Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT BEBAS MEROKOK

View through CrossRef
Pada zaman modern ini, rokok bukanlah benda asing lagi. Baik mereka yang hidup di kota maupun di desa pada umumnya sudah mengenal benda yang bernama rokok ini. Bahkan oleh sebagian orang, rokok sudah menjadi kebutuhan hidup yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa alasan yang jelas, seseorang akan merokok baik setelah makan, saat minum kopi atau teh, bahkan sambil bekerjapun sering diselingi dengan merokok. Rokok sudah menjadi kebudayaan manusia (Jaya, 2009). Merokok adalah kebiasaan bodoh yang dapat membunuh diri sendiri dan tentu saja tidak ada yang bisa dipuji dari kebiasaan tersebut. Merokok membuat seseorang menjadi pucat, tampak tidak sehat dan keriput. Sesungguhnya seluruh perokok dewasa memulai kebiasaan mereka sejak usia remaja saat 2 mereka masih terlalu mudah untuk memikirkan konsekuensi jangka panjang dari merokok (Lovastatin, 2007). Perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok yang dilakukan secara menetap dan terbentuk melalui empat tahap, yaitu: tahap preparation, initiation, becoming a smoker, dan maintenance of smoking (Maman, 2009). Jumlah konsumsi rokok di Indonesia menurut The Tobaco Atlas 2002, menempati pososi kelima di dunia yaitu sebesar 215 miliar batang. Mengikuti China sebanyak 1,634 triliun batang, Amerika Serikat sebanyak 451 miliar batang, Jepang sebanyak 328 miliar batang, dan Rusia sebanyak 258 miliar batang. Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orangyang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit sanghai Cina adalah disebabkan rokok (Jaya, 2009). Riset Kesehatan Dasar 2013 Kementerian Kesehatan RI menyatakan perilaku merokok penduduk usia 15 tahun ke atas masih belum terjadi penurunan dari 2007-2013, bahkan cenderung mengalami peningkatan dari 34,2% pada 2007 menjadi 36,2% pada 2013. Bahkan, yang lebih mencengangkan lagi, menurut penelitian terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), sebuah organisasi riset global di Universitas Washington, jumlah pria perokok di Indonesia meningkat dan menempati peringkat kedua di dunia dengan 57% di bawah Timor Leste 61%. Di bawah Indonesia ada Laos (51,3%), China (45,1%) Kamboja (42,1%).Dalam riset yang juga telah dipublikasikan dalam Journal of The American Medical
Title: GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT BEBAS MEROKOK
Description:
Pada zaman modern ini, rokok bukanlah benda asing lagi.
Baik mereka yang hidup di kota maupun di desa pada umumnya sudah mengenal benda yang bernama rokok ini.
Bahkan oleh sebagian orang, rokok sudah menjadi kebutuhan hidup yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kehidupan sehari-hari.
Tanpa alasan yang jelas, seseorang akan merokok baik setelah makan, saat minum kopi atau teh, bahkan sambil bekerjapun sering diselingi dengan merokok.
Rokok sudah menjadi kebudayaan manusia (Jaya, 2009).
Merokok adalah kebiasaan bodoh yang dapat membunuh diri sendiri dan tentu saja tidak ada yang bisa dipuji dari kebiasaan tersebut.
Merokok membuat seseorang menjadi pucat, tampak tidak sehat dan keriput.
Sesungguhnya seluruh perokok dewasa memulai kebiasaan mereka sejak usia remaja saat 2 mereka masih terlalu mudah untuk memikirkan konsekuensi jangka panjang dari merokok (Lovastatin, 2007).
Perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok yang dilakukan secara menetap dan terbentuk melalui empat tahap, yaitu: tahap preparation, initiation, becoming a smoker, dan maintenance of smoking (Maman, 2009).
Jumlah konsumsi rokok di Indonesia menurut The Tobaco Atlas 2002, menempati pososi kelima di dunia yaitu sebesar 215 miliar batang.
Mengikuti China sebanyak 1,634 triliun batang, Amerika Serikat sebanyak 451 miliar batang, Jepang sebanyak 328 miliar batang, dan Rusia sebanyak 258 miliar batang.
Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orangyang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit sanghai Cina adalah disebabkan rokok (Jaya, 2009).
Riset Kesehatan Dasar 2013 Kementerian Kesehatan RI menyatakan perilaku merokok penduduk usia 15 tahun ke atas masih belum terjadi penurunan dari 2007-2013, bahkan cenderung mengalami peningkatan dari 34,2% pada 2007 menjadi 36,2% pada 2013.
Bahkan, yang lebih mencengangkan lagi, menurut penelitian terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), sebuah organisasi riset global di Universitas Washington, jumlah pria perokok di Indonesia meningkat dan menempati peringkat kedua di dunia dengan 57% di bawah Timor Leste 61%.
Di bawah Indonesia ada Laos (51,3%), China (45,1%) Kamboja (42,1%).
Dalam riset yang juga telah dipublikasikan dalam Journal of The American Medical.

Related Results

hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
Merokok dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan paru-paru, kanker, impotensi, gangguan reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Perilaku merokok merup...
Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan
Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan
Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat. Namun, perilaku merokok masih ditemukan pada kelompok ini. PersepsiĀ  dam...
Penerapan Lima Pola Hidup Untuk Tetap Bugar Sehat Menuju Longevity
Penerapan Lima Pola Hidup Untuk Tetap Bugar Sehat Menuju Longevity
Pola hidup sehat merupakan upaya setiap orang yang ingin selalu sehat dan bugar, dengan memperhatikan gaya hidup sehat agar tubuh selalu terhindar dari berbagai macam penyakit. Pen...
SEKOLAH SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
SEKOLAH SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasa...
The Relationship Of Several Factors With Smoking Behavior Among Students At Muhammadiyah Gresik University
The Relationship Of Several Factors With Smoking Behavior Among Students At Muhammadiyah Gresik University
Di Indonesia, perilaku merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa jumlah orang yang merokok di Indonesia men...
PENGETAHUAN MEMPENGARUHI MOTIVASI KELUARGA DALAM PELAKSANAKAN GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT
PENGETAHUAN MEMPENGARUHI MOTIVASI KELUARGA DALAM PELAKSANAKAN GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT
Latar Belakang : Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi factor perkembangan penyakit degenerative dan merupakan ancaman terbesar dalam masyarakat. GERMAS (Geraka...
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA MASYARAKAT
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MEROKOK PADA MASYARAKAT
Merokok adalah kegiatan yang dapat mengakibatkan dampak serius bagi perokok serta orang yang berada disekitarnya. Sebagian besar dari masyarakat sudah cukup terpapar dengan informa...
Penyuluhan PHBS Dalam Mewujudkan Masyarakat Dusun Talang Parit Peduli Akan Kesehatan
Penyuluhan PHBS Dalam Mewujudkan Masyarakat Dusun Talang Parit Peduli Akan Kesehatan
Perilaku Hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap orang. Hidup sehat merupakan hal yang seharu...

Back to Top