Javascript must be enabled to continue!
Peran Bentara Budaya dalam Menjaga Warisan Seni Tradisi di Tengah Arus Urbanisasi dan Globalisasi
View through CrossRef
Globalisasi dan urbanisasi telah menjadi tantangan bagi upaya pelestarian warisan budaya di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Penelitian ini mengkaji peran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), sebuah lembaga kebudayaan di bawah Kompas Gramedia, dalam menjaga seni tradisi dan melibatkan masyarakat di tengah dinamika perkembangan kota. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara narasumber, penelitian ini menemukan bahwa BBY berperan sebagai ruang inklusif yang mendukung pelestarian seni tradisi yang sering terpinggirkan. Hal ini sejalan dengan konsep "people-centered museology" yang menjadikan museum atau lembaga budaya sebagai tempat aktif bagi komunitas untuk menjaga tradisi, bukan hanya penyimpanan artefak. BBY juga berupaya menyeimbangkan pelestarian budaya dengan perkembangan kota dan pariwisata. Keterlibatan masyarakat lokal ditekankan sebagai kunci pariwisata berkelanjutan. Secara keseluruhan, BBY memberikan akses dan ruang bagi seniman serta pengrajin tradisi, menciptakan dialog antara kreator dan apresiator. Keterlibatan masyarakat adalah elemen krusial dalam pelestarian budaya, sebagai upaya mempertahankan "patch" budaya lokal di tengah arus modernisasi global. Pelestarian warisan budaya memerlukan keseimbangan antara modernisasi, pelibatan masyarakat, dan pemahaman dinamika lokal untuk memastikan nilai budaya terus diwariskan.
Universitas Gadjah Mada
Title: Peran Bentara Budaya dalam Menjaga Warisan Seni Tradisi di Tengah Arus Urbanisasi dan Globalisasi
Description:
Globalisasi dan urbanisasi telah menjadi tantangan bagi upaya pelestarian warisan budaya di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
Penelitian ini mengkaji peran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), sebuah lembaga kebudayaan di bawah Kompas Gramedia, dalam menjaga seni tradisi dan melibatkan masyarakat di tengah dinamika perkembangan kota.
Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara narasumber, penelitian ini menemukan bahwa BBY berperan sebagai ruang inklusif yang mendukung pelestarian seni tradisi yang sering terpinggirkan.
Hal ini sejalan dengan konsep "people-centered museology" yang menjadikan museum atau lembaga budaya sebagai tempat aktif bagi komunitas untuk menjaga tradisi, bukan hanya penyimpanan artefak.
BBY juga berupaya menyeimbangkan pelestarian budaya dengan perkembangan kota dan pariwisata.
Keterlibatan masyarakat lokal ditekankan sebagai kunci pariwisata berkelanjutan.
Secara keseluruhan, BBY memberikan akses dan ruang bagi seniman serta pengrajin tradisi, menciptakan dialog antara kreator dan apresiator.
Keterlibatan masyarakat adalah elemen krusial dalam pelestarian budaya, sebagai upaya mempertahankan "patch" budaya lokal di tengah arus modernisasi global.
Pelestarian warisan budaya memerlukan keseimbangan antara modernisasi, pelibatan masyarakat, dan pemahaman dinamika lokal untuk memastikan nilai budaya terus diwariskan.
Related Results
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
Latar Belakang : Tikar yang merupakan kerajinan tangan yang berasal dari desa pedamaran.penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menjelaskan secara keseluruha...
Pengaruh Warisan Budaya Lokal dalam Karya Seni Visual Kontemporari Seniman Generasi Muda di Malaysia
Pengaruh Warisan Budaya Lokal dalam Karya Seni Visual Kontemporari Seniman Generasi Muda di Malaysia
Kajian ini bertujuan untuk mendekati, memahami dan menjelaskan pengaruh warisan budaya local dalam karya seni visual kontemporari di Malaysia yang telah diciptakan oleh para senima...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
VALUATION OF CULTURAL HERITAGE ASSET: ISSUES AND CHALLENGES
VALUATION OF CULTURAL HERITAGE ASSET: ISSUES AND CHALLENGES
AbstrakPenilaian hartanah warisan budaya adalah berbeza bila dibandingkan dengan aset atau hartanah lainkerana warisan budaya tidak dapat dijualbeli secara aktif dalam pasaran. Keb...
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP ARUS EKSITASI GENERATOR UNIT 2 PLTMH CURUG
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP ARUS EKSITASI GENERATOR UNIT 2 PLTMH CURUG
Generator salah satu bagian dari sistem tenaga listrik yang digunakan untuk mengkon-versi energi mekanik yang berasal dari putaran turbin menjadi energi listrik dengan memanfaatkan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PUSAT SENI BUDAYA SIMEULUE DI KOTA SINABANG
PUSAT SENI BUDAYA SIMEULUE DI KOTA SINABANG
Simeulue memiliki berbagai macam seni budaya yang khas, yaitu seni nandong dan debus yang sejak lama sudah ada dan selalu diajarkan dari generasi ke generasi dan seiring berjalanny...

