Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai dalam Tembang Cigawiran di Desa Cigawir Kabupaten Garut

View through CrossRef
This research aims to deepen the understanding of the values contained in the Cigawiran song in Cigawir Village, Garut Regency. By exploring the meaning of the lyrics, melody and the surrounding cultural context, this research aims to provide an in-depth understanding of the values in Tembang Cigawiran. This research method uses a qualitative approach with interview techniques, observation and lyric analysis. Research respondents involved community leaders, cigawiran song figures, and ulama. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. Research findings identify main values and supporting values. The main value in the Cigawiran song is religious value, where the Cigawiran song then became one of the media in conveying teachings originating from Islamic norms, ulama fatwas, calls to worship, education, which came from the Al-Qur'an and Al-Hadith, as well as the supporting values contained in the Cigawiran song are artistic values and nyantri values. The results of the analysis also highlight the important role of this tradition in preserving cultural identity and strengthening social ties in Cigawir Village. Tembang Cigawiran is more than just a cultural heritage of music and lyrics, but also a legacy of religious, cultural and local wisdom values. Tembang Cigawiran shows how these values remain relevant and play a vital role in building the identity and life of local communities.Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam tembang Cigawiran di Desa Cigawir, Kabupaten Garut. Dengan menggali makna lirik, melodi, dan konteks budaya di sekitarnya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dalam Tembang Cigawiran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis lirik. Responden penelitian melibatkan tokoh masyarakat, tokoh tembang cigawiran, dan ulama. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian mengidentifikasi nilai utama dan nilai pendukung. Nilai utama dalam tembang Cigawiran adalah nilai Religius, dimana tembang Cigawiran kemudian menjadi salah satu media dalam menyampaikan ajaran yang berasal dari norma-norma Islam, fatwa ulama, ajakan beribadah, pendidikan, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta nilai pendukung yang terdapat di dalam tembang Cigawiran  nilai seni dan nilai nyantri. Hasil analisis juga menyoroti peran penting tradisi ini dalam melestarikan identitas budaya dan memperkuat ikatan sosial di Desa Cigawir. Tembang Cigawiran lebih dari sekadar warisan budaya musik dan lirik, tetapi juga sebagai pewarisan nilai-nilai agama, budaya dan kearifan lokal. Tembang Cigawiran, menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut tetap relevan dan memainkan peran vital dalam membangun identitas dan kehidupan masyarakat local setempat.
Title: Nilai dalam Tembang Cigawiran di Desa Cigawir Kabupaten Garut
Description:
This research aims to deepen the understanding of the values contained in the Cigawiran song in Cigawir Village, Garut Regency.
By exploring the meaning of the lyrics, melody and the surrounding cultural context, this research aims to provide an in-depth understanding of the values in Tembang Cigawiran.
This research method uses a qualitative approach with interview techniques, observation and lyric analysis.
Research respondents involved community leaders, cigawiran song figures, and ulama.
Data analysis techniques using data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification.
Research findings identify main values and supporting values.
The main value in the Cigawiran song is religious value, where the Cigawiran song then became one of the media in conveying teachings originating from Islamic norms, ulama fatwas, calls to worship, education, which came from the Al-Qur'an and Al-Hadith, as well as the supporting values contained in the Cigawiran song are artistic values and nyantri values.
The results of the analysis also highlight the important role of this tradition in preserving cultural identity and strengthening social ties in Cigawir Village.
Tembang Cigawiran is more than just a cultural heritage of music and lyrics, but also a legacy of religious, cultural and local wisdom values.
Tembang Cigawiran shows how these values remain relevant and play a vital role in building the identity and life of local communities.
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam tembang Cigawiran di Desa Cigawir, Kabupaten Garut.
Dengan menggali makna lirik, melodi, dan konteks budaya di sekitarnya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai dalam Tembang Cigawiran.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis lirik.
Responden penelitian melibatkan tokoh masyarakat, tokoh tembang cigawiran, dan ulama.
Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Temuan penelitian mengidentifikasi nilai utama dan nilai pendukung.
Nilai utama dalam tembang Cigawiran adalah nilai Religius, dimana tembang Cigawiran kemudian menjadi salah satu media dalam menyampaikan ajaran yang berasal dari norma-norma Islam, fatwa ulama, ajakan beribadah, pendidikan, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta nilai pendukung yang terdapat di dalam tembang Cigawiran  nilai seni dan nilai nyantri.
Hasil analisis juga menyoroti peran penting tradisi ini dalam melestarikan identitas budaya dan memperkuat ikatan sosial di Desa Cigawir.
Tembang Cigawiran lebih dari sekadar warisan budaya musik dan lirik, tetapi juga sebagai pewarisan nilai-nilai agama, budaya dan kearifan lokal.
Tembang Cigawiran, menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut tetap relevan dan memainkan peran vital dalam membangun identitas dan kehidupan masyarakat local setempat.

Related Results

LIRIK TEMBANG SUNDA CIGAWIRAN (Kajian Historis, Struktural, dan Etnopedagogik)
LIRIK TEMBANG SUNDA CIGAWIRAN (Kajian Historis, Struktural, dan Etnopedagogik)
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perkembangan, struktur, dan nilai étnopédagogik lirik tembang Sunda Cigawiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskri...
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
Garut merupkan nama pengganti dari Kabupaten Limbangan, dan berdiri pada masa pemerintahan Hindia Belanda atas usul bupati Aria Wira Tanu Datar VIII. R.A.A. Soeria Kertalegawa meru...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Nilai Religiositas dalam Tembang “Tak Lela-Lela Ledhung”
Nilai Religiositas dalam Tembang “Tak Lela-Lela Ledhung”
Pada sudut pandang masyarakat sekarang, tembang Tak Lela-Lela Ledhung ini kurang begitu menonjol atau bisa dibilang kuno dan tidak gaul untuk masyarakat pada jaman sekarang khususn...

Back to Top