Javascript must be enabled to continue!
Kearifan lokal Bali untuk pelestarian alam: Kajian wacana kartun-kartun majalah “Bog-Bog”
View through CrossRef
An aggressive logging becomes a chronic problem in Indonesia. There is an inappropriate paradigm in the understanding and treating of the environment, especially trees and forests. This article examines the discourse of nature conservation based on Balinese local wisdom as presented in visual cartoons of Bog-Bog magazine (No 10, Vol 10, 2012) which theme is tree. Information data taken from cartoon Bog-Bog magazine No. 10, analyzed by the theory of semiotics and supported by the theory of visual design elements. The pictures from the Bog-Bog cartoon show the artistic, critical and humorous efforts of the Bog-Bog cartoonists in constructing Balinese local discourse based on customs, belief, and Hindu religion in an important message of preserving the forest in particular and nature in general. Analysis shown that Bali has a number of local wisdom such as the sacred trust system of tree as one of the ecological messages for forest preservation. An example is the concept of palemahan in the Hindu philosophy of Tri Hita Karana which is important for the harmony of human relationship with nature as a source of prosperity. Bog-Bog cartoon successfully convey the nature conservation discourse based on Balinese local wisdom with the construction of humor, critical, and parody discourse.
Title: Kearifan lokal Bali untuk pelestarian alam: Kajian wacana kartun-kartun majalah “Bog-Bog”
Description:
An aggressive logging becomes a chronic problem in Indonesia.
There is an inappropriate paradigm in the understanding and treating of the environment, especially trees and forests.
This article examines the discourse of nature conservation based on Balinese local wisdom as presented in visual cartoons of Bog-Bog magazine (No 10, Vol 10, 2012) which theme is tree.
Information data taken from cartoon Bog-Bog magazine No.
10, analyzed by the theory of semiotics and supported by the theory of visual design elements.
The pictures from the Bog-Bog cartoon show the artistic, critical and humorous efforts of the Bog-Bog cartoonists in constructing Balinese local discourse based on customs, belief, and Hindu religion in an important message of preserving the forest in particular and nature in general.
Analysis shown that Bali has a number of local wisdom such as the sacred trust system of tree as one of the ecological messages for forest preservation.
An example is the concept of palemahan in the Hindu philosophy of Tri Hita Karana which is important for the harmony of human relationship with nature as a source of prosperity.
Bog-Bog cartoon successfully convey the nature conservation discourse based on Balinese local wisdom with the construction of humor, critical, and parody discourse.
Related Results
Inti pati dan nilai kartun rejabhad dalam majalah gila-gila
Inti pati dan nilai kartun rejabhad dalam majalah gila-gila
ABSTRAK Majalah kartun tidak hanya dinilai melalui luaran sahaja namun mempunyai inti pati dan aspek nilai melalui pendekatan cerita yang di bawa sama ada daripada ekspresi watak k...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang ...
Belajar Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kampung Adat Bena
Belajar Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kampung Adat Bena
Penataan ruang merupakan salah satu unsur untuk mewujudkan kehidupan yang serasi. Penataan ruang dapat berpedoman pada hukum nasional maupun pada kearifan lokal. Tujuan penelitian ...
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Ada Tiga rumusan masalah yang menjadi pembahasan dalam tulisan berjudul “Model Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal ini. (1) pengaruh faktor lintas budaya dan globalisasi terhadap ke...
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat Buton Selatan. Fokus penelitian ini...
DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
<p>Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui peran nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam <em>Dieng Cultural Festival</em> (DCF) sebagai wujud harmonisasi antara...

