Javascript must be enabled to continue!
Mata Pencaharian Berkelanjutan: Kajian Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Hutan Rakyat Di Desa Buntoi Kalimantan Tengah
View through CrossRef
Hutan rakyat merupakan salah satu bentuk mata pencaharian berkelanjutan yang menyediakan beragam jasa lingkungan terutama bagi pemenuhan kebutuhan subsisten dan pendapatan masyarakat. Nilai penting hutan rakyat dilihat dari kontribusi hasil hutan bukan kayu (HHBK) penting untuk diteliti agak berbagai pihak membuat program bagi pengembangan hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi berbagai jenis HHBK di Hutan Rakyat Desa Buntoi Kalimantan Tengah dan kontribusi ekonominya bagi pendapatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan case study dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan juga wawancara dengan responden yang dipilih secara purposive. Penelitian ini menemukan 14 jenis HHBK dan kontribusi sebesar Rp. 29.247.097/ tahun/responden atau Rp. 2.437.258/responden/bulan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa hutan rakyat mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan sehingga perlu dikembangkan lagi sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Universitas Palangka Raya
Title: Mata Pencaharian Berkelanjutan: Kajian Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu Pada Hutan Rakyat Di Desa Buntoi Kalimantan Tengah
Description:
Hutan rakyat merupakan salah satu bentuk mata pencaharian berkelanjutan yang menyediakan beragam jasa lingkungan terutama bagi pemenuhan kebutuhan subsisten dan pendapatan masyarakat.
Nilai penting hutan rakyat dilihat dari kontribusi hasil hutan bukan kayu (HHBK) penting untuk diteliti agak berbagai pihak membuat program bagi pengembangan hutan rakyat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi berbagai jenis HHBK di Hutan Rakyat Desa Buntoi Kalimantan Tengah dan kontribusi ekonominya bagi pendapatan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan case study dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif.
data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan juga wawancara dengan responden yang dipilih secara purposive.
Penelitian ini menemukan 14 jenis HHBK dan kontribusi sebesar Rp.
29.
247.
097/ tahun/responden atau Rp.
2.
437.
258/responden/bulan.
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa hutan rakyat mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan sehingga perlu dikembangkan lagi sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Related Results
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
MANFAAT NILAI EKONOMI HASIL HUTAN OLEH MASYARAKAT DI KAMPUNG FEF DISTRIK FEF KABUPATEN TAMBRAUW
MANFAAT NILAI EKONOMI HASIL HUTAN OLEH MASYARAKAT DI KAMPUNG FEF DISTRIK FEF KABUPATEN TAMBRAUW
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis hasil hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan nilai manfaat ekonomi hutan oleh masyarakat kampung Fef Distrik Fef Kabupate...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Perubahan Sistem Mata Pencaharian Nelayan di Desa Tanjung Sari
Perubahan Sistem Mata Pencaharian Nelayan di Desa Tanjung Sari
Penelitian ini membahas tentang nelayan yang mengalami perubahan sistem mata pencaharian dan penyesuaian diri nelayan dalam menghadapi perubahan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Teb...
Peran Hasil Hutan Bukan Kayu Dalam Mewujudkan Keberlanjutan Sumberdaya Hutan di Indonesia: Suatu Kajian Aksiologi Ilmu
Peran Hasil Hutan Bukan Kayu Dalam Mewujudkan Keberlanjutan Sumberdaya Hutan di Indonesia: Suatu Kajian Aksiologi Ilmu
Hasil hutan bukan kayu merupakan hasil yang bersumber dari hutan selain kayu baik berupa benda-benda nabati seperti rotan, kemiri, madu, bambu, biji-bijian, daun-daunan, obat-obata...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...

