Javascript must be enabled to continue!
Formulasi Sabun Cuci dari Minyak Jelantah dengan Penambahan Air Asam Sunti
View through CrossRef
Sabun merupakan bahan pembersih yang terbuat dari minyak, salah satunya minyak kelapa, minyak kelapa yang telah digunakan biasanya dibuang sebagai limbah (minyak jelantah), dengan penambahan air asam sunti. Air asam sunti merupakan salah satu bumbu masak yang mengandung senyawa asam yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sabun yang mengandung air asam sunti. Penelitian ini bersifat eksperimental untuk memformulasikan sabun cuci yang mengandung air asam sunti dengan bahan dasar minyak jelantah dengan formulasi sabun dari berbagai konsentrasi air asam sunti 1,25% (F1), 1,50% (F2) dan 1,75% (F3). Formula dievaluasi dengan parameter organoleptik, kadar air, pH, homogenitas, tinggi busa dan daya bersih sabun. Hasil penelitian menunjukkan sabun (F1, F2, F3) berbentuk padat, warna coklat dan berbau khas lemon, kadar air secara berurutan 20,34%; 14,21% dan 14,8%, pH berkisar 8-10, homogenitas dari ketiga formula tidak homogen, tinggi busa 48-78 cm dan dapat sebagai pembersih. Dari hasil penelitian bahwa minyak jelantah dan air asam sunti dapat diformulasikan menjadi sabun cuci dengan hasil formula yang baik pada konsentrasi air asam sunti formula 3.
Universitas Hang Tuah
Title: Formulasi Sabun Cuci dari Minyak Jelantah dengan Penambahan Air Asam Sunti
Description:
Sabun merupakan bahan pembersih yang terbuat dari minyak, salah satunya minyak kelapa, minyak kelapa yang telah digunakan biasanya dibuang sebagai limbah (minyak jelantah), dengan penambahan air asam sunti.
Air asam sunti merupakan salah satu bumbu masak yang mengandung senyawa asam yang cukup tinggi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sabun yang mengandung air asam sunti.
Penelitian ini bersifat eksperimental untuk memformulasikan sabun cuci yang mengandung air asam sunti dengan bahan dasar minyak jelantah dengan formulasi sabun dari berbagai konsentrasi air asam sunti 1,25% (F1), 1,50% (F2) dan 1,75% (F3).
Formula dievaluasi dengan parameter organoleptik, kadar air, pH, homogenitas, tinggi busa dan daya bersih sabun.
Hasil penelitian menunjukkan sabun (F1, F2, F3) berbentuk padat, warna coklat dan berbau khas lemon, kadar air secara berurutan 20,34%; 14,21% dan 14,8%, pH berkisar 8-10, homogenitas dari ketiga formula tidak homogen, tinggi busa 48-78 cm dan dapat sebagai pembersih.
Dari hasil penelitian bahwa minyak jelantah dan air asam sunti dapat diformulasikan menjadi sabun cuci dengan hasil formula yang baik pada konsentrasi air asam sunti formula 3.
Related Results
Pemanfaatan Hasil Samping Fermentasi Belimbing Wuluh (Asam Sunti) dalam Pengolahan Ikan
Pemanfaatan Hasil Samping Fermentasi Belimbing Wuluh (Asam Sunti) dalam Pengolahan Ikan
Abstrak. Sampai saat ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan hasil samping dari produk asam sunti. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh perendaman ikan d...
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun diba...
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DAN LILIN HIAS UNTUK MEMINIMALISIR MINYAK JELANTAH BAGI MASYARAKAT KELURAHAN PANTAI AMAL
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DAN LILIN HIAS UNTUK MEMINIMALISIR MINYAK JELANTAH BAGI MASYARAKAT KELURAHAN PANTAI AMAL
Minyak goreng bekas atau minyak jelantah memiliki dampak pada penggunaannya yang secara terus menerus baik pada kesehatan tubuh maupun lingkungan. Oleh karena itu, minyak jelantah...
Status pengelolaan minyak jelantah di Kota Salatiga dan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya
Status pengelolaan minyak jelantah di Kota Salatiga dan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Penggunaan minyak goreng secara berulang dapat membuatnya menjadi minyak jelantah...
PKM Edukasi Pembuatan Sabun Padat dari Minyak Jelantah Dengan Biochar Dalam Meningkatkan Produk Pembelajaran
PKM Edukasi Pembuatan Sabun Padat dari Minyak Jelantah Dengan Biochar Dalam Meningkatkan Produk Pembelajaran
PKBM Khalilah Insan Madani Medan konsisten dan berinovasi untuk memberikan warna baru dalam dunia pendidikan dan pengasuhan di kota Medan. Khalilah Mengusung konsep Fitrah Based Ed...
Pemasyarakatan Pembuatan Sabun Cuci dari Bahan Minyak Jelantah di Desa Takofi, Kecamatan Pulau MOTI
Pemasyarakatan Pembuatan Sabun Cuci dari Bahan Minyak Jelantah di Desa Takofi, Kecamatan Pulau MOTI
Minyak jelantah merupakan limbah yang tidak dipakai dalam proses penggorengan. Minyak ini tidak sehat jika dipakai untuk proses pengolahan makanan karena strukturnya yang sudah ber...
ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN NEGATIF DARI SEDIAAN SABUN CUCI PIRING FERMENTASI KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI
ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN NEGATIF DARI SEDIAAN SABUN CUCI PIRING FERMENTASI KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sabun cuci piring yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang (Clitoria ternatea L) dari konsentrasi gula 20%, 30%, ...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Salah satu perilaku hid...

