Javascript must be enabled to continue!
Difusi Kognitif Remaja: Kebutuhan Video Tutorial Latihan Difusi Kognitif
View through CrossRef
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat fusi kognitif remaja dan alat yang sesuai untuk memfasilitasi latihan difusi kognitif. Convenience sampling digunakan untuk mengumpulkan data dari 199 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% remaja mengalami fusi kognitif tinggi (m = 29). Hasil tingkat fusi berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki (30 vs 28). Persentase perempuan yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah laki-laki (53% vs 42%). Hasil tingkat fusi berdasarkan sosial ekonomi, tingkat sosial ekonomi rendah memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan sosial ekonomi tinggi (34 vs 29). Persentase sosial ekonomi rendah yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah sosial ekonomi tinggi (75% vs 48%). Sebagian besar peserta didik memiliki eksposur terbatas pada latihan difusi kognitif (-70%) dan semuanya ingin belajar latihan difusi kognitif melalui video. Direkomendasikan bahwa video latihan difusi kognitif dibutuhkan untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan difusi kognitifnya.
Kata Kunci: Difusi Kognitif, Fusi Kognitif
Abstract
This study aims to explore the level of adolescents’ cognitive fusion and suitable tools to facilitate cognitive defusion exercise. The convenience sampling used to gather the data from 199 students. The instrument used are the Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7). The results showed that 60% of adolescents experienced high cognitive fusion (m = 29). The result of fusion level based on gender, female has higher level fusion than male (30 vs 28). The percentage of female who experience high level fusion was outnumber male (53% vs 42%). The result of fusion level based on sosial economy, low social economy higher level fusion than high social economy (34 vs 29). The percentage of low social economy who experience high level fusion was outnumber high social economy (75% vs 48%). Most of student has limited exposure to cognitive diffusion exercises (-70%) and all of them eager to learn cognitive defusion exercises through video. It is recommended that cognitive defusion exercise video is needed to help student increase their cognitive defusion skill.
Keyword: Cognitive Defusion, Cognitive Fusion
Title: Difusi Kognitif Remaja: Kebutuhan Video Tutorial Latihan Difusi Kognitif
Description:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat fusi kognitif remaja dan alat yang sesuai untuk memfasilitasi latihan difusi kognitif.
Convenience sampling digunakan untuk mengumpulkan data dari 199 peserta didik.
Instrumen yang digunakan adalah Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% remaja mengalami fusi kognitif tinggi (m = 29).
Hasil tingkat fusi berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki (30 vs 28).
Persentase perempuan yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah laki-laki (53% vs 42%).
Hasil tingkat fusi berdasarkan sosial ekonomi, tingkat sosial ekonomi rendah memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan sosial ekonomi tinggi (34 vs 29).
Persentase sosial ekonomi rendah yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah sosial ekonomi tinggi (75% vs 48%).
Sebagian besar peserta didik memiliki eksposur terbatas pada latihan difusi kognitif (-70%) dan semuanya ingin belajar latihan difusi kognitif melalui video.
Direkomendasikan bahwa video latihan difusi kognitif dibutuhkan untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan difusi kognitifnya.
Kata Kunci: Difusi Kognitif, Fusi Kognitif
Abstract
This study aims to explore the level of adolescents’ cognitive fusion and suitable tools to facilitate cognitive defusion exercise.
The convenience sampling used to gather the data from 199 students.
The instrument used are the Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7).
The results showed that 60% of adolescents experienced high cognitive fusion (m = 29).
The result of fusion level based on gender, female has higher level fusion than male (30 vs 28).
The percentage of female who experience high level fusion was outnumber male (53% vs 42%).
The result of fusion level based on sosial economy, low social economy higher level fusion than high social economy (34 vs 29).
The percentage of low social economy who experience high level fusion was outnumber high social economy (75% vs 48%).
Most of student has limited exposure to cognitive diffusion exercises (-70%) and all of them eager to learn cognitive defusion exercises through video.
It is recommended that cognitive defusion exercise video is needed to help student increase their cognitive defusion skill.
Keyword: Cognitive Defusion, Cognitive Fusion.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN MULTIBALL DAN LATIHAN PUSHING PLAY TERHADAP KETEPATAN PUKULAN BACKHAND PADA PERMAINAN TENIS MEJA MAHASISWA IKOR UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN MULTIBALL DAN LATIHAN PUSHING PLAY TERHADAP KETEPATAN PUKULAN BACKHAND PADA PERMAINAN TENIS MEJA MAHASISWA IKOR UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Latihan multiball dan latihan pushsing play dapat meningkatkan keterampilandalam ketepatan pukulan backhand saat bermain tenis meja tetapi Mahasiswa IKOR tidak melakukan latihan mu...
PENGEMBANGAN BAHAN PENYERTA TELEVISI/VIDEO TUTORIAL PARENTING AUTISME DENGAN METODE ABA INTERMEDIATE SUPLEMENT MATERIAL DEVELOPMENT OF AUTISM TUTORIAL VIDEO PARENTING THROUGH ABA INTERMEDIATE METHOD
PENGEMBANGAN BAHAN PENYERTA TELEVISI/VIDEO TUTORIAL PARENTING AUTISME DENGAN METODE ABA INTERMEDIATE SUPLEMENT MATERIAL DEVELOPMENT OF AUTISM TUTORIAL VIDEO PARENTING THROUGH ABA INTERMEDIATE METHOD
Bahan penyerta adalah bahan yang dirancang sebagai pendukung pemanfaatan program televisi/ video tutorial yang berguna untuk membantu kegiatan parenting autis dengan metode Applied...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...
Menginspirasi Kesehatan Generasi Muda melalui Posyandu Remaja
Menginspirasi Kesehatan Generasi Muda melalui Posyandu Remaja
Masa remaja adalah fase kritis kehidupan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang cepat. Posyandu Remaja merupakan program kesehatan berbasis masyarakat...
Pengaruh Latihan Pushup dan Latihan Dumbbell Terhadap Pukulan Gyaku Tsuki Atlet Karate Shindoka Kota Pasuruan
Pengaruh Latihan Pushup dan Latihan Dumbbell Terhadap Pukulan Gyaku Tsuki Atlet Karate Shindoka Kota Pasuruan
Abstract: Based on the initial findings, the researcher made observations at Honbu Dojo Shindoka, Pasuruan City, that the gyaku tsuki punch is a punch that is often used by karate ...

