Javascript must be enabled to continue!
MANIFESTASI DAN PENGHAYATAN ASMAUL HUSNA DALAM DIRI PENGKARYA DAN KARYA SASTERA
View through CrossRef
Makalah ini bertitik tolak daripada maksud ayat al-Quran, “Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah (berdoalah) kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahertikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (Surah Al-A’raf: 180). Asmaul Husna dijelmakan dan dihayati dalam pelbagai segi kehidupan manusia muslim sebagai hamba-Nya; Rukun Iman, Rukun Islam, amalan zikir, bacaan dalam solat, lafaz doa solat fardu lima waktu dan solat sunat, misalnya solat Duha dan Taubat. Penghayatan dan penelitian Asmaul Husna itu mencetuskan ilham penulis untuk menyelami teks puisi Kita Tidak Selamanya Di Sini (2014) karya Anjanglie dan Sebentar Di Sini (2015) karya Ria Asmira. Penelitian awal ini sebagai permulaan penulis dalam usaha mengaitkan Asmaul Husna dengan karya sastera khasnya puisi (sajak). Manifestasi Asmaul Husna dapat dikesan manifestasinya sama ada secara tersurat atau tersirat, antaranya Al-Wahid (Yang Maha Esa), Al-‘Adzim (Yang Maha Agong), Al-Ghofur (Yang Maha Pengampun), Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri Sendiri), Al-Affuw (Yang Maha Pemaaf) dan Al-Mumit (Yang Maha Mematikan), Al- Aziz dan Al-Jabbar (Allah Yang Maha Kuat/ Perkasa) dan Allah Yang Maha Mengetahui (Al-Alim). Selain itu, persoalan kasih sayang manusia terungkap dalam makna nama Allah Yang Maha Pengasih (Ar-Rahman) dan Ar-Rahim (Allah Yang Maha Penyayang). Berdasarkan penelitian terhadap teks puisi tersebut, dapatlah dirumuskan sebagai hamba yang muslim, lafaz penyataan “sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk dan kerana Allah Tuhan Yang Menguasai Segala Alam” bahawa mutlak benar dan yakin bahawa segala-galanya adalah milik Allah SWT.
Title: MANIFESTASI DAN PENGHAYATAN ASMAUL HUSNA DALAM DIRI PENGKARYA DAN KARYA SASTERA
Description:
Makalah ini bertitik tolak daripada maksud ayat al-Quran, “Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah (berdoalah) kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahertikan nama-nama-Nya.
Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (Surah Al-A’raf: 180).
Asmaul Husna dijelmakan dan dihayati dalam pelbagai segi kehidupan manusia muslim sebagai hamba-Nya; Rukun Iman, Rukun Islam, amalan zikir, bacaan dalam solat, lafaz doa solat fardu lima waktu dan solat sunat, misalnya solat Duha dan Taubat.
Penghayatan dan penelitian Asmaul Husna itu mencetuskan ilham penulis untuk menyelami teks puisi Kita Tidak Selamanya Di Sini (2014) karya Anjanglie dan Sebentar Di Sini (2015) karya Ria Asmira.
Penelitian awal ini sebagai permulaan penulis dalam usaha mengaitkan Asmaul Husna dengan karya sastera khasnya puisi (sajak).
Manifestasi Asmaul Husna dapat dikesan manifestasinya sama ada secara tersurat atau tersirat, antaranya Al-Wahid (Yang Maha Esa), Al-‘Adzim (Yang Maha Agong), Al-Ghofur (Yang Maha Pengampun), Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri Sendiri), Al-Affuw (Yang Maha Pemaaf) dan Al-Mumit (Yang Maha Mematikan), Al- Aziz dan Al-Jabbar (Allah Yang Maha Kuat/ Perkasa) dan Allah Yang Maha Mengetahui (Al-Alim).
Selain itu, persoalan kasih sayang manusia terungkap dalam makna nama Allah Yang Maha Pengasih (Ar-Rahman) dan Ar-Rahim (Allah Yang Maha Penyayang).
Berdasarkan penelitian terhadap teks puisi tersebut, dapatlah dirumuskan sebagai hamba yang muslim, lafaz penyataan “sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk dan kerana Allah Tuhan Yang Menguasai Segala Alam” bahawa mutlak benar dan yakin bahawa segala-galanya adalah milik Allah SWT.
Related Results
KARAKTERISTIK KALIGRAFI ARAB PADA MASJID ASMAUL HUSNA GADING SERPONG
KARAKTERISTIK KALIGRAFI ARAB PADA MASJID ASMAUL HUSNA GADING SERPONG
Asmaul Husna Mosque in Gading Serpong uses the Asmaul Husna calligraphy design that decorates every outer wall of the mosque using Arabic calligraphy. This study aims to analyze th...
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Sekolah Dasar
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Sekolah Dasar
In Islamic religious education and ethics (often called PAI and BP) learning materials at SDN 2 Kesumadadi, there is material that discusses having faith in Allah through Asmaul Hu...
IMPLEMENTASI TEORI BEHAVIORISME TERHADAP PEMBIASAAN MEMBACA ASMAUL HUSNA
IMPLEMENTASI TEORI BEHAVIORISME TERHADAP PEMBIASAAN MEMBACA ASMAUL HUSNA
The theory of learning behaviorism observe the change of one's behavior as a result of past experience. This theory emphasizes that the behavior is a result of the interaction betw...
TEORI PUITIKA SASTERA MELAYU: INTERPRETASI DAN PRAKTIKALITI
TEORI PUITIKA SASTERA MELAYU: INTERPRETASI DAN PRAKTIKALITI
ABSTRAK
Makalah ini bertujuan menilai Teori Puitika Sastera Melayu sebagai teori sastera tempatan yang digagaskan oleh Muhammad Haji Salleh (1989). Teori ini mendapat perhati...
Pengaruh Terapi Dzikir Asmaul Husna Terhadap Parameter Hemodinamik Non Invasif Pasien Kritis Di Ruang ICU RS Bhayangkara
Pengaruh Terapi Dzikir Asmaul Husna Terhadap Parameter Hemodinamik Non Invasif Pasien Kritis Di Ruang ICU RS Bhayangkara
Pasien sakit kritis merupakan pasien yang mengalami perburukan patofisiologis dengan cepat yang dapat mengakibatkan kematian. Tingginya angka kematian pasien kritis di ruang ICU de...
Peningkatan Kemampuan Menghafal Asmaul Husna Melalui Metode Gerakan di TPA
Peningkatan Kemampuan Menghafal Asmaul Husna Melalui Metode Gerakan di TPA
Memorizing Asmaul Husna through the movement method at one of the Dadapan Village TPAs aims to increase the memorization of Asmaul Husna for children at the Dadapan Village TPA. Th...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Unggah-ungguh sebagai ide penciptaan karya seni lukis
Unggah-ungguh sebagai ide penciptaan karya seni lukis
Penciptaan karya Tugas Akhir dengan judul “Unggah-ungguh sebagai ide penciptaan karya seni lukis”, didasari dari ketertarikan pengkarya terhadap fenomena unggah-ungguh dalam budaya...

