Javascript must be enabled to continue!
PATOFISIOLOGI BARODONTALGIA PADA PENERBANGAN SIPIL
View through CrossRef
Barodontalgia merupakan nyeri gigi yang disebabkan oleh perubahan tekanan barometrik akibat perubahan ketinggian. Sebagai individu yang biasa hidup didarat, saat terbang diketinggian selama penerbangan sipil akan memungkinkan mengalami keluhan nyeri pada gigi akibat perubahan tekanan barometrik. Barodontalgia adalah suatu gejala pada suatu kondisi patologis, dan pada kebanyakan kasus merupakan hal yang erat hubungannya dengan kondisi patologis gigi yang sudah ada sebelumnya. Kondisi patologis yang paling sering dilaporkan sebagai penyebab barodontalgia adalah karies gigi, pulpitis, nekrosis pulpa, adanya tambalan yang rusak atau tidak sempurna serta impaksi gigi molar ketiga, namun patofisiologi barodontalgia belum sepenuhnya dipahami. Intensitas dan saat terjadinya barodontalgia dapat berbeda-beda pada tiap individu tergantung pada kondisi patologis yang ada dan fase saat terbang (ascent, descent atau cruise). Dalam artikel ini akan mengulas mengenai pengertian,etiologi dan patofisiologi barodontalgia serta hubungan antara faktorfaktor patofisiologis dari gigi penyebab barodontalgia dengan perubahan tekanan yang terjadi pada ketinggian selama penerbangan sipil.
Universitas Sumatera Utara
Title: PATOFISIOLOGI BARODONTALGIA PADA PENERBANGAN SIPIL
Description:
Barodontalgia merupakan nyeri gigi yang disebabkan oleh perubahan tekanan barometrik akibat perubahan ketinggian.
Sebagai individu yang biasa hidup didarat, saat terbang diketinggian selama penerbangan sipil akan memungkinkan mengalami keluhan nyeri pada gigi akibat perubahan tekanan barometrik.
Barodontalgia adalah suatu gejala pada suatu kondisi patologis, dan pada kebanyakan kasus merupakan hal yang erat hubungannya dengan kondisi patologis gigi yang sudah ada sebelumnya.
Kondisi patologis yang paling sering dilaporkan sebagai penyebab barodontalgia adalah karies gigi, pulpitis, nekrosis pulpa, adanya tambalan yang rusak atau tidak sempurna serta impaksi gigi molar ketiga, namun patofisiologi barodontalgia belum sepenuhnya dipahami.
Intensitas dan saat terjadinya barodontalgia dapat berbeda-beda pada tiap individu tergantung pada kondisi patologis yang ada dan fase saat terbang (ascent, descent atau cruise).
Dalam artikel ini akan mengulas mengenai pengertian,etiologi dan patofisiologi barodontalgia serta hubungan antara faktorfaktor patofisiologis dari gigi penyebab barodontalgia dengan perubahan tekanan yang terjadi pada ketinggian selama penerbangan sipil.
Related Results
Aspek Hukum Keselamatan Penerbangan di Indonesia
Aspek Hukum Keselamatan Penerbangan di Indonesia
Penerbangan sebagai bagian dari sistem transportasi nasional mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat, oleh karenanya penyelenggaraan harus ditata dalam satu kesatuan s...
PENGARUH PENGGABUNGAN UNIT TERHADAP EFISIENSI PELAYANAN INFORMASI PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG MAKASSAR AIR TRAFFIC SERVICE CENTER (MATSC)
PENGARUH PENGGABUNGAN UNIT TERHADAP EFISIENSI PELAYANAN INFORMASI PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG MAKASSAR AIR TRAFFIC SERVICE CENTER (MATSC)
Pemberian pelayanan informasi penerbangan sangat penting dalam keselamatan penerbangan. Dalam Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, disebutkan bahwa keselamatan pe...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penerbangan Perintis dan Permasalahannya di Maluku Utara
Penerbangan Perintis dan Permasalahannya di Maluku Utara
The movement of passengers, goods and mail in North Maluku rely on air transport mode, known as Flight Pioneers. This research focused on the flight route, flight frequency and ava...
Pengaruh Remunerasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia
Pengaruh Remunerasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh remunerasi terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, mengetahui dan menganalisis disipl...
UPAYA PENINGKATAN KAPABILITAS ANALISIS DATA PENERBANGAN DENGAN PELATIHAN BERBASIS KOMPUTER
UPAYA PENINGKATAN KAPABILITAS ANALISIS DATA PENERBANGAN DENGAN PELATIHAN BERBASIS KOMPUTER
Perekam data penerbangan merupakan peralatan yang penting dan harus terpasang pada pesawat udara sebagaimana diatur dalam peraturan keselamatan penerbangan sipil. Untuk menghasilka...
FLEET ASSIGNMENT OPTIMIZATION AND FLEET USE EVALUATION ON CREW PAIRING WITHOUT SIT TIME
FLEET ASSIGNMENT OPTIMIZATION AND FLEET USE EVALUATION ON CREW PAIRING WITHOUT SIT TIME
Meskipun penugasan armada dilakukan terlebih dahulu, namun hasil dari evaluasi pelaksanaan crew pairing ataupun crew rostering dapat menjadi masukan untuk penugasan armada berikutn...
Analisis Penerapan Psak 73 Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Subsektor Maskapai Penerbangan
Analisis Penerapan Psak 73 Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Subsektor Maskapai Penerbangan
This study aims to analyze the effect of PSAK 73 implementation on the financial performance of airline companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This study employs q...

