Javascript must be enabled to continue!
Interpretasi Feminisme Tokoh Nyai Ontosoroh Dalam Novel Bumi Manusia Tulisan Pramoedya Ananta Toer Pada Komposisi Musik Ontosoroh Karya Peni Candra Rini
View through CrossRef
ABSTRAK Komposisi musik Ontosoroh mencoba menginterpretasi feminisme Nyai Ontosoroh dalam karya musik Ontosoroh, karya Peni Candra Rini. Dalam karya ini mencoba mengungkap wacana-wacana feminisme dari seorang wanita dalam menghadapi lika-liku kehidupan yang penuh dengan kemalangan dan nasib buruk yang diperoleh sejak kecil. Tetapi dari nasib buruk tersebut, Ontosoroh memiliki tekad yang kuat dalam mengubah nasib hidupnya dari seorang gundik, menjadi seorang pengusaha sukses dengan kekayaan yang melimpah. Karya yang digunakan sebagai obyek material adalah pementasan yang dilakukan di TBJT Surakarta pada 18 Agustus 2013, pukul 19:30. Pementasan ini adalah ‘preview season’ menjelang ‘Australia premiere’ di OzAsia Festival, Adelaide, Australia Selatan, pada tanggal 16 dan 17 September 2013. Pementasan ini dibantu oleh tiga musisi, yakni; Prisha Bashori Mustofa (Biola), Iswanto (Gender), dan Plenthe (Perkusi). Landasan teoritis karya ini menggunakan teori feminisme, sedangkan wacana feminisme yang diperoleh akan dipaparkan menjadi beberapa babak dalam satu pementasan, antara lain babak yang menggambarkan kelahiran tokoh Ontosoroh, Adegan Ontosoroh dijual oleh ayahnya, dan usaha-usaha yang ditampilkan oleh Ontosoroh dalam mengatasi nasib malangnya. Interpretasi feminisme di tafsir ulang dalam bentuk interaksi musikal, berupa komposisi musik dan vokal tunggal. Kata Kunci: Ontosoroh, Bumi Manusia, Feminisme, Peni Candra Rini. ABSTRACT The musical composition Ontosoroh tries to interpret Nyai Ontosoroh’s feminism in the musical work Ontosoroh by Peni Candra Rini. This work tries to uncover feminism discourses from a woman in facing her life that is full of misfortune and bad luck obtained since her childhood. From the bad luck, Ontosoroh has a strong will to change his destiny from a mistress to become a successful businessman with abundant wealth. The work used as a material object is a performance presented at the Surakarta TBJT on August 18, 2013, at 7:30 p.m. This performance is a ‘preview season’ ahead of ‘Australia premiere’ at the OzAsia Festival, Adelaide, South Australia, on September 16 and 17 2013. The performance is assisted by three musicians, namely; Prisha Bashori Mustofa (Biola), Iswanto (Gender), and Plenthe (Percussion). The theoretical basis of this work uses the theory of feminism, and the discourse of feminism obtained will be presented into several stages in one performance. The stages include the birth of Ontosoroh, Ontosoroh is sold by his father, and the struggle of Ontosoroh in overcoming his bad luck. The interpretation of feminism is reinterpreted in the form of musical interaction presented in the form of a musical composition and a single vocalist. Keywords: Ontosoroh, Bumi Manusia, Feminism, Peni Candra Rini.
Title: Interpretasi Feminisme Tokoh Nyai Ontosoroh Dalam Novel Bumi Manusia Tulisan Pramoedya Ananta Toer Pada Komposisi Musik Ontosoroh Karya Peni Candra Rini
Description:
ABSTRAK Komposisi musik Ontosoroh mencoba menginterpretasi feminisme Nyai Ontosoroh dalam karya musik Ontosoroh, karya Peni Candra Rini.
Dalam karya ini mencoba mengungkap wacana-wacana feminisme dari seorang wanita dalam menghadapi lika-liku kehidupan yang penuh dengan kemalangan dan nasib buruk yang diperoleh sejak kecil.
Tetapi dari nasib buruk tersebut, Ontosoroh memiliki tekad yang kuat dalam mengubah nasib hidupnya dari seorang gundik, menjadi seorang pengusaha sukses dengan kekayaan yang melimpah.
