Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) Dalam Membangun Budaya Positif Warga Sekolah di SDN Boameze

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) dalam membangun budaya positif warga sekolah di SDN Boameze serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, 4 guru, serta 20 siswa, dan pelaksanaan dilakukan selama kegiatan PLP 1 dalam kurun waktu 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya 3S telah menjadi kebiasaan harian yang berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan, kesopanan, dan membangun hubungan yang akrab antarwarga sekolah. Penerapan budaya 3S juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, kondusif, serta mendorong interaksi hangat dan rasa saling menghargai. Faktor pendukung pelaksanaan budaya ini adalah komitmen guru sebagai teladan, dukungan kepala sekolah, serta lingkungan sekolah yang mendorong keterbukaan. Namun demikian, masih terdapat hambatan berupa inkonsistensi sebagian siswa dalam menerapkan 3S, serta kurangnya pengawasan berkelanjutan dalam setiap aktivitas sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan budaya 3S efektif dalam membangun budaya positif dan karakter siswa, meskipun diperlukan penguatan pengawasan dan pendampingan agar budaya ini dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Title: Budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) Dalam Membangun Budaya Positif Warga Sekolah di SDN Boameze
Description:
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) dalam membangun budaya positif warga sekolah di SDN Boameze serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya.
Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, 4 guru, serta 20 siswa, dan pelaksanaan dilakukan selama kegiatan PLP 1 dalam kurun waktu 14 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya 3S telah menjadi kebiasaan harian yang berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan, kesopanan, dan membangun hubungan yang akrab antarwarga sekolah.
Penerapan budaya 3S juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, kondusif, serta mendorong interaksi hangat dan rasa saling menghargai.
Faktor pendukung pelaksanaan budaya ini adalah komitmen guru sebagai teladan, dukungan kepala sekolah, serta lingkungan sekolah yang mendorong keterbukaan.
Namun demikian, masih terdapat hambatan berupa inkonsistensi sebagian siswa dalam menerapkan 3S, serta kurangnya pengawasan berkelanjutan dalam setiap aktivitas sekolah.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan budaya 3S efektif dalam membangun budaya positif dan karakter siswa, meskipun diperlukan penguatan pengawasan dan pendampingan agar budaya ini dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Related Results

Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
ABSTRAK:Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan ...
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa Dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Pembiasaan Perilaku Senyum, Salam, Sapa Dan Ucapan Terimakasih Pustakawan Terhadap Pemustaka
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan perilaku senyum pustakawan terhadap pemustaka, pembiasaan perilaku salam dan sapa pustakawan terhadap pemustaka, dan pembiasa...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PROSES PEMBUATAN TEH DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) DENGAN PERBANDINGAN DAUN SALAM MUDA DAN DAUN SALAM TUA
PROSES PEMBUATAN TEH DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) DENGAN PERBANDINGAN DAUN SALAM MUDA DAN DAUN SALAM TUA
Daun salam merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia sebagai anti virus, anti mikroba, anti alergi, anti tumor dan anti oksidan. Adanya manfaat yang bai...
Sumber politik pendidikan pancasila
Sumber politik pendidikan pancasila
Sistem politik Indonesia dewasa ini sedang mengalami proses demokratisasi yang membawa berbagai konsekuensi tidak hanya terhadap dinamika kehidupan politik nasional, melainkan juga...
Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Di SDN SUMPUT SIDOARJO
Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Di SDN SUMPUT SIDOARJO
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Peran Kepala Sekolah, mendeskripsikan Bentuk-bentuk Kedisiplinan Peserta Didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kual...
MEMBANGUN BUDAYA DAMAI DI SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK SANTU FRANSISKUS ASISI LARANTUKA
MEMBANGUN BUDAYA DAMAI DI SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK SANTU FRANSISKUS ASISI LARANTUKA
Lembaga pendidikan merupakan tempat persemaian nilai-nilai kedamaian sebagai sebuah nilai yang dipersyaratkan keberadaannya bagi bangsa Indonesia, bangsa yang diwarnai kemajemukan ...

Back to Top