Javascript must be enabled to continue!
Surveilans Kesehatan Haji di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang
View through CrossRef
Data penyelenggaraan kesehatan haji menunjukkan karakteristik hampir sama dalam lima belas tahun terakhir, yaitu usia lanjut dan mempunyai risiko tinggi penyakit, tetapi situasi kesehatan global berubah dengan adanya wabah covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu, maka pemerintah Indonesia menyikapinya dengan menyesuaikan kebjiakan pelaksanaan ibadah haji dengan semboyan Haji Ramah Lansia. Begitu juga diperlukan adaptasi penyelenggaraan surveilans kesehatan haji pada tahun 2024 di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang guna menyikapi kebijakan pemerintah agar ibadah haji berjalan efektif dan efisien tanpa mengesampingkan status kesehatan jemaah haji dalam penentuan status layak terbang. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan surveilans kesehatan haji di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang selaku koordinator bidang kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Jawa Tengah, desain penelitian deskriptif, pendekatan crossectional dengan metode kualitatif pengamatan langsung pelaksanaan surveilans kesehatan haji di asrama haji Donohudan Boyolali. Penelitian menunjukan jumalah total jemah haji 36.004 orang dengan proporsi jemaah pria 16.706 (46,6%) dan wanita 19.298 orang (53,4%) proporsi jemaah wanita usia subur sebanyak 5.784 orang (30%) dan non usia subur 13.514 orang (70%), Jemaah kelompok risiko tinggi 31.654 orang (87,9%), sehat 4.350 orang (12,1%), empat penyakit terbesar jemaah haji 2024 Jawa Tengah adalah tekanan darah tinggi, gangguan fungsi lemak, gangguan fungsi jantung dan diabetes melitus, Jemaah Haji layak terbang 35.973 orang dan tidak layak terbang 31 orang. Penyelenggaraan surveilans Kesehatan haji di Balai Kekarantinaan Kelas I Semarang telah dilaksanakan secara efektif, efisien dengan adaptasi kebijakan pemerintah dan sesuai dengan Permenkes no. 45 tahun 2014 tentang Surveilans Kesehatan.Kata kunci: Surveilans haji, layak terbang, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I SemarangABSTRACTTitle: Hajj Health Surveillance at Class I Health Quarantine Center SemarangHajj health service data shows almost the same characteristics in the last fifteen years, elderly and having a high risk of disease, but the global health situation has changed with the Covid-19 outbreak that occurred several years ago, so the Indonesian government responded by adjusting the policy of implementing the Hajj pilgrimage with the motto "Elderly Friendly Hajj". Likewise, it is necessary to adapt the implementation of Hajj health surveillance in 2024 at the Semarang Class I Health Quarantine Center in order to respond to government policies so that the Hajj pilgrimage runs effectively and efficiently without ignoring the health status of the pilgrims in determining the status of being fit to fly. The study aims to describe the Hajj health surveillance at Health Quarantine Office of Semarang as the health coordinator of the Central Java Hajj Organizing Committee, descriptive research design, cross-sectional approach with qualitative methods of direct observation of the implementation of Hajj health surveillance at the Donohudan Boyolali Hajj dormitory. The study showed that the total number of hajj pilgrims was 36,004 people with a proportion of male pilgrims of 16,706 (46.6%) and female pilgrims of 19,298 (53.4%), the proportion of female pilgrims of childbearing age was 5,784 (30%) and non-childbearing age 13,514 (70%), high-risk group pilgrims 31,654 (87.9%), healthy 4,350 (12.1%), the four biggest diseases of the 2024 Central Java hajj pilgrims were high blood pressure, impaired fat function, impaired heart function and diabetes mellitus, 35,973 hajj pilgrims fit to fly and 31 unfit to fly. The implementation of hajj health surveillance at the Health Quarantine Office of Semarang has been carried out effectively, efficiently with adaptation of government policies and in accordance with Permenkes no. 45 of 2014 concerning Health Surveillance.Keywords: Hajj health surveillance, flightworthiness, Health Quarantine Office of Semarang.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Surveilans Kesehatan Haji di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang
Description:
Data penyelenggaraan kesehatan haji menunjukkan karakteristik hampir sama dalam lima belas tahun terakhir, yaitu usia lanjut dan mempunyai risiko tinggi penyakit, tetapi situasi kesehatan global berubah dengan adanya wabah covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu, maka pemerintah Indonesia menyikapinya dengan menyesuaikan kebjiakan pelaksanaan ibadah haji dengan semboyan Haji Ramah Lansia.
Begitu juga diperlukan adaptasi penyelenggaraan surveilans kesehatan haji pada tahun 2024 di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang guna menyikapi kebijakan pemerintah agar ibadah haji berjalan efektif dan efisien tanpa mengesampingkan status kesehatan jemaah haji dalam penentuan status layak terbang.
Penelitian bertujuan untuk menggambarkan surveilans kesehatan haji di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang selaku koordinator bidang kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Jawa Tengah, desain penelitian deskriptif, pendekatan crossectional dengan metode kualitatif pengamatan langsung pelaksanaan surveilans kesehatan haji di asrama haji Donohudan Boyolali.
