Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI NILAI CBR TANAH TIMBUNAN DI ATAS TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA PERKUATAN

View through CrossRef
Tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah dasar yang kurang baik untuk konstruksi jalan. Tanah gambut memiliki daya dukung rendah yang ditandai dari nilai CBR (California Bearing Ratio) rendah. Tanah timbunan di atas gambut diperlukan untuk meningkatkan nilai CBR, namun pemadatan dan penghamparan sulit dilaksanakan. Oleh kerena itu, diperlukan perkuatan dari kombinasi grid bambu dan tiang beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi peningkatan CBR tanah timbunan yang diberi perkuatan pada tanah gambut. Penelitian dilakukan melalui serangkaian uji model pada bak uji yang diisi tanah gambut dengan dan tanpa perkuatan grid bambu dan kombinasi grid bambu dan tiang beton. Uji CBR dilakukan di atas timbunan yang dibedakan berdasarkan tebal 0-15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuatan dapat meningkatkan nilai CBR tanah timbunan di atas tanah gambut. Hasil analisis untuk tebal timbunan 3.93 m, perkuatan kombinasi grid bambu dan tiang beton berpotensi meningkatkan nilai CBR sebesar 183% (dari 5% menjadi 14.15%) dan perkuatan grid bambu sebesar 32% (dari 5% menjadi 6.6%).
Title: POTENSI NILAI CBR TANAH TIMBUNAN DI ATAS TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA PERKUATAN
Description:
Tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah dasar yang kurang baik untuk konstruksi jalan.
Tanah gambut memiliki daya dukung rendah yang ditandai dari nilai CBR (California Bearing Ratio) rendah.
Tanah timbunan di atas gambut diperlukan untuk meningkatkan nilai CBR, namun pemadatan dan penghamparan sulit dilaksanakan.
Oleh kerena itu, diperlukan perkuatan dari kombinasi grid bambu dan tiang beton.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi peningkatan CBR tanah timbunan yang diberi perkuatan pada tanah gambut.
Penelitian dilakukan melalui serangkaian uji model pada bak uji yang diisi tanah gambut dengan dan tanpa perkuatan grid bambu dan kombinasi grid bambu dan tiang beton.
Uji CBR dilakukan di atas timbunan yang dibedakan berdasarkan tebal 0-15 cm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuatan dapat meningkatkan nilai CBR tanah timbunan di atas tanah gambut.
Hasil analisis untuk tebal timbunan 3.
93 m, perkuatan kombinasi grid bambu dan tiang beton berpotensi meningkatkan nilai CBR sebesar 183% (dari 5% menjadi 14.
15%) dan perkuatan grid bambu sebesar 32% (dari 5% menjadi 6.
6%).

Related Results

PENGARUH PENAMBAHAN POTONGAN BAN BERSERAT NILON DAN SEMEN PORTLADN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG
PENGARUH PENAMBAHAN POTONGAN BAN BERSERAT NILON DAN SEMEN PORTLADN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG
 Berdasarkan hasil survei lapangan di Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan kondisi jalan didaerah tersebut didominasi oleh tanah lunak. Tanah lunak sanga...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
PENGARUH KARAKTERISTIK TANAH DASAR TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN JALAN
PENGARUH KARAKTERISTIK TANAH DASAR TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN JALAN
Ruas jalan Basuki Rahmat Kenari merupakan ruas jalan yang mempunyai tingkat kerusakan jalan yang bervariasi mulai dari kerusakan ringan, sedang, sampai berat. Kerusakan-kerusakan i...
PEMANFAATAN SLAG BESI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AGREGAT PADA LAPISAN PONDASI ATAS JALAN
PEMANFAATAN SLAG BESI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AGREGAT PADA LAPISAN PONDASI ATAS JALAN
Kemampuan daya dukung dari pondasi jalan sangat ditentukan oleh kualitas material dan kualitas pelaksanaan pembuatan pondasi jalan. Pada penelitian ini dianalisis seberapa besar ke...

Back to Top