Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN HASIL PERFORMA BIT PDC UKURAN 8-1/2” PADA SUMUR EJ 11,EB 10,EB 11, DAN EB 12 PADA LAPANGAN “FA” CEKUNGAN ARJUNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPECIFIC ENERGY DAN COST PER FOOT

View through CrossRef
Pemilihan bit yaitu menjadi suatu hal yang penting dalam melakukan operasi pemboran agar dapat diharapkan memberikan laju penembusan yang baik serta mendapatkan hasil yang optimum dan ekonomis. Pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kepada keempat sumur yaitu EJ 11, EB 10, EB 11, dan EB 12 dengan menggunakan jenis PDC bit. Dengan bertujuan mengetahui di sumur mana yang memiliki energi rendah dan nilai ekonomisData yang dapat digunakan pada peneilitian ini yaitu data rig, dan data pemboran dari keempat sumur dengan menggunakan jenis PDC bit dan memiliki ukuran diameter 8-1/2” pada lapangan “FA”. Pada data tersebut dilakukan analisis perhitungan dengan menggunakan dua metode yaitu metode specific energy dan metode cost per foot, supaya dapat menentukan nilai energi dan nilai ekonomian.Nilai specific energy terkecil terdapat pada sumur EJ 11 run kedua kemudian nilai specific energy paling kecil yaitu 6,285 lb-in/in3. Untuk nilai specific energy terbesar terdapat pada sumur EB 11 run pertama yaitu 25,340. Untuk harga cost per foot yang paling rendah terdapat pada sumur EB 10 run kedua yaitu 115.48 $/foot. Untuk nilai cost per foot paling tinggi terdapat pada sumur EJ 11 run kedua dengan memiliki nilai 293.07 $/foot. Analisis dilakukan supaya mengetahui dimana letak sumur yang memiliki nilai paling kecil dari specific energy supaya sumur tersebut dapat dikatakan memiliki nilai energi yang rendah dan untuk menentukan letak sumur yang memiliki harga yang ekonomis.
Title: PERBANDINGAN HASIL PERFORMA BIT PDC UKURAN 8-1/2” PADA SUMUR EJ 11,EB 10,EB 11, DAN EB 12 PADA LAPANGAN “FA” CEKUNGAN ARJUNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPECIFIC ENERGY DAN COST PER FOOT
Description:
Pemilihan bit yaitu menjadi suatu hal yang penting dalam melakukan operasi pemboran agar dapat diharapkan memberikan laju penembusan yang baik serta mendapatkan hasil yang optimum dan ekonomis.
Pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kepada keempat sumur yaitu EJ 11, EB 10, EB 11, dan EB 12 dengan menggunakan jenis PDC bit.
Dengan bertujuan mengetahui di sumur mana yang memiliki energi rendah dan nilai ekonomisData yang dapat digunakan pada peneilitian ini yaitu data rig, dan data pemboran dari keempat sumur dengan menggunakan jenis PDC bit dan memiliki ukuran diameter 8-1/2” pada lapangan “FA”.
Pada data tersebut dilakukan analisis perhitungan dengan menggunakan dua metode yaitu metode specific energy dan metode cost per foot, supaya dapat menentukan nilai energi dan nilai ekonomian.
Nilai specific energy terkecil terdapat pada sumur EJ 11 run kedua kemudian nilai specific energy paling kecil yaitu 6,285 lb-in/in3.
Untuk nilai specific energy terbesar terdapat pada sumur EB 11 run pertama yaitu 25,340.
Untuk harga cost per foot yang paling rendah terdapat pada sumur EB 10 run kedua yaitu 115.
48 $/foot.
Untuk nilai cost per foot paling tinggi terdapat pada sumur EJ 11 run kedua dengan memiliki nilai 293.
07 $/foot.
Analisis dilakukan supaya mengetahui dimana letak sumur yang memiliki nilai paling kecil dari specific energy supaya sumur tersebut dapat dikatakan memiliki nilai energi yang rendah dan untuk menentukan letak sumur yang memiliki harga yang ekonomis.

Related Results

Rock Bit Imbalance Force Prediction
Rock Bit Imbalance Force Prediction
Abstract It is important to be able to predict the instantaneous forces and moments at the bit during drilling, but the rock/bit interaction process is not thorou...
Numerical Study on Rock-Breaking Mechanisms of Triangular-Shaped PDC Cutter
Numerical Study on Rock-Breaking Mechanisms of Triangular-Shaped PDC Cutter
ABSTRACT Conventional PDC cutter usually gets broken when drilling into deep formations due to high hardness and strong abrasion. To help solve such a problem, tr...
Rock/Bit Imbalance Force Prediction
Rock/Bit Imbalance Force Prediction
Abstract It is important to be able to predict the instantaneous forces and moments at the bit during drilling, but the rock/bit interaction process is not thorou...
Hubungan Konstruksi Sumur dengan Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Bitowa Kota Makassar
Hubungan Konstruksi Sumur dengan Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Bitowa Kota Makassar
Sumur gali adalah sumber mata air yang paling sering digunakan masyarakat perdesaan atau perkotaan. Terlebih pada masyarakat perdesaan air sumur gali memiliki manfaat sebagai keper...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik
Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik
Cekungan Singkawang merupakan salah satu cekungan sedimen di Indonesia yang belum dieksplorasi secara optimal. Cekungan ini berumur Pra-Tersier dan secara ekonomis belum cukup terb...
INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
Cekungan Berau merupakan cekungan yang mempunyai potensi menghasilkan hidrokarbon seperti halnya cekungan Bintuni dan Salawati. Penelitian yang telah dilakukan pada cekungan ini um...
Experimental Study of Conglomerate-Breaking Characteristics of Axe-Shaped PDC Cutter
Experimental Study of Conglomerate-Breaking Characteristics of Axe-Shaped PDC Cutter
ABSTRACT: Conventional PDC cutters are prone to get broken when drilling through conglomerate formations and soft-hard interbedded heterogeneous layers, leading...

Back to Top