Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI AJARAN TRI PARĀRTHA DALAM KEHIDUPAN UMAT HINDU DI DESA ADAT BULELENG
View through CrossRef
Dalam Agama Hindu, diajarkan Tri Parartha, dimana ajaran ini dipercaya umatHindu dapat membawa mereka pada kehidupan yang sejahtera dan damai. Tri Parārtha terdiri dari tiga bagian, yaitu Asih, Punia dan Bhakti. Ajaran Tri Parārtha harus diimplementasikan oleh umat Hindu demi terciptanya kehidupan yang rukun dan selaras. Hidup saling mengasihi adalah salah satu bentuk tindakan masyarakat untuk menggapai suatu kebahagiaan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dikalangan masyarakat bahwa Ajaran Tri Parārtha memiliki peranan yang sangat penting terhadap kehidupan umat Hindu di Desa Adat Buleleng. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bebrapa metode untuk mengumpulkan data. Analisis deskriptif kualitatif dijadikan sebagai metode menganalisis data pada penelitian ini. Adapun langkah awal yang dilakukan peneliti yaitu reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi hingga analisa kevalidan data
Dalam menganalisis data, peneliti menemukan, ointeraksi yang dilakukan pemeluk Agama Hindu di Desa Adat Buleleng masih dalam bentuk interaksi asosiatif, dimana interaksi yang terjalin antar umat beragama, bertujuan menyatukan individu dengan kelompok yang ada. Dalam merealisasikan Tri Parārtha, umat Hindu menunjukkan perilaku saling tolong menolong tanpa mengharapkan imbalan, kemudian mewujudkan dalam bentuk saling berbagi dengan iklas, mewujudkan sikap hormat atau bakti kepada orang yang lebih dewasa dan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara sembahyang. Realisasi dari Tri Parārtha dalam masyarakat Hindu di Desa Adat Buleleng terlihat dari meningkatnya rasa saling menyayangi, dan sikap bhakti terhadap Tuhan maupun terhadap sesama. Selain itu, adanya hubungan yang erat antar umat beragama dapat mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan tentram.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: IMPLEMENTASI AJARAN TRI PARĀRTHA DALAM KEHIDUPAN UMAT HINDU DI DESA ADAT BULELENG
Description:
Dalam Agama Hindu, diajarkan Tri Parartha, dimana ajaran ini dipercaya umatHindu dapat membawa mereka pada kehidupan yang sejahtera dan damai.
Tri Parārtha terdiri dari tiga bagian, yaitu Asih, Punia dan Bhakti.
Ajaran Tri Parārtha harus diimplementasikan oleh umat Hindu demi terciptanya kehidupan yang rukun dan selaras.
Hidup saling mengasihi adalah salah satu bentuk tindakan masyarakat untuk menggapai suatu kebahagiaan hidup.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dikalangan masyarakat bahwa Ajaran Tri Parārtha memiliki peranan yang sangat penting terhadap kehidupan umat Hindu di Desa Adat Buleleng.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bebrapa metode untuk mengumpulkan data.
Analisis deskriptif kualitatif dijadikan sebagai metode menganalisis data pada penelitian ini.
Adapun langkah awal yang dilakukan peneliti yaitu reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi hingga analisa kevalidan data
Dalam menganalisis data, peneliti menemukan, ointeraksi yang dilakukan pemeluk Agama Hindu di Desa Adat Buleleng masih dalam bentuk interaksi asosiatif, dimana interaksi yang terjalin antar umat beragama, bertujuan menyatukan individu dengan kelompok yang ada.
Dalam merealisasikan Tri Parārtha, umat Hindu menunjukkan perilaku saling tolong menolong tanpa mengharapkan imbalan, kemudian mewujudkan dalam bentuk saling berbagi dengan iklas, mewujudkan sikap hormat atau bakti kepada orang yang lebih dewasa dan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara sembahyang.
Realisasi dari Tri Parārtha dalam masyarakat Hindu di Desa Adat Buleleng terlihat dari meningkatnya rasa saling menyayangi, dan sikap bhakti terhadap Tuhan maupun terhadap sesama.
Selain itu, adanya hubungan yang erat antar umat beragama dapat mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan tentram.
Related Results
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DALAM PELAKSANAAN PERKAWINAN ADAT DI DESA ADAT BULELENG
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DALAM PELAKSANAAN PERKAWINAN ADAT DI DESA ADAT BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tata cara pelaksanaan perkawinan adat yang dilakukan menurut hukum adat di Desa Adat Buleleng, dan untuk mengetahui (2) syarat perkaw...
PENERAPAN E-GOVERNMENT PADA DESA ADAT DENPASAR MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DESA ADAT
PENERAPAN E-GOVERNMENT PADA DESA ADAT DENPASAR MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DESA ADAT
ABSTRACTThe focus of this research is to apply E-Government in Traditional Village of Denpasar through the development and implementation of the Traditional Village Information Sys...

