Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potret Angkringan di Era Gempuran Coffeeshop

View through CrossRef
Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak agama, ras, suku, budaya dan berbagai macam vegetasi alam yang berbeda beda pula di setiap wilayah yang tentunya sangat berpengaruh dalam mata pencaharian penduduknya dalam setiap wilayah. Wirausaha merupakan salah satu mata pencaharian yang  banyak di minati oleh berbagai kalangan di indonesia. Bukan tanpa sebab mengapa wirausaha memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan, tapi karena wirausaha dapat menghasilkan laba yang tidak memiliki batasan , flexibel dalam penggunaan waktu, dan tidak terikat orang lain yang artinya seseorang sebagai wirausahawan memungkinkan bebas dalam menentukan apa saja yang akan seorang wirausaha lakukan dalam mendirikan serta menjalankan usaha/bisnis tanpa terikat peraturan yang di buat orang lain.  Wirausaha sendiri yang sering di implementasikan di indonesia sendiri antara lain, membuka usaha coffeeshop, angkringan, membangun toko, jasa desain grafis, bisnis percetakan, dan masih banyak lagi. Angkringan dan coffeeshop merupakan dua jenis wirausaha yang sama sama menjual makanan dan minuman. Kedua jenis usaha tersebut juga identik dengan yang orang orang sebut dengan tenpat ngopi. Dengan adanya kedua tempat usaha tersebut juga dapat dijadikan sebagai sarana interaksi sosial yang tentunya berpengaruh dalam lingkup masyarakat, sebab terkadang kedua tempat tersebut dijadikan pelarian untuk melepas penat dari rutinitas yang melelah kan bagi beberapa orang yang tinggal di kota. Yang menarik adalah meskipun terdapat perbedaan keduanya dalam segi status sosialnya, tetapi kenapa angkringan yang memiliki kelas sosial lebih rendah dari coffeeshop mampu bersaing alam segi jumlah peminat yang dimiliki angkringan dan coffeeshop. Padahal coffeeshop yang pada dasarnya memiliki kualitas serta fasilitas yang di berikan lebih baik dari angkringan, tapi bagaimana angkringan yang lebih sederhana dan tradisional mampu mempertahankan jumlah peminatnya.
Title: Potret Angkringan di Era Gempuran Coffeeshop
Description:
Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak agama, ras, suku, budaya dan berbagai macam vegetasi alam yang berbeda beda pula di setiap wilayah yang tentunya sangat berpengaruh dalam mata pencaharian penduduknya dalam setiap wilayah.
Wirausaha merupakan salah satu mata pencaharian yang  banyak di minati oleh berbagai kalangan di indonesia.
Bukan tanpa sebab mengapa wirausaha memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan, tapi karena wirausaha dapat menghasilkan laba yang tidak memiliki batasan , flexibel dalam penggunaan waktu, dan tidak terikat orang lain yang artinya seseorang sebagai wirausahawan memungkinkan bebas dalam menentukan apa saja yang akan seorang wirausaha lakukan dalam mendirikan serta menjalankan usaha/bisnis tanpa terikat peraturan yang di buat orang lain.
  Wirausaha sendiri yang sering di implementasikan di indonesia sendiri antara lain, membuka usaha coffeeshop, angkringan, membangun toko, jasa desain grafis, bisnis percetakan, dan masih banyak lagi.
Angkringan dan coffeeshop merupakan dua jenis wirausaha yang sama sama menjual makanan dan minuman.
Kedua jenis usaha tersebut juga identik dengan yang orang orang sebut dengan tenpat ngopi.
Dengan adanya kedua tempat usaha tersebut juga dapat dijadikan sebagai sarana interaksi sosial yang tentunya berpengaruh dalam lingkup masyarakat, sebab terkadang kedua tempat tersebut dijadikan pelarian untuk melepas penat dari rutinitas yang melelah kan bagi beberapa orang yang tinggal di kota.
Yang menarik adalah meskipun terdapat perbedaan keduanya dalam segi status sosialnya, tetapi kenapa angkringan yang memiliki kelas sosial lebih rendah dari coffeeshop mampu bersaing alam segi jumlah peminat yang dimiliki angkringan dan coffeeshop.
Padahal coffeeshop yang pada dasarnya memiliki kualitas serta fasilitas yang di berikan lebih baik dari angkringan, tapi bagaimana angkringan yang lebih sederhana dan tradisional mampu mempertahankan jumlah peminatnya.

Related Results

ANALISIS SWOT UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING ANGKRINGAN DI KOTA PEKANBARU
ANALISIS SWOT UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING ANGKRINGAN DI KOTA PEKANBARU
Angkringan ialah tempat makan dengn harga yang cukup murah serta Identik dengan kebersamaan serta kesederhanaan nya buat sekedar makan, minum kopi, serta nongkrong. Angkringan tela...
Identifikasi Gaya Pengambilan Keputusan Mahasiswa sebagai Konsumen Coffeeshop
Identifikasi Gaya Pengambilan Keputusan Mahasiswa sebagai Konsumen Coffeeshop
Abstract. Previous studies examining consumer decision-making styles in different subjects and contexts have had different results. So that the results of research in the context o...
BRANDING ECHO (ENAK CETHO) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS WISATA KULINER ANGKRINGAN DI KOTA YOGYAKARTA
BRANDING ECHO (ENAK CETHO) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS WISATA KULINER ANGKRINGAN DI KOTA YOGYAKARTA
Belum adanya standarisasi kualitas PKL Angkringan terutama dari segi higienitasnya, mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat khususnya wisatawan dalam mengkonsumsi angkringan. T...
Pengembangan Usaha Angkringan Guna Mendukung Wisata Taman Toga di Padukuhan Ngelosari Kalurahan Srimulyo
Pengembangan Usaha Angkringan Guna Mendukung Wisata Taman Toga di Padukuhan Ngelosari Kalurahan Srimulyo
Potensi pengembangan usaha angkringan sebagai strategi peningkatan pendapatan dan perkembangan ekonomi lokal di Padukuhan Ngelosari, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupat...
Modal Sosial Pedagang Angkringan dalam Mempertahankan Usaha di Kota Pekanbaru
Modal Sosial Pedagang Angkringan dalam Mempertahankan Usaha di Kota Pekanbaru
Social capital includes social networks, norms, and beliefs of Angkringan vendors in maintaining business in Pekanbaru City. This study aims to find out the elements of social capi...
Desain Angkringan Sebuah Resiliensi Saat Pandemi Covid-19
Desain Angkringan Sebuah Resiliensi Saat Pandemi Covid-19
Pemanfaatan ruang luar sebagai resiliensi di masa pandemi seolah menjawab kebutuhan masyarakat terhadap interaksi sosial saat diberlakukannya peraturan pembatasan sosial fisik dala...
Analisis Manajemen Risiko pada UMKM Angrkingan di Indonesia
Analisis Manajemen Risiko pada UMKM Angrkingan di Indonesia
UMKM angkringan di Indonesia berperan penting dalam perekonomian lokal, namun menghadapi berbagai risiko yang dapat mengancam keberlanjutan pada UMKM Angkringan. Jurnal ini bertuju...

Back to Top