Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GEDUNG MUSIK BANDA ACEH

View through CrossRef
Musik adalah bahasa manusia, karena dengan musik kita dapat mengekspresikan kemauan, atau isi hati kita tanpa harus mengerti terlebih dahulu bahasa yang dipakai oleh mereka yang mendengarkan musik. Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh belum memiliki suatu tempat atau gedung yang di dalamnya terdapat bermacam fasilitas yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan musik, taman budaya yang ada hanya memiliki fasilitas pertunjukan saja. Maksud dan tujuan dari Gedung Musik Banda Aceh ini adalah menciptakan suatu rancangan yang dapat menjadi tempat untuk menggali potensi-potensi seni musik agar dapat menjadi nilai positif bagi dunia seni di Banda Aceh, tempat untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kegiatan musik yang lebih terpusat. Gedung Musik Banda Aceh ini berfasilitaskan tempat belajar musik, Concert Hall, tempat menjual alat-alat musik, dan aksesoris yang berhubungan dengan musik. Gedung musik Banda Aceh berada di jalan Mr. M. Hasan Kec. Lueng Bata Kota Banda Aceh. Penerapan tema Arsitektur Simbolis diharapkan dapat menghasilkan rancangan yang memiliki makna yang luas bagi yang melihatnya dan berfungsi sesuai dengan tujuan. Konsep perancangan gedung musik ini adalah merancang sebuah bangunan yang memiliki ciri khas tersendiri yang di dalamnya mengandung unsur musik, konsep desainnya diambil pada sebuah speaker yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan ruang yang diperlukan. Struktur bentang lebar yang digunakan dengan pemakaian tulangan dan rangka atap dari baja, sehingga mampu memberikan kekuatan dan juga estetika untuk Gedung Musik Banda Aceh tersebut. Luas lahan untuk perencanaan gedung musik ini 18.000 M², luas bangunan 6.205 M², Luas lahan KLB = 17.280 M², luas lantai KDB 40% = 7200 M². Gedung Musik ini tergolong bermassa banyak yaitu bangunan utama yang terdiri dari fasilitas belajar musik yang berkapasitas 500 orang, kantor pengelola, coffe shop dan galeri, dan juga terdapat concert hall yang berkapasitas 900 orang, juga terdapat bangunan mushalla dan ruang mesin.
Title: GEDUNG MUSIK BANDA ACEH
Description:
Musik adalah bahasa manusia, karena dengan musik kita dapat mengekspresikan kemauan, atau isi hati kita tanpa harus mengerti terlebih dahulu bahasa yang dipakai oleh mereka yang mendengarkan musik.
Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh belum memiliki suatu tempat atau gedung yang di dalamnya terdapat bermacam fasilitas yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan musik, taman budaya yang ada hanya memiliki fasilitas pertunjukan saja.
Maksud dan tujuan dari Gedung Musik Banda Aceh ini adalah menciptakan suatu rancangan yang dapat menjadi tempat untuk menggali potensi-potensi seni musik agar dapat menjadi nilai positif bagi dunia seni di Banda Aceh, tempat untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kegiatan musik yang lebih terpusat.
Gedung Musik Banda Aceh ini berfasilitaskan tempat belajar musik, Concert Hall, tempat menjual alat-alat musik, dan aksesoris yang berhubungan dengan musik.
Gedung musik Banda Aceh berada di jalan Mr.
M.
Hasan Kec.
Lueng Bata Kota Banda Aceh.
Penerapan tema Arsitektur Simbolis diharapkan dapat menghasilkan rancangan yang memiliki makna yang luas bagi yang melihatnya dan berfungsi sesuai dengan tujuan.
Konsep perancangan gedung musik ini adalah merancang sebuah bangunan yang memiliki ciri khas tersendiri yang di dalamnya mengandung unsur musik, konsep desainnya diambil pada sebuah speaker yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan ruang yang diperlukan.
Struktur bentang lebar yang digunakan dengan pemakaian tulangan dan rangka atap dari baja, sehingga mampu memberikan kekuatan dan juga estetika untuk Gedung Musik Banda Aceh tersebut.
Luas lahan untuk perencanaan gedung musik ini 18.
000 M², luas bangunan 6.
205 M², Luas lahan KLB = 17.
280 M², luas lantai KDB 40% = 7200 M².
Gedung Musik ini tergolong bermassa banyak yaitu bangunan utama yang terdiri dari fasilitas belajar musik yang berkapasitas 500 orang, kantor pengelola, coffe shop dan galeri, dan juga terdapat concert hall yang berkapasitas 900 orang, juga terdapat bangunan mushalla dan ruang mesin.

Related Results

Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Abstrak. Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari atau yang disebut dengan KRPL,...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
This study aims to identify and examine the existence and role of women in the bronze musical tradition: becanang in Bener Meriah. The extent of the role of men in Aceh, including ...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
ARAHAN PEMENUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH
ARAHAN PEMENUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH
The earthquake that occurred in Banda Aceh on December 26, 2004, followed by the tsunami along the coastline of the Indian Ocean caused a huge number of casualties and infrastructu...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
Music Theraphy
Music Theraphy
Berbagai permasalahan dalam pelaksanaan layanan konseling dialami konselor sekolah. Konselor belum mampu menerapkan konseling yang memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan ti...
HUBUNGAN SOSIAL MAYORITAS ISLAM DENGAN MINORITAS AGAMA-AGAMA LAIN DI KOTA BANDA ACEH-INDONESIA
HUBUNGAN SOSIAL MAYORITAS ISLAM DENGAN MINORITAS AGAMA-AGAMA LAIN DI KOTA BANDA ACEH-INDONESIA
Abstract: Assumption from outsiders that Aceh is intolerant is truly disadvantage for Aceh which its majority is Muslims and implement Syria law. Looking on religious perspectives,...

Back to Top