Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS DETERMINAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA
View through CrossRef
ABSTRACTThis research aimed to discuss and obtain empirical evidence about determinants affecting carbon emission disclosure in Indonesia. The independent variables tested in this research consisted of board of commissioner size, women on board members size, board of director size, company size, and institutional ownership. The measurement of carbon emission disclosure using index checklist developed by Choi et al. (2013). Non-financial companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2015-2019 were used as the population of this study. In this research, the sample was taken by using purposive sampling method. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the board of commissioner size, and company size have a positive effect on carbon emission disclosure, while women on board members size, board of director size, and institutional ownership have no effect on carbon emission disclosure. These results are expected to encourage companies to disclose information regarding carbon emission and to reduce carbon emission. Keywords: carbon emission disclosure; board of commissioner size; women on board members size; board of director size; company size; institutional ownership ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai determinan yang mempengaruhi pengungkapan emisi karbon di Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran dewan komisaris, proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, ukuran perusahaan, dan kepemilikan institusional. Pengukuran pengungkapan emisi karbon dilakukan dengan menggunakan indeks checklist yang dikembangkan oleh Choi et al. (2013). Perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2015-2019 digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple linear regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon, sedangkan proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon. Hasil ini diharapkan dapat mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengungkapkan informasi terkait emisi karbon dan menurunkan emisi karbon. Kata kunci: pengungkapan emisi karbon; ukuran dewan komisaris; proporsi anggota dewan wanita; ukuran dewan direksi; ukuran perusahaan; kepemilikan institusional
Title: ANALISIS DETERMINAN PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA
Description:
ABSTRACTThis research aimed to discuss and obtain empirical evidence about determinants affecting carbon emission disclosure in Indonesia.
The independent variables tested in this research consisted of board of commissioner size, women on board members size, board of director size, company size, and institutional ownership.
The measurement of carbon emission disclosure using index checklist developed by Choi et al.
(2013).
Non-financial companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2015-2019 were used as the population of this study.
In this research, the sample was taken by using purposive sampling method.
Data were analyzed using multiple linear regression.
The results showed that the board of commissioner size, and company size have a positive effect on carbon emission disclosure, while women on board members size, board of director size, and institutional ownership have no effect on carbon emission disclosure.
These results are expected to encourage companies to disclose information regarding carbon emission and to reduce carbon emission.
Keywords: carbon emission disclosure; board of commissioner size; women on board members size; board of director size; company size; institutional ownership ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai determinan yang mempengaruhi pengungkapan emisi karbon di Indonesia.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran dewan komisaris, proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, ukuran perusahaan, dan kepemilikan institusional.
Pengukuran pengungkapan emisi karbon dilakukan dengan menggunakan indeks checklist yang dikembangkan oleh Choi et al.
(2013).
Perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2015-2019 digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini.
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple linear regression.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon, sedangkan proporsi anggota dewan wanita, ukuran dewan direksi, dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon.
Hasil ini diharapkan dapat mendorong perusahaan-perusahaan untuk mengungkapkan informasi terkait emisi karbon dan menurunkan emisi karbon.
Kata kunci: pengungkapan emisi karbon; ukuran dewan komisaris; proporsi anggota dewan wanita; ukuran dewan direksi; ukuran perusahaan; kepemilikan institusional.
Related Results
ANALISIS MULTI TEMPORAL CITRA SATELIT LANDSAT UNTUKPEMANTAUAN CADANGAN KARBON NASIONAL
ANALISIS MULTI TEMPORAL CITRA SATELIT LANDSAT UNTUKPEMANTAUAN CADANGAN KARBON NASIONAL
<p>Indonesia adalah salah satu negara tropis yang mempunyai luas kawasan hutan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Congo. Namun berdasarkan data dari FAO (2015), Indo...
IMPLEMENTASI PAJAK KARBON SEBAGAI INSTRUMEN PENGENDALIAN EMISI
IMPLEMENTASI PAJAK KARBON SEBAGAI INSTRUMEN PENGENDALIAN EMISI
Pajak karbon adalah instrumen ekonomi yang dikenakan pada emisi karbon dioksida (CO2) dengan tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca. Artikel ini membahas pengertian pajak karbon, a...
Pemanfaatan Jasa Karbon: Tinjauan Hukum dan Upaya Konservasi Hutan Indonesia
Pemanfaatan Jasa Karbon: Tinjauan Hukum dan Upaya Konservasi Hutan Indonesia
Pemanfaatan jasa karbon merupakan salah satu instrumen dalam mewujudkan tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam perubahan iklim. Namun, berbagai dampak negatif y...
Diversifikasi Usaha untuk Keberlanjutan Lingkungan dalam Kerangka Reforma Agraria melalui Pertanian Karbon
Diversifikasi Usaha untuk Keberlanjutan Lingkungan dalam Kerangka Reforma Agraria melalui Pertanian Karbon
The accelerating pace of climate change has prompted many countries to reduce carbon emissions through carbon farming. Carbon farming plays a crucial role in climate change mitigat...
Pendugaan Simpanan Karbon pada Kawasan Rehabilitasi Pesisir Selatan Pulau Jawa
Pendugaan Simpanan Karbon pada Kawasan Rehabilitasi Pesisir Selatan Pulau Jawa
Konservasi karbon merupakan salah satu tindakan penting dalam rehabilitasi pesisir, khususnya pesisir selatan Pulau Jawa dengan keunikan ombak yang besar, salinitas tinggi dan sedi...
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Pemanasan global (global warming) merupakan salah satu bahasan penting yang menjadi perhatian banyak pihak di seluruh dunia. Salah satu upaya penurunan emisi karbon dapat dilakukan...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
<p>Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan...

