Javascript must be enabled to continue!
HISTORIOGRAFI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN
View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan untuk meneliti kajian historigrafi dalam tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, di mana terdapat empat metode yang berlaku; heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penulis ingin mengetahui langkah-langkah mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat historis baik yangberkenaan dengan para Nabi dan umat-umat terdahulu maupun kejadian-kejadian pada masa Nabi SAW. Penelitian ini menemukan bahwa metode sejarah bukan ilmu baru dalam penafsiran Al-Qur’an. Sejak masa penulisan kitab-kitab tafsir masa awal, ditemukan bahwa kitab tafsir dalam menjelaskan ayat-ayat historis terdapat dua kajian kesejarahan yaitu asba>b al-nuzu>l (yangmembahas seputar turunnya ayat Al-Qur’an) dan israiliyat (kisah-kisah ahlul Kitab; Yahudi). Untuk yang pertama, munculnya asbab al-nuzul dalam kitab tafsir adalah sebuah keniscayaan danditerima semua kalangan mufasir, sedangkan untuk yang kedua ini (israiliyat), para ulama mufasir berbeda pendapat, ada yang melarang, membolehkan, dan ketiga berada di antara keduanya yakni ada yang dibolehkan dan ada yang dilarang. Beberapa kitab tafsir yang banyak meriwayatkan kisah-kisah israiliyat di antaranya at-Tabari dan Ibn Katsir. Terlepas dari perdebatan ini, metodedan pendekatan sejarah sangat familiar bagi kalangan mufasir dalam mengungkapkan serta menafsirkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an.
Title: HISTORIOGRAFI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN
Description:
Tulisan ini bertujuan untuk meneliti kajian historigrafi dalam tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah, di mana terdapat empat metode yang berlaku; heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi.
Penulis ingin mengetahui langkah-langkah mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat historis baik yangberkenaan dengan para Nabi dan umat-umat terdahulu maupun kejadian-kejadian pada masa Nabi SAW.
Penelitian ini menemukan bahwa metode sejarah bukan ilmu baru dalam penafsiran Al-Qur’an.
Sejak masa penulisan kitab-kitab tafsir masa awal, ditemukan bahwa kitab tafsir dalam menjelaskan ayat-ayat historis terdapat dua kajian kesejarahan yaitu asba>b al-nuzu>l (yangmembahas seputar turunnya ayat Al-Qur’an) dan israiliyat (kisah-kisah ahlul Kitab; Yahudi).
Untuk yang pertama, munculnya asbab al-nuzul dalam kitab tafsir adalah sebuah keniscayaan danditerima semua kalangan mufasir, sedangkan untuk yang kedua ini (israiliyat), para ulama mufasir berbeda pendapat, ada yang melarang, membolehkan, dan ketiga berada di antara keduanya yakni ada yang dibolehkan dan ada yang dilarang.
Beberapa kitab tafsir yang banyak meriwayatkan kisah-kisah israiliyat di antaranya at-Tabari dan Ibn Katsir.
Terlepas dari perdebatan ini, metodedan pendekatan sejarah sangat familiar bagi kalangan mufasir dalam mengungkapkan serta menafsirkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an.
Related Results
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Tafsir hukmi merupakan pendekatan interpretasi Al-Qur'an yang fokus pada aspek-aspek hukum dan normatif dalam teks suci Islam. Penelitian ini menganalisis dari latar belakang kemun...
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abstract
Abdul Halim Hasan was a Malay exegetical writer of Indonesian origin. His work on Qur’anic exegesis or tafsir, transcended geographical boundaries and reached audien...
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Studi Komparatif Lafadz Ulul Albab dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Mishbah
Abstrak: Tafsir Al-Qur’an adalah bidang studi yang fokus pada penafsiran dan pemahaman teks suci Al-Qur’an. Salah satu konsep yang sering dibahas adalah “Ulul Albab,” yaitu orang-o...