Penelitian menunjukan jumalah total jemah haji 36.
004 orang dengan proporsi jemaah pria 16.
706 (46,6%) dan wanita 19.
298 orang (53,4%) proporsi jemaah wanita usia subur sebanyak 5.
784 orang (30%) dan non usia subur 13.
514 orang (70%), Jemaah kelompok risiko tinggi 31.
654 orang (87,9%), sehat 4.
350 orang (12,1%), empat penyakit terbesar jemaah haji 2024 Jawa Tengah adalah tekanan darah tinggi, gangguan fungsi lemak, gangguan fungsi jantung dan diabetes melitus, Jemaah Haji layak terbang 35.
973 orang dan tidak layak terbang 31 orang.
Penyelenggaraan surveilans Kesehatan haji di Balai Kekarantinaan Kelas I Semarang telah dilaksanakan secara efektif, efisien dengan adaptasi kebijakan pemerintah dan sesuai dengan Permenkes no.
45 tahun 2014 tentang Surveilans Kesehatan.
Kata kunci: Surveilans haji, layak terbang, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I SemarangABSTRACTTitle: Hajj Health Surveillance at Class I Health Quarantine Center SemarangHajj health service data shows almost the same characteristics in the last fifteen years, elderly and having a high risk of disease, but the global health situation has changed with the Covid-19 outbreak that occurred several years ago, so the Indonesian government responded by adjusting the policy of implementing the Hajj pilgrimage with the motto "Elderly Friendly Hajj".
Likewise, it is necessary to adapt the implementation of Hajj health surveillance in 2024 at the Semarang Class I Health Quarantine Center in order to respond to government policies so that the Hajj pilgrimage runs effectively and efficiently without ignoring the health status of the pilgrims in determining the status of being fit to fly.
The study aims to describe the Hajj health surveillance at Health Quarantine Office of Semarang as the health coordinator of the Central Java Hajj Organizing Committee, descriptive research design, cross-sectional approach with qualitative methods of direct observation of the implementation of Hajj health surveillance at the Donohudan Boyolali Hajj dormitory.
The study showed that the total number of hajj pilgrims was 36,004 people with a proportion of male pilgrims of 16,706 (46.
6%) and female pilgrims of 19,298 (53.
4%), the proportion of female pilgrims of childbearing age was 5,784 (30%) and non-childbearing age 13,514 (70%), high-risk group pilgrims 31,654 (87.
9%), healthy 4,350 (12.
1%), the four biggest diseases of the 2024 Central Java hajj pilgrims were high blood pressure, impaired fat function, impaired heart function and diabetes mellitus, 35,973 hajj pilgrims fit to fly and 31 unfit to fly.
The implementation of hajj health surveillance at the Health Quarantine Office of Semarang has been carried out effectively, efficiently with adaptation of government policies and in accordance with Permenkes no.
45 of 2014 concerning Health Surveillance.
Keywords: Hajj health surveillance, flightworthiness, Health Quarantine Office of Semarang.
Related Results
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Abstract. The implementation of the furoda pilgrimage can be organized by a hajj travel agency that has become a special pilgrimage organizer (PIHK) that has obtained official perm...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
PELAKSANAAN BADAL HAJI SEBAGAI PROFIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (The Implementation of The Badal Hajj As Profit In Terms Of Islamic Law)
Badal haji merupakan ibadah haji yang dilakukan seorang muslim untuk menggantikan pelaksanaan ibadah haji orang lain. Badal haji identik dengan upah karena ibadah haji yang diganti...
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
ABSTRACT
Character education is one of the activities that aims to educate future generations by perfecting students self by training their self-ability towards a better life...
Studi Evaluasi atas Dana Talangan Haji Produk Perbankan Syariah di Indonesia
Studi Evaluasi atas Dana Talangan Haji Produk Perbankan Syariah di Indonesia
Abstract: An Evaluation Study on Haji Bridging Funds of Shariah Banking Products in Indonesia. Hajj bridging funds are one of the financing products of Islamic banking based on a f...
Metode Bimbingan Lembaga Tabung Haji Terhadap Jemaah Haji Malaysia: Satu Penilaian Awal
Metode Bimbingan Lembaga Tabung Haji Terhadap Jemaah Haji Malaysia: Satu Penilaian Awal
Lembaga Tabung Haji (TH) merupakan institusi yang menguruskan simpanan umat Islam Malaysia serta perjalanan jemaah haji Malaysia bermula dari tanahair sehingga sempurna segala urus...
Peranan Haji Hassan Ismail dalam Pengajian Tahfiz al-Quran di Malaysia
Peranan Haji Hassan Ismail dalam Pengajian Tahfiz al-Quran di Malaysia
The Tahfiz al-Quran education in Malaysia is experiencing growth and has become a preferred choice among the Malaysian community. Officially introduced in 1966 by YAM Tengku Abdul ...

