Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Insomnia Sebagai Ide Dalam Karya Lukis Abstrak Figuratif

View through CrossRef
Artikel ini membahas tentang insomnia yang menjadi rancangan ide dalam sebuah karya lukis. Dalam mewujudkan karya seni lukis ini, penulis menganggap fenomena ini sebagai suatu yang menarik karena insomnia bisa digunakan sebagai objek inspirasi dalam berkarya. Pengggarapan ide-ide dalam proses pencipaan memerlukan berbagai tahapan, demi terlaksanakannya kegiatan penciptaan sesuai konsep. Berikut adalah berbagai tahapan yang dilakukan penulis untuk mewujudkan karya berdasarkan konsep. Tahap tersebut diantaranya tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep dan penyelesaian. Tujuan dari karya tentang Insomnia ini yaitu untuk memvisualisasikan sebuah bentuk ekspresi ke dalam seni lukis yang menjadikan diri sendiri sebagai contoh pembelajaran. memberitahu apa itu Insomnia dan diharapkan dari karya ini timbul rasa ingin tahu dari siapa saja yang melihat karya ini tentang apa itu Insomnia,  setelah mengetahui apa itu Insomnia  kita akan lebih bisa memahami dan menerima bahwa setiap orang memiliki gangguan tidur dengan penyebab kesehatan yang berbeda pada manusia. Dalam pembuatan karya ini sendiri pasti ada banyak kendala dalam mencari informasi tentang judul, pengetikan proposal dan memvisualisasikan dalam bentuk karya Lukisan. Setelah melalui proses yang Panjang dan beberapa hal yang sempat membuat terlambatnya proses karya akhir ini, akhirnya terciptalah sepuluh karya tentang Gangguan Tidur dalam karya Lukis dengan  judul sebagai berikut: Pengen Tidur,  Overthinking, Three Levels, Beda Server, Abnormal, Labirin, Terbalik, Solusi  Stress, Sama Rasa.
Title: Insomnia Sebagai Ide Dalam Karya Lukis Abstrak Figuratif
Description:
Artikel ini membahas tentang insomnia yang menjadi rancangan ide dalam sebuah karya lukis.
Dalam mewujudkan karya seni lukis ini, penulis menganggap fenomena ini sebagai suatu yang menarik karena insomnia bisa digunakan sebagai objek inspirasi dalam berkarya.
Pengggarapan ide-ide dalam proses pencipaan memerlukan berbagai tahapan, demi terlaksanakannya kegiatan penciptaan sesuai konsep.
Berikut adalah berbagai tahapan yang dilakukan penulis untuk mewujudkan karya berdasarkan konsep.
Tahap tersebut diantaranya tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep dan penyelesaian.
Tujuan dari karya tentang Insomnia ini yaitu untuk memvisualisasikan sebuah bentuk ekspresi ke dalam seni lukis yang menjadikan diri sendiri sebagai contoh pembelajaran.
memberitahu apa itu Insomnia dan diharapkan dari karya ini timbul rasa ingin tahu dari siapa saja yang melihat karya ini tentang apa itu Insomnia,  setelah mengetahui apa itu Insomnia  kita akan lebih bisa memahami dan menerima bahwa setiap orang memiliki gangguan tidur dengan penyebab kesehatan yang berbeda pada manusia.
Dalam pembuatan karya ini sendiri pasti ada banyak kendala dalam mencari informasi tentang judul, pengetikan proposal dan memvisualisasikan dalam bentuk karya Lukisan.
Setelah melalui proses yang Panjang dan beberapa hal yang sempat membuat terlambatnya proses karya akhir ini, akhirnya terciptalah sepuluh karya tentang Gangguan Tidur dalam karya Lukis dengan  judul sebagai berikut: Pengen Tidur,  Overthinking, Three Levels, Beda Server, Abnormal, Labirin, Terbalik, Solusi  Stress, Sama Rasa.

Related Results

Proses Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus)
Proses Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus)
Abstract. This research is motivated by the uniqueness of Area Lukis Braga in carrying out the marketing communication process in increasing sales. This study aims to determine the...
Komunikasi Pemasaran Pada Akun di Instagram @Arealukisbraga (Studi Kasus)
Komunikasi Pemasaran Pada Akun di Instagram @Arealukisbraga (Studi Kasus)
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan Area Lukis Braga dalam melakukan proses komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan. Pada penelitian ini mempunyai tuju...
DAMPAK MEROKOK TERHADAP POLA TIDUR
DAMPAK MEROKOK TERHADAP POLA TIDUR
Abstract: Sleep/rest is one of  human needs, sleep disorder such as insomnia can interfere our daily activities. In Indonesia, the prevalence reached 10% of people with insomnia, o...
Sleep Quality and Insomnia Severity among Italian University Students: A Latent Profile Analysis
Sleep Quality and Insomnia Severity among Italian University Students: A Latent Profile Analysis
Insomnia is a widespread sleep disorder associated with physical and mental health conditions. Although the heterogeneity of insomnia presentations has been acknowledged, research ...
Incidence of Insomnia in Type 2 Diabetes Mellitus patients in a Tertiary Care Centre in Southern Kerala
Incidence of Insomnia in Type 2 Diabetes Mellitus patients in a Tertiary Care Centre in Southern Kerala
Abstract BACKGROUND Insomnia refers to difficulty falling asleep or staying asleep, often resulting in poor sleep quality. Around 10% of the general population experience i...
Nurse-delivered sleep restriction therapy to improve insomnia disorder in primary care: the HABIT RCT
Nurse-delivered sleep restriction therapy to improve insomnia disorder in primary care: the HABIT RCT
Background Insomnia is a prevalent and distressing sleep disorder. Multicomponent cognitive–behavioural therapy is the recommended first-line treatment, but access remains extremel...
Insomnia score: predictive ability of insomnia, high-diagnostic and prognostic value for cancer
Insomnia score: predictive ability of insomnia, high-diagnostic and prognostic value for cancer
AbstractObjectiveThis study utilized bioinformatics methods to investigate the association between insomnia and cancer.MethodsWe identified key insomnia-related genes and construct...

Back to Top