Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

JENIS DAN MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DI SUNGAI METIAN DESA KORONG DASO KABUPATEN SINTANG

View through CrossRef
Abstrak: Sungai Metian desa Korong Daso Kabupaten Sintang merupakan salah satu habitat Kura-kura air tawar. Sungai Metian memiliki kondisi yang cukup baik, airnya jernih, substrat tanah berpasir, pepohonan rindang dan terdapat bebatuan, yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya Kura-Kura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan morfologi Kura-Kura air tawar pada Sungai Metian. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Visual Encounter Survei (VES) dan  dikombinasikan dengan sistem jalur. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari pukul 19:00-22:00 WIB dan pagi hari 08:00-12:00 WIB melalui pengamatan langsung, pemasangan pancing, bubu dan penyelaman. Hasil penelitian ditemukan 3 jenis Kura-Kura air tawar yaitu Kahpos (Dogania subplana ) sebanyak 3 individu, Jolabik Hinut (Amyda cartilaginea) sebanyak 2 invidu dan  Kolop Pohkang (Notochelys platynota) sebanyak 5 individu. Secara morfologis jenis Dogania subplana memiliki karapas atau cangkang lunak, berbentuk jorong atau memanjang, pipih datar, plastron tidak menutupi semua areal bagian perut serta dapat digerakan. Lehernya panjang sehingga kepalanya dapat menjangkau sekurangnya setengah dari karapas atau cangkangnya, tungkai depan dan belakang dengan selaput penuh, berkuku runcing. Jenis Amyda cartilaginea memiliki tonjolan menyerupai spiral berjumlah satu baris, pada perisai punggung terdapat bintil-bintil kecil membentuk garis-garis yang terputus-putus dari depan ke belakang. Kepala bewarana hitam memiliki bintik-bintik bewarna kuning. Tungkai depan dan belakang mempunyai selaput penuh dan jari-jari kaki mempunyai cakar yang relatif kuat dan berujung lancip. Kura-kura jenis Notochelys platynota memiliki karapas datar memanjang, punggung bewarna coklat, vetral scute berjumlah enam dan costal berjumlah empat keeping. Plastron tidak dapat digerakan. Pada masing-masing scute. gular, humeral, pectoral, abdominal, femoral, dan anal masing- masing berjumlah 2 keping. Tungkai depan dan belakang berselaput penuh.  
Universitas Kapuas Sintang
Title: JENIS DAN MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DI SUNGAI METIAN DESA KORONG DASO KABUPATEN SINTANG
Description:
Abstrak: Sungai Metian desa Korong Daso Kabupaten Sintang merupakan salah satu habitat Kura-kura air tawar.
Sungai Metian memiliki kondisi yang cukup baik, airnya jernih, substrat tanah berpasir, pepohonan rindang dan terdapat bebatuan, yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya Kura-Kura.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan morfologi Kura-Kura air tawar pada Sungai Metian.
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Visual Encounter Survei (VES) dan  dikombinasikan dengan sistem jalur.
Pengumpulan data dilakukan pada malam hari pukul 19:00-22:00 WIB dan pagi hari 08:00-12:00 WIB melalui pengamatan langsung, pemasangan pancing, bubu dan penyelaman.
Hasil penelitian ditemukan 3 jenis Kura-Kura air tawar yaitu Kahpos (Dogania subplana ) sebanyak 3 individu, Jolabik Hinut (Amyda cartilaginea) sebanyak 2 invidu dan  Kolop Pohkang (Notochelys platynota) sebanyak 5 individu.
Secara morfologis jenis Dogania subplana memiliki karapas atau cangkang lunak, berbentuk jorong atau memanjang, pipih datar, plastron tidak menutupi semua areal bagian perut serta dapat digerakan.
Lehernya panjang sehingga kepalanya dapat menjangkau sekurangnya setengah dari karapas atau cangkangnya, tungkai depan dan belakang dengan selaput penuh, berkuku runcing.
Jenis Amyda cartilaginea memiliki tonjolan menyerupai spiral berjumlah satu baris, pada perisai punggung terdapat bintil-bintil kecil membentuk garis-garis yang terputus-putus dari depan ke belakang.
Kepala bewarana hitam memiliki bintik-bintik bewarna kuning.
Tungkai depan dan belakang mempunyai selaput penuh dan jari-jari kaki mempunyai cakar yang relatif kuat dan berujung lancip.
Kura-kura jenis Notochelys platynota memiliki karapas datar memanjang, punggung bewarna coklat, vetral scute berjumlah enam dan costal berjumlah empat keeping.
Plastron tidak dapat digerakan.
Pada masing-masing scute.
gular, humeral, pectoral, abdominal, femoral, dan anal masing- masing berjumlah 2 keping.
Tungkai depan dan belakang berselaput penuh.
 .

Related Results

LATAR DALAM NOVEL KURA-KURA BERJANGGUT KARYA AZHARI AIYUB
LATAR DALAM NOVEL KURA-KURA BERJANGGUT KARYA AZHARI AIYUB
The Novel Kura-Kura Berjanggut by Azhari Aiyub depicts a setting that can be used as knowledge related to life in ancient times such as place, time and social, and life lessons.The...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an
SEJARAH KOTA SINTANG DARI 1822 –1900-an
Abstrak: Penelitian ini bertujuan membahas sejarah Sintang dari tahun 1822 – 1900-an yang dibagi dalam empat periode yaitu Kerajaan Sintang, Sintang pada masa Kolonial Belanda dan ...
IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI KARAKTER MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DARI KALIMANTAN BARAT
IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI KARAKTER MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DARI KALIMANTAN BARAT
Tindakan pelestarian kura-kura di Kalimantan Barat perlu didukung informasi ilmiah mengenai jenisnya. Hingga saat ini, penelitian mengenai biodiversitas jenis kura-kura yang ada di...
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG
Senentang merupakan sebutan bagi sebuah tempat, yang lama-kelamaan berubah menjadi Sintang, yaitu nama dari Ibu Kota Kabupaten Sintang di Kawasan Timur Kalimantan Barat. Arti kata ...

Back to Top