Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Pemberian Fentanil dengan dan tanpa Lidokain Intravena terhadap Hemodinamik Pasca-Intubasi Endotrakeal dan Nilai Nyeri Tenggorokan Pascaoperasi di RSUP H. Adam Malik Medan

View through CrossRef
Latar Belakang: Intubasi endotrakeal dilakukan dalam berbagai situasi seperti kegagalan ventilasi noninvasif pada pasien perawatan intensif. Nyeri tenggorokan (postoperative sore throat) dan suara serak (hoarseness) merupakan komplikasi intubasi endotrakeal yang paling sering terjadi karena menyebabkan trauma mukosa jalan napas. Insiden nyeri tenggorokan dan suara serak akibat intubasi endotrakeal berkisar antara 5,7 – 90%, di mana 14,4 – 50% keluhan nyeri tenggorokan dan suara serak tersebut muncul segera setelah operasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan uji klinis acak terkontrol tersamar ganda (randomized double blind controlled clinical trial), untuk mengetahui pemberian fentanil dengan kombinasi lidokain dan fentanil terhadap hemodinamik pasca-intubasi endotracheal tube. Hasil: Usia rerata pada kelompok A yaitu 46-55 tahun, sedangkan pada kelompok B yaitu 26-35 tahun. Penurunan hemodinamik terutama mean arterial pressure (MAP) pasca-intubasi pada kelompok A (89,79 ± 8,74 mmHg) lebih kecil dibandingkan dengan kelompok B (91,81 ± 8,39 mmHg). Peningkatan visual analogue score (VAS) pada sore throat pasca-intubasi pada kelompok B (2,05 ± 0,74) lebih besar daripada kelompok A (1,81 ± 0,68). Pada uji normalitas didapatkan MAP pre-intubasi dan pasca-intubasi, serta sore throat pasca-intubasi terdistribusi normal (p > 0,05). Rerata sore throat kelompok A adalah 1,81 ± 0,68 dan kelompok B 2,05 ± 0,74 dengan nilai p sebesar 0,284 (p > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna sore throat pasca-intubasi pada kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada hemodinamik dan penilaian nyeri tenggorokan pascaoperasi pada pemberian fentanil dengan kombinasi lidokain intravena dan fentanil intravena pasca-intubasi endotracheal tube.
Title: Perbandingan Pemberian Fentanil dengan dan tanpa Lidokain Intravena terhadap Hemodinamik Pasca-Intubasi Endotrakeal dan Nilai Nyeri Tenggorokan Pascaoperasi di RSUP H. Adam Malik Medan
Description:
Latar Belakang: Intubasi endotrakeal dilakukan dalam berbagai situasi seperti kegagalan ventilasi noninvasif pada pasien perawatan intensif.
Nyeri tenggorokan (postoperative sore throat) dan suara serak (hoarseness) merupakan komplikasi intubasi endotrakeal yang paling sering terjadi karena menyebabkan trauma mukosa jalan napas.
Insiden nyeri tenggorokan dan suara serak akibat intubasi endotrakeal berkisar antara 5,7 – 90%, di mana 14,4 – 50% keluhan nyeri tenggorokan dan suara serak tersebut muncul segera setelah operasi.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan uji klinis acak terkontrol tersamar ganda (randomized double blind controlled clinical trial), untuk mengetahui pemberian fentanil dengan kombinasi lidokain dan fentanil terhadap hemodinamik pasca-intubasi endotracheal tube.
Hasil: Usia rerata pada kelompok A yaitu 46-55 tahun, sedangkan pada kelompok B yaitu 26-35 tahun.
Penurunan hemodinamik terutama mean arterial pressure (MAP) pasca-intubasi pada kelompok A (89,79 ± 8,74 mmHg) lebih kecil dibandingkan dengan kelompok B (91,81 ± 8,39 mmHg).
Peningkatan visual analogue score (VAS) pada sore throat pasca-intubasi pada kelompok B (2,05 ± 0,74) lebih besar daripada kelompok A (1,81 ± 0,68).
Pada uji normalitas didapatkan MAP pre-intubasi dan pasca-intubasi, serta sore throat pasca-intubasi terdistribusi normal (p > 0,05).
Rerata sore throat kelompok A adalah 1,81 ± 0,68 dan kelompok B 2,05 ± 0,74 dengan nilai p sebesar 0,284 (p > 0,05).
Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna sore throat pasca-intubasi pada kedua kelompok.
Tidak terdapat perbedaan bermakna pada hemodinamik dan penilaian nyeri tenggorokan pascaoperasi pada pemberian fentanil dengan kombinasi lidokain intravena dan fentanil intravena pasca-intubasi endotracheal tube.

Related Results

STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
Abstrak  Pendahuluan.Nyeri adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh individu yang sifatnya sangat subyektif, yang dapat mempengaruhi pikiran dan mengubah kehidupan. Juml...
Nyeri Pasca Operasi Dekompresi dan Stabilisasi Vertebra: Sampai Dimana Kita Saat Ini?
Nyeri Pasca Operasi Dekompresi dan Stabilisasi Vertebra: Sampai Dimana Kita Saat Ini?
Pembedahan dekompresi dan stabilisasi tulang belakang ini berkaitan dengan nyeri perioperatif yang cukup signifikan. Nyeri pascabedah dekompresi dan stabilisasi tulang belakang lum...
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Nyeri merupakan gejala yang sering dikeluhkan masyarakat, Di Indonesia sendiri nyeri kronik adalah alasan paling umum pasien untuk berkunjung ke klinik rawat jalan. Nyeri kronik me...
Pengaruh Terapi Dzikir Asmaul Husna Terhadap Parameter Hemodinamik Non Invasif Pasien Kritis Di Ruang ICU RS Bhayangkara
Pengaruh Terapi Dzikir Asmaul Husna Terhadap Parameter Hemodinamik Non Invasif Pasien Kritis Di Ruang ICU RS Bhayangkara
Pasien sakit kritis merupakan pasien yang mengalami perburukan patofisiologis dengan cepat yang dapat mengakibatkan kematian. Tingginya angka kematian pasien kritis di ruang ICU de...
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU MENUJU OPERASI PENGANGKATAN TUMOR INTRAKRANIAL DENGAN SKALA PERFORMA KARNOFSKY PASCAOPERASI
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU MENUJU OPERASI PENGANGKATAN TUMOR INTRAKRANIAL DENGAN SKALA PERFORMA KARNOFSKY PASCAOPERASI
Pendahuluan: Waktu tunggu menuju operasi pengangkatan tumor intrakranial elektif di Indonesia masih belum diketahui, terlebih lagi hubungannya dengan luaran fungsional pascaoperasi...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN ASI TERHADAP NYERI BAYI DENGAN TINDAKAN PENGAMBILAN SAMPEL DARAH DI RUANG PERINATOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN ASI TERHADAP NYERI BAYI DENGAN TINDAKAN PENGAMBILAN SAMPEL DARAH DI RUANG PERINATOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Bayi di ruang intensif sering mendapat tindakan yang mengakibatkan nyeri. Bayi yang sering terpapar nyeri berisko mengalami gangguan perkembangan otak, syaraf dan perilaku. Pemberi...

Back to Top