Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tingkat Bahaya Kebakaran dan Kerapatan Lahan Gambut di Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh Jambi

View through CrossRef
Kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan masalah lingkungan yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya kebakaran berdasarkan kerapatan vegetasi lahan gambut menggunakan metode Indeks Perbedaan Vegetasi yang Dinormalisasi (NDVI) di Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh (HLG), Jambi. Data NDVI diperoleh dari citra satelit dan dianalisis untuk menilai kerapatan vegetasi, yang kemudian dikorelasikan dengan tingkat bahaya kebakaran. Total plot yang dibuat sebanyak 12 plot dengan ukuran masing-masing 50 m x 50 m. Berdasarkan analisis NDVI, kelas kerapatan dibagi menjadi kelas 1 (0,0573-0,307), kelas 2 (0,307-0,398), dan kelas 3 (0,398-0,584). Lokasi penelitian ini didominasi oleh tegakan rengas laut. Hasil menunjukkan bahwa area dengan nilai NDVI rendah memiliki risiko kebakaran yang lebih tinggi dibandingkan area dengan nilai NDVI tinggi. Jenis hutan dominan adalah rengas laut. NDVI dan kelembaban menunjukkan korelasi tertinggi (0,780).
Title: Tingkat Bahaya Kebakaran dan Kerapatan Lahan Gambut di Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh Jambi
Description:
Kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan masalah lingkungan yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bahaya kebakaran berdasarkan kerapatan vegetasi lahan gambut menggunakan metode Indeks Perbedaan Vegetasi yang Dinormalisasi (NDVI) di Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh (HLG), Jambi.
Data NDVI diperoleh dari citra satelit dan dianalisis untuk menilai kerapatan vegetasi, yang kemudian dikorelasikan dengan tingkat bahaya kebakaran.
Total plot yang dibuat sebanyak 12 plot dengan ukuran masing-masing 50 m x 50 m.
Berdasarkan analisis NDVI, kelas kerapatan dibagi menjadi kelas 1 (0,0573-0,307), kelas 2 (0,307-0,398), dan kelas 3 (0,398-0,584).
Lokasi penelitian ini didominasi oleh tegakan rengas laut.
Hasil menunjukkan bahwa area dengan nilai NDVI rendah memiliki risiko kebakaran yang lebih tinggi dibandingkan area dengan nilai NDVI tinggi.
Jenis hutan dominan adalah rengas laut.
NDVI dan kelembaban menunjukkan korelasi tertinggi (0,780).

Related Results

Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
AbstractIn Indonesia, forest and land fires have occurred since 1997. As if it has become an annual disaster, forest and land fires still occur, especially in the peat area. Weathe...
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
RANCANGAN PENATAAN BLOK HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU
Peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah mengakibatkan peningkatan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Menyadari bahwa jumlah lahan yang tersedia relatif tetap dan tidak seban...
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
SIMULASI MODEL HIDROLIKA DALAM MANAJEMEN TATA KELOLA AIR UNTUK MITIGASI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT
Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yangmengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional,regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan...
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang kecenderungan penyebab kebakaran hut...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...

Back to Top