Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo

View through CrossRef
AbstrakSeiring berjalannya waktu pertambahan jumlah penduduk terus meningkat, mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Berdasarkan data BPS Kota Palopo terjadi pertambahan penduduk sebanyak 34.628 jiwa pada tahun 2012-2021. Selain itu berdasarkan RTRW Kota Palopo Tahun 2022-2041, Kota Palopo merupakan kawasan strategis kota. Kota Palopo juga merupakan salah satu daerah yang ikut mengalami alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dimana semakin bertambahnya kawasan permukiman yang tidak sejalan dengan yang seharusnya. Pembangunan permukiman di lahan tidak tepat dengan peruntukannya atau yang tidak direncanakan dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk memahami kesesuaian lahan di Kota Palopo dan melakukan evaluasi kesesuaian lahan permukiman terhadap rencana pola ruang RTRW Kota Palopo Tahun 2022- 2041. Teknik overlay (tumpang susun) atau menindihkan berbagai parameter kesesuaian lahan yang ada serta analisis skoring untuk memberikan nilai pada sifat parameter yang digunakan dalam analisis data. Berdasarkan hasil analisis terdapat lima kelas kesesuaian lahan yakni: kawasan lindung, kawasan perkebunan terbatas/resapan air, kawasan perkebunan, kawasan perkebunan/permukiman terbatas, dan kawasan permukiman. Selain itu hasil evaluasi kesesuaian lahan permukiman terhadap rencana pola ruang RTRW Kota Palopo Tahun 2022-2041 yang dominan ialah tingkat Sangat Sesuai dengan luas sebesar 2.528,74 Ha.Kata kunci: Evaluasi; Kesesuaian Lahan; Permukiman.AbstractOver time, the population continues to increase, resulting in changes in land use. Based on BPS data for Palopo City, there was a population increase of 34,628 people in 2012-2021. In addition, based on the 2022-2041 Palopo City Spatial Planning, Palopo City is a strategic city area. The city of Palopo is also one of the areas that has experienced the conversion of agricultural land into residential areas where there is an increasing number of residential areas that are not in line with what they should be. Settlement development on land that is not in accordance with its designation or that is not planned can have an impact on reducing environmental quality. This research was made with the aim of understanding land suitability in Palopo City and evaluating the suitability of residential land against the spatial pattern plan of the Palopo City Spatial Plan for 2022-2041. The overlay technique (overlapping) or overlapping various existing land suitability parameters as well as scoring analysis to assign values to the properties of the parameters used in data analysis. Based on the results of the analysis, it can be concluded that there are five land suitability classes: protected areas, limited plantation areas/water absorption, plantation areas, limited plantation/settlement areas, and residential areas. In addition, the results of the evaluation of the suitability of residential land for the 2022-2041 spatial pattern plan for Palopo City, which is dominant, is the Very Suitable level with an area of 2,528.74 Ha.Keyword: Evaluation; Land Suitability; Settlement
Title: Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo
Description:
AbstrakSeiring berjalannya waktu pertambahan jumlah penduduk terus meningkat, mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan.
Berdasarkan data BPS Kota Palopo terjadi pertambahan penduduk sebanyak 34.
628 jiwa pada tahun 2012-2021.
Selain itu berdasarkan RTRW Kota Palopo Tahun 2022-2041, Kota Palopo merupakan kawasan strategis kota.
Kota Palopo juga merupakan salah satu daerah yang ikut mengalami alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dimana semakin bertambahnya kawasan permukiman yang tidak sejalan dengan yang seharusnya.
Pembangunan permukiman di lahan tidak tepat dengan peruntukannya atau yang tidak direncanakan dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan.
Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk memahami kesesuaian lahan di Kota Palopo dan melakukan evaluasi kesesuaian lahan permukiman terhadap rencana pola ruang RTRW Kota Palopo Tahun 2022- 2041.
Teknik overlay (tumpang susun) atau menindihkan berbagai parameter kesesuaian lahan yang ada serta analisis skoring untuk memberikan nilai pada sifat parameter yang digunakan dalam analisis data.
Berdasarkan hasil analisis terdapat lima kelas kesesuaian lahan yakni: kawasan lindung, kawasan perkebunan terbatas/resapan air, kawasan perkebunan, kawasan perkebunan/permukiman terbatas, dan kawasan permukiman.
Selain itu hasil evaluasi kesesuaian lahan permukiman terhadap rencana pola ruang RTRW Kota Palopo Tahun 2022-2041 yang dominan ialah tingkat Sangat Sesuai dengan luas sebesar 2.
528,74 Ha.
Kata kunci: Evaluasi; Kesesuaian Lahan; Permukiman.
AbstractOver time, the population continues to increase, resulting in changes in land use.
Based on BPS data for Palopo City, there was a population increase of 34,628 people in 2012-2021.
In addition, based on the 2022-2041 Palopo City Spatial Planning, Palopo City is a strategic city area.
The city of Palopo is also one of the areas that has experienced the conversion of agricultural land into residential areas where there is an increasing number of residential areas that are not in line with what they should be.
Settlement development on land that is not in accordance with its designation or that is not planned can have an impact on reducing environmental quality.
This research was made with the aim of understanding land suitability in Palopo City and evaluating the suitability of residential land against the spatial pattern plan of the Palopo City Spatial Plan for 2022-2041.
The overlay technique (overlapping) or overlapping various existing land suitability parameters as well as scoring analysis to assign values to the properties of the parameters used in data analysis.
Based on the results of the analysis, it can be concluded that there are five land suitability classes: protected areas, limited plantation areas/water absorption, plantation areas, limited plantation/settlement areas, and residential areas.
In addition, the results of the evaluation of the suitability of residential land for the 2022-2041 spatial pattern plan for Palopo City, which is dominant, is the Very Suitable level with an area of 2,528.
74 Ha.
Keyword: Evaluation; Land Suitability; Settlement.

Related Results

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Arahan Kesesuaian Lahan Fungsi Permukiman Di Kabupaten Sigi
Arahan Kesesuaian Lahan Fungsi Permukiman Di Kabupaten Sigi
Pertambahan penduduk yang tidak di imbangi dengan ketersediaan lahan, menyebabkan banyak penduduk yang memanfaatkan lahan untuk permukiman. Bentang alam Kabupaten Sigi yang didomin...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
PERENCANAAN PRASARANA WILAYAH KABUPATEN LUWU CHINDY AMANDA
PERENCANAAN PRASARANA WILAYAH KABUPATEN LUWU CHINDY AMANDA
Kota Palopo adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Palopo sebelumnya berstatus kota administratif sejak 1986 dan merupakan bagian dari Kabupaten Luwu yang...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
ABSTRAK Pertumbuhan penduduk di perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan. Kabupaten Bogor melalui RTRW 2016-2036 mengembangkan pusat-pusat kegiatan. Kecamatan Cigudeg mempunyai...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...

Back to Top