced material civilization The intellectual struggle began between the West and the East, and Weste...
An Analysis of Political Ethics from the Perspective of Muhammad Arkoun
An Analysis of Political Ethics from the Perspective of Muhammad Arkoun
<em><em>This study is grounded in the profound need to comprehend the role of Mohammed Arkoun, a postmodern/contemporary scholar, in revitalizing the potential of Islam...
MANHAJ TAFSIR MOHAMMAD ARKOUN
MANHAJ TAFSIR MOHAMMAD ARKOUN
Tulisan ini mengkaji Muhammad Arkoun sebagai salah satu tokoh diantara banyaknya pemikir dan tokoh muslim yang memberikan tawaran dalam metodologi penafsiran  Al-Qur’an. Dia menawa...
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Çağdaş Bir Yaklaşım Olarak Makâsıdu’l-Kur’ân
Maqasıdu’l Qur’an as a Contemporary Approach rnSince its revelation, the Qur’an has left enduring religious, political, historical, and social marks on humanity and continues to do...

Back to Top