Javascript must be enabled to continue!
Pengalaman Gastronomi dalam Praktik Sosial Masyarakat Adat: Studi Kasus di Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi
View through CrossRef
Praktik makan masyarakat adat bukan sekadar aktivitas konsumsi, tetapi bagian dari sistem nilai, identitas, dan spiritualitas kolektif. Di Kampung Adat Cireundeu, makanan pokok seperti rasi (olahan singkong) merepresentasikan warisan budaya dan bentuk resistensi terhadap modernisasi. Namun, kajian mengenai pengalaman gastronomi masih banyak berfokus pada konteks pariwisata komersial, sementara pengalaman makan masyarakat adat jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat adat Cireundeu memaknai praktik makan sebagai bagian dari pengalaman gastronomi yang terstruktur secara sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pemilihan pendekatan ini didasarkan pada kebutuhan untuk menggali praktik budaya secara kontekstual dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis yang mengacu pada teori praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) makanan lokal dipahami sebagai simbol kehormatan leluhur dan identitas budaya; (2) praktik makan kolektif menjadi ruang pewarisan nilai dan solidaritas sosial; dan (3) terdapat dimensi spiritual dan ekologis dalam struktur praktik makan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman gastronomi masyarakat Cireundeu merupakan praktik sosial yang kompleks dan bermakna. Rekomendasi ditujukan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan studi komparatif di komunitas adat lain guna memperluas pemahaman dan kontribusi teori dalam konteks lokal yang beragam. Keterbatasan penelitian ini adalah ruang lingkup lokasi tunggal.
Universitas Internasional Batam
Title: Pengalaman Gastronomi dalam Praktik Sosial Masyarakat Adat: Studi Kasus di Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi
Description:
Praktik makan masyarakat adat bukan sekadar aktivitas konsumsi, tetapi bagian dari sistem nilai, identitas, dan spiritualitas kolektif.
Di Kampung Adat Cireundeu, makanan pokok seperti rasi (olahan singkong) merepresentasikan warisan budaya dan bentuk resistensi terhadap modernisasi.
Namun, kajian mengenai pengalaman gastronomi masih banyak berfokus pada konteks pariwisata komersial, sementara pengalaman makan masyarakat adat jarang dikaji secara mendalam.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat adat Cireundeu memaknai praktik makan sebagai bagian dari pengalaman gastronomi yang terstruktur secara sosial.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus.
Pemilihan pendekatan ini didasarkan pada kebutuhan untuk menggali praktik budaya secara kontekstual dan mendalam.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis yang mengacu pada teori praktik sosial.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) makanan lokal dipahami sebagai simbol kehormatan leluhur dan identitas budaya; (2) praktik makan kolektif menjadi ruang pewarisan nilai dan solidaritas sosial; dan (3) terdapat dimensi spiritual dan ekologis dalam struktur praktik makan masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman gastronomi masyarakat Cireundeu merupakan praktik sosial yang kompleks dan bermakna.
Rekomendasi ditujukan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan studi komparatif di komunitas adat lain guna memperluas pemahaman dan kontribusi teori dalam konteks lokal yang beragam.
Keterbatasan penelitian ini adalah ruang lingkup lokasi tunggal.
Related Results
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Citra Kampung Adat Cireundeu pada Ritual Suraan
Citra Kampung Adat Cireundeu pada Ritual Suraan
Cireundeu merupakan salah satu kampung adat di Jawa Barat yang sampai saat ini masih memelihara tradisi kearifan lokal berupa ritual Suraan yang diselenggarakan setiap tahun. Mela...
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
Citra Kota Cimahi Sebagai Kawasan Militer telah dicanangkan pada bulan Februari tahun 2010 yang lalu, pencanangan ini dilakukan oleh pihak pemerintah Kota Cimahi beserta jajaran in...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
HUNIAN WARGA YANG ‘KOMPAK DAN BERKELANJUTAN’ DI KAMPUNG SAWAH, JAKARTA UTARA
Urban sprawl due to limited land for living causes more residential development on the edge of the city. Land fragmentation results in the need for high mobility. With the characte...
Pemetaan Psikografis Kependudukan Untuk Kepentingan Kampanye Pilkada (Studi Kasus: Kota Cimahi)
Pemetaan Psikografis Kependudukan Untuk Kepentingan Kampanye Pilkada (Studi Kasus: Kota Cimahi)
ABSTRAKPemilihan kepala daerah (pilkada) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih kepala daerahnya tanpa melalui suatu perwakilan. Dalam pelaksanaan pilkada terdapat p...

