Javascript must be enabled to continue!
SENI TARI ANTARA RUANG DAN WAKTU
View through CrossRef
ABSTRAK Seni tari antara ruang dan waktu adalah suatu keterikatan yang mendasar dari setiap bagiannya. Seni tari melibatkan gerak yang memiliki estetika atau keindahan. Gerak yang tidak sekedar gerak. Gerak yang memiliki makna, yang dapat terbaca oleh penontonnya. Untuk memahami seni tari maka perlu memahami bahwa elemen yang terkait tidak saja gerak tetapi ruang dan waktu.Ketika menentukan gerak yang akan digunakan didalam tari maka seorang penata tari atau koreografer perlu memahami secara jelas dan tegas tentang konsep ruang dan waktu. Untuk menghasilkan satu sajian tari yang utuh maka penjelajahan terhadap ruang tari baik ruang nyata maupun ruang imajiner harus dilakukan semaksimal mungkin. Kesadaran akan ruang akan terbentuk ketika proses latihan bertahap dan didampingi dengan pengetahuan tentang ruang secara tepat dan baik.Elemen waktu yang melibatkan tempo, ritme, dan durasi mampu memberikan pembatas terhadap gerakan tari. Artinya tarian yang dilakukan setiap gerakannya dibatasi dengan hitungan. Hitungan tari yang selama ini digunakan adalah 1-2, 1-4, 1-8 dan seterusnya. Pembatasan-pembatasan ini bukan berarti ahkir dari sebuah gerakan tetapi awal dari sebuah rangkaian tari yang lengkap. Setiap gerakan dirangkai dalam bingkai tempo, ritme, dan durasi yang terwujud utuh. Kata kunci: Seni Tari, Ruang, Waktu Â
Title: SENI TARI ANTARA RUANG DAN WAKTU
Description:
ABSTRAKÂ Seni tari antara ruang dan waktu adalah suatu keterikatan yang mendasar dari setiap bagiannya.
Seni tari melibatkan gerak yang memiliki estetika atau keindahan.
Gerak yang tidak sekedar gerak.
Gerak yang memiliki makna, yang dapat terbaca oleh penontonnya.
Untuk memahami seni tari maka perlu memahami bahwa elemen yang terkait tidak saja gerak tetapi ruang dan waktu.
Ketika menentukan gerak yang akan digunakan didalam tari maka seorang penata tari atau koreografer perlu memahami secara jelas dan tegas tentang konsep ruang dan waktu.
Untuk menghasilkan satu sajian tari yang utuh maka penjelajahan terhadap ruang tari baik ruang nyata maupun ruang imajiner harus dilakukan semaksimal mungkin.
Kesadaran akan ruang akan terbentuk ketika proses latihan bertahap dan didampingi dengan pengetahuan tentang ruang secara tepat dan baik.
Elemen waktu yang melibatkan tempo, ritme, dan durasi mampu memberikan pembatas terhadap gerakan tari.
Artinya tarian yang dilakukan setiap gerakannya dibatasi dengan hitungan.
Hitungan tari yang selama ini digunakan adalah 1-2, 1-4, 1-8 dan seterusnya.
Pembatasan-pembatasan ini bukan berarti ahkir dari sebuah gerakan tetapi awal dari sebuah rangkaian tari yang lengkap.
Setiap gerakan dirangkai dalam bingkai tempo, ritme, dan durasi yang terwujud utuh.
 Kata kunci: Seni Tari, Ruang, Waktu  .
Related Results
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
Penelitian ini memfokuskan pada objek tari Remo Munali Fatah, yaitu tari Remo gaya Surabayan yang menjadi sumber dari konservasi tari Remo gaya Surabayan di Surabaya. Tujuan dari p...
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan pola penyajian dan garap kendhangan Tari Sekar Pudyastuti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrip...
SPIRITUALITAS HINDU DALAM MENARI DAN MENATA TARI
SPIRITUALITAS HINDU DALAM MENARI DAN MENATA TARI
ABSTRAKÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Spiritualitas Hindu dalam menari (menampilkan hasil akhir seb...
KORELASI SIMBOLISME WARNA DAN GERAK TARI: Studi Semiotika pada Pakaian dan Korelasinya dengan Koreografi pada Tari Tatak Garo-Garo Suku Batak di Provinsi Aceh Kota Subusslam
KORELASI SIMBOLISME WARNA DAN GERAK TARI: Studi Semiotika pada Pakaian dan Korelasinya dengan Koreografi pada Tari Tatak Garo-Garo Suku Batak di Provinsi Aceh Kota Subusslam
Penelitian ini berjudul “Korelasi Simbolisme Warna Dan Gerak Tari : Studi Semiotika Pada Pakaian Dan Korelasinya Dengan Koreografi Pada Tari Tatak Garo-Garo Suku Batak Di Provinsi ...
Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra
Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra
Abstrak
Judul penelitian ini adalah Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiawal terciptanya, bentuk dan fungsi pada tari Bayu S...
KOREOGRAFI PELUK JIWA KARYA JONET SRI KUNCORO DAN MT. WASI BANTOLO BERSAMA ANAK DISABILITAS TUNA RUNGU
KOREOGRAFI PELUK JIWA KARYA JONET SRI KUNCORO DAN MT. WASI BANTOLO BERSAMA ANAK DISABILITAS TUNA RUNGU
Penelitian ini menjelaskan tentang proses penciptaan dan bentuk karya tari Peluk Jiwa. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi proses penciptaan koreografi tari Peluk Jiwa dan b...


