Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PUSAT SENI BUDAYA SIMEULUE DI KOTA SINABANG

View through CrossRef
Simeulue memiliki berbagai macam seni budaya yang khas, yaitu seni nandong dan debus yang sejak lama sudah ada dan selalu diajarkan dari generasi ke generasi dan seiring berjalannya waktu seni budaya semakin dikembangkan yaitu seperti tari silongor dan mangasila, yang mana dulu hanya merupakan sebuah lagu daerah Simeulue. Di Simeulue saat ini belum mempunyai sebuah wadah atau tempat yang memiliki fasilitas yang layak untuk menampung masyarakat, serta sanggar-sanggar seni untuk mempertunjukan maupun mengembangkan kemampuan seni budaya yang dimiliki. Selain itu adanya Pusat Seni Budaya juga akan menampung layanan informasi seputar pariwisata (Tourism Information Center), dan juga sekaligus sebagai promosi Simeulue ke luar daerah. Pusat Seni Budaya Simeulue yang akan direncanakan berada di ibu kota Kabupaten Simeulue, yaitu Sinabang.Pusat Seni Budaya Simeulue di Kota Sinabang yang akan direncanakan termasuk kedalam klasifikasi Kabupaten. Pendekatan tema Arsitektur Neo-Vernakular untuk menghadirkan keselarasan antara kebiasaan masyarakat dengan seni budaya Simeulue. Pengembangan adat istiadat yang dimiliki oleh Simeulue, seperti motif khas milik Simeulue yaitu mata-mata, batik khas Simeulue, dan rumah adat tradisional Simeulue.Dengan analisis angin, matahari, dan hujan yang disesuaikan dengan keadaan di Simeulue. Luas lahan untuk perencanaan Pusat Seni Budaya Simeulue di Kota Sinabang ini 27.000 m², Massa bangunan yang direncanakan menggunakan pola massa tunggal. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 40% yaitu 7,200 m² dan ketinggian bangunan yaitu 20.000 m. Dengan fasilitas-fasilitas utama seperti Auditorium dan Amphiteather dan fasilitas pendukung Tourism Information Center, perpustakaan seni, ATM Center, Studio Seni dan fasilitas lainnya yang menjadikan pusat seni budaya menjadi lebih lengkap dan memberi manfaat lebih kepada pengunjung Pusat Seni Budaya Simeulue di Kota Sinabang.
Title: PUSAT SENI BUDAYA SIMEULUE DI KOTA SINABANG
Description:
Simeulue memiliki berbagai macam seni budaya yang khas, yaitu seni nandong dan debus yang sejak lama sudah ada dan selalu diajarkan dari generasi ke generasi dan seiring berjalannya waktu seni budaya semakin dikembangkan yaitu seperti tari silongor dan mangasila, yang mana dulu hanya merupakan sebuah lagu daerah Simeulue.
Di Simeulue saat ini belum mempunyai sebuah wadah atau tempat yang memiliki fasilitas yang layak untuk menampung masyarakat, serta sanggar-sanggar seni untuk mempertunjukan maupun mengembangkan kemampuan seni budaya yang dimiliki.
Selain itu adanya Pusat Seni Budaya juga akan menampung layanan informasi seputar pariwisata (Tourism Information Center), dan juga sekaligus sebagai promosi Simeulue ke luar daerah.
Pusat Seni Budaya Simeulue yang akan direncanakan berada di ibu kota Kabupaten Simeulue, yaitu Sinabang.
Pusat Seni Budaya Simeulue di Kota Sinabang yang akan direncanakan termasuk kedalam klasifikasi Kabupaten.
Pendekatan tema Arsitektur Neo-Vernakular untuk menghadirkan keselarasan antara kebiasaan masyarakat dengan seni budaya Simeulue.
Pengembangan adat istiadat yang dimiliki oleh Simeulue, seperti motif khas milik Simeulue yaitu mata-mata, batik khas Simeulue, dan rumah adat tradisional Simeulue.
Dengan analisis angin, matahari, dan hujan yang disesuaikan dengan keadaan di Simeulue.
Luas lahan untuk perencanaan Pusat Seni Budaya Simeulue di Kota Sinabang ini 27.
000 m², Massa bangunan yang direncanakan menggunakan pola massa tunggal.
Koefisien Dasar Bangunan (KDB) 40% yaitu 7,200 m² dan ketinggian bangunan yaitu 20.
000 m.
Dengan fasilitas-fasilitas utama seperti Auditorium dan Amphiteather dan fasilitas pendukung Tourism Information Center, perpustakaan seni, ATM Center, Studio Seni dan fasilitas lainnya yang menjadikan pusat seni budaya menjadi lebih lengkap dan memberi manfaat lebih kepada pengunjung Pusat Seni Budaya Simeulue di Kota Sinabang.

Related Results

SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
Sebagai pusat pelayanan dan pemerintahan,  Kota Bandung berperan terhadap  Kota- Kota di sekitarnya. Untuk mendukung pergerakan tersebut, Terminal Leuwipanjang menyediakan jasa pel...
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
Art criticism is a process of evaluating and inputting a work of art. The purpose of doing art criticism is to provide improvements to a work of art to make it even better. The met...
PENINGKATAN KASUS CERAI GUGAT DENGAN KETIDAKHARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi Penelitian di Mahkamah Syar’iyah Sinabang)
PENINGKATAN KASUS CERAI GUGAT DENGAN KETIDAKHARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi Penelitian di Mahkamah Syar’iyah Sinabang)
Pernikahan sama sekali tidak terkait dengan segala bentuk pemaksaan, karena pernikahan didasarkan pada prinsip-prinsip persetujuan, rasa hormat, dan pemahaman bersama. Jika terjadi...
Pesan Moral dalam Syair Nandong Kabupaten Simeulue
Pesan Moral dalam Syair Nandong Kabupaten Simeulue
This research aims to describe the moral message in Nandong poetry Simeulue regency. The method used is descriptive qualitative. The data collection technique in this research is o...
Study of Affixation In West Simeulue Language
Study of Affixation In West Simeulue Language
This study discusses the type of affixation, especially prefixes and suffixes in the West Simeulue language. This study aims to find what types of prefixes and suffixes are in West...
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM LUKISAN œKAMPUNG KARO KARYA RASINTA TARIGAN
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM LUKISAN œKAMPUNG KARO KARYA RASINTA TARIGAN
Rasinta Tarigan is a Karo artist who created  a painting titled œKampung Karo with the romance of Karo people™s lives. He emphasized the cultural values of the Karo people in the ...

Back to Top