Javascript must be enabled to continue!
Arahan Kesesuaian Lahan Fungsi Permukiman Di Kabupaten Sigi
View through CrossRef
Pertambahan penduduk yang tidak di imbangi dengan ketersediaan lahan, menyebabkan banyak penduduk yang memanfaatkan lahan untuk permukiman. Bentang alam Kabupaten Sigi yang didominasi oleh perbukitan dan kawasan lindung yang menjadi kontradiksi terhadap perkembangan kawasan permukiman di wilayah tersebut, padahal pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sigi adalah yang tertinggi kedua di Sulawesi Tengah. Pemanfaatan lahan yang tak sesuai peruntukannya, menjadikan hal ini tak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan karakteristik lahan permukiman yang dipersyaratkan, sehingga mendorong terjadinya perubahan fungsi lahan. Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan terutama untuk fungsi permukiman di Kabupaten Sigi. Diharapkan dari penelitian ini bisa menjadi pertimbangan dan alternatif arahan dalam pengembangan lokasi permukiman di wilayah Kabupaten Sigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metodologi skoring, analytic hierarchy process (AHP) serta overlay. Hasil analisis terdapat 5 klasifikasi tingkat kesesuaian lahan fungsi permukiman dan yaitu S1 (Sangat Sesuai) seluas 4.018,88 ha dengan persentase 0,77%, S2 (Cukup Sesuai) seluas 68.380,35 dengan persentase 13,13%, S3 (Sesuai Marginal) seluas 152.535,76 ha dengan persentase 29,30%, N2 (Tidak Sesuai) seluas 17.942,44 ha dengan persentase 3,45%, dan N1 (Tidak Sesuai Permanen) seluas 277,750,81 ha dengan persentase 53,35% dan dapat diketahui bahwa tidak semua wilayah yang ada pada Kabupaten Sigi memiliki lahan yang sesuai untuk di kembangkan sebagai lahan permukiman.
Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Permukiman, Analytic Hierarchy Process
Universitas Tadulako
Title: Arahan Kesesuaian Lahan Fungsi Permukiman Di Kabupaten Sigi
Description:
Pertambahan penduduk yang tidak di imbangi dengan ketersediaan lahan, menyebabkan banyak penduduk yang memanfaatkan lahan untuk permukiman.
Bentang alam Kabupaten Sigi yang didominasi oleh perbukitan dan kawasan lindung yang menjadi kontradiksi terhadap perkembangan kawasan permukiman di wilayah tersebut, padahal pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sigi adalah yang tertinggi kedua di Sulawesi Tengah.
Pemanfaatan lahan yang tak sesuai peruntukannya, menjadikan hal ini tak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan karakteristik lahan permukiman yang dipersyaratkan, sehingga mendorong terjadinya perubahan fungsi lahan.
Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan terutama untuk fungsi permukiman di Kabupaten Sigi.
Diharapkan dari penelitian ini bisa menjadi pertimbangan dan alternatif arahan dalam pengembangan lokasi permukiman di wilayah Kabupaten Sigi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metodologi skoring, analytic hierarchy process (AHP) serta overlay.
Hasil analisis terdapat 5 klasifikasi tingkat kesesuaian lahan fungsi permukiman dan yaitu S1 (Sangat Sesuai) seluas 4.
018,88 ha dengan persentase 0,77%, S2 (Cukup Sesuai) seluas 68.
380,35 dengan persentase 13,13%, S3 (Sesuai Marginal) seluas 152.
535,76 ha dengan persentase 29,30%, N2 (Tidak Sesuai) seluas 17.
942,44 ha dengan persentase 3,45%, dan N1 (Tidak Sesuai Permanen) seluas 277,750,81 ha dengan persentase 53,35% dan dapat diketahui bahwa tidak semua wilayah yang ada pada Kabupaten Sigi memiliki lahan yang sesuai untuk di kembangkan sebagai lahan permukiman.
Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Permukiman, Analytic Hierarchy Process.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Kebutuhan lahan permukiman semakin tinggi, namun lahan yang tersedia di perkotaan semakin sempit. Hal ini menjadikan wilayah pinggiran kota sebagai salah satu alternatif lokasi lah...
Potensi Pengembangan Agribisnis Tanaman Kangkung Darat di Desa Maranatha Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi
Potensi Pengembangan Agribisnis Tanaman Kangkung Darat di Desa Maranatha Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi
Latar Belakang: Komoditas sayuran menempati posisi strategis dalam ketahanan pangan khususnya dalam pembangunan pertanian di Desa Maranatha Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, ...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Kota Palopo
AbstrakSeiring berjalannya waktu pertambahan jumlah penduduk terus meningkat, mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Berdasarkan data BPS Kota Palopo terjadi pertamba...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Kelayakan Ekonomi Tanaman Lada (Piper Nigrum L.) di Kabupaten Luwu
Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Kelayakan Ekonomi Tanaman Lada (Piper Nigrum L.) di Kabupaten Luwu
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk tanaman lada di Kabupaten Luwu dan menentukan faktor-faktor pembatas dan tindakan perbaikan lahan bagi pengembangan...

