Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI JENIS DAN FUNGSI TINDAK TUTUR PADA INTERAKSI STAF WEDDING ORGANIZER TERHADAP WISATAWAN JEPANG DI BALI
View through CrossRef
Penggunaan jenis dan fungsi dari tindak tutur digunakan dalam bisnis di perusahaan wedding Jepang yang ada di Bali yang dominan wisatawan Jepang ketika ingin melakukan pernikahan di Bali. Penelitian ini berfokus pada penggunaan jenis dan fungsi dari staf lokal ketika berkomunikasi dengan wisatawan Jepang yang dilakukan melalui pelayanan dari hari sebelum dan saat pernikahan berlangsung. Penelitian kualitatif ini dilakukan di kabupaten Badung karena perusahaan tersebut hanya dibuka di kabupanten Badung, dan tidak dibuka ditempat lain. Teknik pengumpulan data yaitu menyimak, mencatat interaksi staf lokal, serta didukung teknik wawancara mendalam. Data dalam bentuk percakapan yang digunakan oleh staf kepada wisatawan Jepang. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan fungsi dari tindak tutur yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang dialami staf lokal terhadap wisatawan Jepang. Yaitu (1) tindak tutur asertif dengan fungsi pragmatis menjelaskan dan bertanya; (2) tindak tutur direktif dengan fungsi pragmatis menyuruh, membantu dan memerintahkan. Namun meskipun, fungsi dari tindak tutur yang dihasilkan berbeda-beda, staf tetap memberikan pelayanan yang baik dan ramah saat berhadapan dengan wisatawan Jepang. Jenis dari ketiga pembahasan tersebut menggunakan jenis tindak tutur langsung dimana staf secara langsung berkomunikasi kepada wisatawan Jepang berupa kalimat tanya dan kalimat perintah.
Abstract
The use of types and functions of speech acts are used in business in Japanese wedding companies in Bali that are predominantly Japanese tourists when they want to have a wedding in Bali. This research focuses on the use of types and functions of local staff when communicating with Japanese tourists which is done through services from the day before and when the wedding takes place. This qualitative research was conducted in Badung regency because the company was only opened in Badung regency, and was not opened elsewhere. Data collection techniques, such as listening, recording the interaction of local staff, and supported in-depth interview techniques. Data in the form of conversations used by staff to Japanese tourists. The results showed the use of the speech acts function used varies according to the conditions experienced by local staff towards Japanese tourists. Namely (1) assertive speech acts with pragmatic functions explaining and asking questions; (2) directive speech acts with pragmatic functions of ordering, helping and ordering. However, although the functions of speech acts are different, the staff still provide good and friendly service when dealing with Japanese tourists. The types of the three discussions use direct speech acts where the staff directly communicates with Japanese tourists in the form of question and command sentences.
Keywords: interaction wedding, pragmatic, speech acts, Japanese tourists
Jurnal Santiaji Pendidikan of Mahasaraswati Denpasar University
Title: IMPLEMENTASI JENIS DAN FUNGSI TINDAK TUTUR PADA INTERAKSI STAF WEDDING ORGANIZER TERHADAP WISATAWAN JEPANG DI BALI
Description:
Penggunaan jenis dan fungsi dari tindak tutur digunakan dalam bisnis di perusahaan wedding Jepang yang ada di Bali yang dominan wisatawan Jepang ketika ingin melakukan pernikahan di Bali.
Penelitian ini berfokus pada penggunaan jenis dan fungsi dari staf lokal ketika berkomunikasi dengan wisatawan Jepang yang dilakukan melalui pelayanan dari hari sebelum dan saat pernikahan berlangsung.
Penelitian kualitatif ini dilakukan di kabupaten Badung karena perusahaan tersebut hanya dibuka di kabupanten Badung, dan tidak dibuka ditempat lain.
Teknik pengumpulan data yaitu menyimak, mencatat interaksi staf lokal, serta didukung teknik wawancara mendalam.
Data dalam bentuk percakapan yang digunakan oleh staf kepada wisatawan Jepang.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan fungsi dari tindak tutur yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang dialami staf lokal terhadap wisatawan Jepang.
Yaitu (1) tindak tutur asertif dengan fungsi pragmatis menjelaskan dan bertanya; (2) tindak tutur direktif dengan fungsi pragmatis menyuruh, membantu dan memerintahkan.
Namun meskipun, fungsi dari tindak tutur yang dihasilkan berbeda-beda, staf tetap memberikan pelayanan yang baik dan ramah saat berhadapan dengan wisatawan Jepang.
Jenis dari ketiga pembahasan tersebut menggunakan jenis tindak tutur langsung dimana staf secara langsung berkomunikasi kepada wisatawan Jepang berupa kalimat tanya dan kalimat perintah.
Abstract
The use of types and functions of speech acts are used in business in Japanese wedding companies in Bali that are predominantly Japanese tourists when they want to have a wedding in Bali.
This research focuses on the use of types and functions of local staff when communicating with Japanese tourists which is done through services from the day before and when the wedding takes place.
This qualitative research was conducted in Badung regency because the company was only opened in Badung regency, and was not opened elsewhere.
Data collection techniques, such as listening, recording the interaction of local staff, and supported in-depth interview techniques.
Data in the form of conversations used by staff to Japanese tourists.
The results showed the use of the speech acts function used varies according to the conditions experienced by local staff towards Japanese tourists.
Namely (1) assertive speech acts with pragmatic functions explaining and asking questions; (2) directive speech acts with pragmatic functions of ordering, helping and ordering.
However, although the functions of speech acts are different, the staff still provide good and friendly service when dealing with Japanese tourists.
The types of the three discussions use direct speech acts where the staff directly communicates with Japanese tourists in the form of question and command sentences.
Keywords: interaction wedding, pragmatic, speech acts, Japanese tourists.
Related Results
Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak tutur representatif merupakan tindakan yang menggunakan tuturan guna mengikat mitra tutur pada kebenaran yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ben...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penelitian tentang penerapan maksim kesopanan dalam tindak tutur berbahasa In- donesia lisan mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar dilatarbelakangi oleh pentingnya penera...
Analisis Fikih Muamalah Terhadap Sistem Pengupahan Freelance “X” Wedding dan Event Organizer
Analisis Fikih Muamalah Terhadap Sistem Pengupahan Freelance “X” Wedding dan Event Organizer
Abstract. Service work in muamalah fiqh is included in the Ijarah Al-amal contract, in which the provisions must determine how much nominal wages will be given to workers. However,...
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam kehidupan sehari-hari melalui drama koe koi, dan mendeskripsikan da...
Tindak Tutur Direktif Percakapan Kaum Priyayi Pada Roman Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak Tutur Direktif Percakapan Kaum Priyayi Pada Roman Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak tutur merupakan bentuk tuturan yang dimaksudkan untuk memengaruhi mitra tutur agar melakukan suatu tindakan. Artikel ini merinci klasifikasi tindak tutur menurut Austin, yan...
TINDAK TUTUR DAN MAKNA PRAGMATIK DALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR
TINDAK TUTUR DAN MAKNA PRAGMATIK DALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR
Penelitian ini membahas jenis tindak tutur dan makna pragmatik dalam percakapan antar tokoh atau penutur pada novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? Karya Agnes Davonar. Latar belakang pe...
Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Tokoh Dilan pada Film Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi
Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Tokoh Dilan pada Film Dilan 1990 Karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tindak tutur ilokusi dalam dialog tokoh Dilan pada film Dilan 1990 karya Pidi Baiq dan Fajar Bustomi. Penelitian ini bertujuan untuk men...