Karya yang digunakan sebagai obyek material adalah pementasan yang dilakukan di TBJT Surakarta pada 18 Agustus 2013, pukul 19:30.
Pementasan ini adalah ‘preview season’ menjelang ‘Australia premiere’ di OzAsia Festival, Adelaide, Australia Selatan, pada tanggal 16 dan 17 September 2013.
Pementasan ini dibantu oleh tiga musisi, yakni; Prisha Bashori Mustofa (Biola), Iswanto (Gender), dan Plenthe (Perkusi).
Landasan teoritis karya ini menggunakan teori feminisme, sedangkan wacana feminisme yang diperoleh akan dipaparkan menjadi beberapa babak dalam satu pementasan, antara lain babak yang menggambarkan kelahiran tokoh Ontosoroh, Adegan Ontosoroh dijual oleh ayahnya, dan usaha-usaha yang ditampilkan oleh Ontosoroh dalam mengatasi nasib malangnya.
Interpretasi feminisme di tafsir ulang dalam bentuk interaksi musikal, berupa komposisi musik dan vokal tunggal.
Kata Kunci: Ontosoroh, Bumi Manusia, Feminisme, Peni Candra Rini.
ABSTRACT The musical composition Ontosoroh tries to interpret Nyai Ontosoroh’s feminism in the musical work Ontosoroh by Peni Candra Rini.
This work tries to uncover feminism discourses from a woman in facing her life that is full of misfortune and bad luck obtained since her childhood.
From the bad luck, Ontosoroh has a strong will to change his destiny from a mistress to become a successful businessman with abundant wealth.
The work used as a material object is a performance presented at the Surakarta TBJT on August 18, 2013, at 7:30 p.
m.
This performance is a ‘preview season’ ahead of ‘Australia premiere’ at the OzAsia Festival, Adelaide, South Australia, on September 16 and 17 2013.
The performance is assisted by three musicians, namely; Prisha Bashori Mustofa (Biola), Iswanto (Gender), and Plenthe (Percussion).
The theoretical basis of this work uses the theory of feminism, and the discourse of feminism obtained will be presented into several stages in one performance.
The stages include the birth of Ontosoroh, Ontosoroh is sold by his father, and the struggle of Ontosoroh in overcoming his bad luck.
The interpretation of feminism is reinterpreted in the form of musical interaction presented in the form of a musical composition and a single vocalist.
Keywords: Ontosoroh, Bumi Manusia, Feminism, Peni Candra Rini.
Related Results
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
This study aims to describe the types of expressive speech acts and strategy used in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. This type of research is qualitative research ...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Bu Nyai Novelis And Bu Nyai Boardings-Based Economics: A Study of Bu Nyai Boardings-Style Economization In Indonesia
Bu Nyai Novelis And Bu Nyai Boardings-Based Economics: A Study of Bu Nyai Boardings-Style Economization In Indonesia
Purpose: The Paper is to study Bu Nyai novelist as the economic based of Bu Nyai based Islamic boarding schools in IndonesiaDesign/Method/Approach: This study the authors used a li...
Jejaring Ibu Nyai Pesantren Untuk Penguatan Kampanye Kesehatan Masyarakat
Jejaring Ibu Nyai Pesantren Untuk Penguatan Kampanye Kesehatan Masyarakat
Ibu Nyai (female scholars from pesantren) have high social capital in a paternalistic society, but their existence has yet to be studied. This paper aims to describe the potences o...
INTERJEKSI DALAM NOVEL “BUMI MANUSIA” KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
INTERJEKSI DALAM NOVEL “BUMI MANUSIA” KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai pendeskripsian jenis dan fungsi interjeksi dalam novel “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian kualitatif dengan deskripti...
Music Theraphy
Music Theraphy
Berbagai permasalahan dalam pelaksanaan layanan konseling dialami konselor sekolah. Konselor belum mampu menerapkan konseling yang memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan ti...
Manusia dalam Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer
Manusia dalam Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer
Bumi Manusia is a controversial and interesting novel, Pramoedya Ananta Toer as the author was accused of being involved with communists. Bumi Manusia was banned from circulation b...
Nyai Dasima
Nyai Dasima
Karya tari “Nyai Dasima” terinspirasi dari ketertarikan penata untuk membuat karya tari bernuansa Betawi dengan bekal pengetahuan tentang tari Betawi yang pernah dipelajari penata....

