Javascript must be enabled to continue!
Faktor-faktor kelelahan kerja pada pekerja di PT Bank XYZ Kota Jakarta tahun 2024
View through CrossRef
Work-related fatigue is defined as a decrease in efficiency, work quality, and a reduction in the strength or physical endurance needed to continuously carry out work tasks. The research here aims to understand the Factors Related to Work Fatigue in Workers at PT Bank XYZ, Jakarta City in 2024. The type of research here is quantitative using a cross-sectional study design. The sample selection technique was carried out using non-probability sampling (non-random sampling), with a purposive sampling technique, with a research sample of 88 workers. The results of the univariate analysis interpreted the largest proportion as low fatigue (54.5%), age <35 years (54.5%), poor sleep quality (54.5%), non-risk nutritional status (65.9%), and high workload (54.5%). Based on the results of statistical analysis, it is known that variables related to work fatigue are age (p-value = 0.000), sleep quality (p-value = 0.000), workload (p-value = 0.000), while variables that are not related to work fatigue are nutritional status (p-value = 0.951). Therefore, it is recommended that banking companies always implement sports programs to deal with worker work fatigue, monitor worker nutritional status, evaluate and review the workload that must be completed according to the expertise of each worker. Workers also maintain a healthy diet and make the most of their time to sleep.
Kelelahan akibat kerja dimaknai sebagai penurunan efisiensi, kualitas kerja, dan pengurangan kekuatan atau ketahanan fisik yang diperlukan guna senantiasa melaksanakan tugas-tugas pekerjaan. Riset disini bertujuan guna memahami Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT Bank XYZ Kota Jakarta Tahun 2024. Jenis riset disini berupa kuantitatif memakai desain studi cross sectional. Teknik pemilihan sampel dilaksanakan memakai non-probability sampling (non-random sampling), dengan teknik purposive sampling, dengan sampel riset sejumlah 88 pekerja. Hasil analisis univariat menginterpretasikan proporsi terbesar berupa kelelahan rendah (54,5%), usia < 35 tahun (54,5%), kualitas tidur buruk (54,5%), status gizi tidak berisiko (65,9%), dan beban kerja tinggi (54,5%). Berdasar hasil analisis statistik diketahui variabel yang terkait dengan kelelahan kerja berupa usia (p-value = 0,000), kualitas tidur (p-value = 0,000), beban kerja (p-value = 0,000), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu status gizi (p-value = 0,951). Maka, disarankan agar perusahaan perbankan untuk selalu mengimplementasikan program olahraga guna menangani kelelahan kerja pekerja, pemantauan status gizi pekerja, melakukan pengevaluasian dan peninjauan kembali beban kerja yang harus diselesaikan disesuaikan dengan keahlian masing-masing pekerja. Pekerja juga menjaga pola makan yang sehat dan memanfaatkan waktu untuk tidur dengan sebaik-sebaiknya.
PT WIM Solusi Prima
Title: Faktor-faktor kelelahan kerja pada pekerja di PT Bank XYZ Kota Jakarta tahun 2024
Description:
Work-related fatigue is defined as a decrease in efficiency, work quality, and a reduction in the strength or physical endurance needed to continuously carry out work tasks.
The research here aims to understand the Factors Related to Work Fatigue in Workers at PT Bank XYZ, Jakarta City in 2024.
The type of research here is quantitative using a cross-sectional study design.
The sample selection technique was carried out using non-probability sampling (non-random sampling), with a purposive sampling technique, with a research sample of 88 workers.
The results of the univariate analysis interpreted the largest proportion as low fatigue (54.
5%), age <35 years (54.
5%), poor sleep quality (54.
5%), non-risk nutritional status (65.
9%), and high workload (54.
5%).
Based on the results of statistical analysis, it is known that variables related to work fatigue are age (p-value = 0.
000), sleep quality (p-value = 0.
000), workload (p-value = 0.
000), while variables that are not related to work fatigue are nutritional status (p-value = 0.
951).
Therefore, it is recommended that banking companies always implement sports programs to deal with worker work fatigue, monitor worker nutritional status, evaluate and review the workload that must be completed according to the expertise of each worker.
Workers also maintain a healthy diet and make the most of their time to sleep.
Kelelahan akibat kerja dimaknai sebagai penurunan efisiensi, kualitas kerja, dan pengurangan kekuatan atau ketahanan fisik yang diperlukan guna senantiasa melaksanakan tugas-tugas pekerjaan.
Riset disini bertujuan guna memahami Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT Bank XYZ Kota Jakarta Tahun 2024.
Jenis riset disini berupa kuantitatif memakai desain studi cross sectional.
Teknik pemilihan sampel dilaksanakan memakai non-probability sampling (non-random sampling), dengan teknik purposive sampling, dengan sampel riset sejumlah 88 pekerja.
Hasil analisis univariat menginterpretasikan proporsi terbesar berupa kelelahan rendah (54,5%), usia < 35 tahun (54,5%), kualitas tidur buruk (54,5%), status gizi tidak berisiko (65,9%), dan beban kerja tinggi (54,5%).
Berdasar hasil analisis statistik diketahui variabel yang terkait dengan kelelahan kerja berupa usia (p-value = 0,000), kualitas tidur (p-value = 0,000), beban kerja (p-value = 0,000), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu status gizi (p-value = 0,951).
Maka, disarankan agar perusahaan perbankan untuk selalu mengimplementasikan program olahraga guna menangani kelelahan kerja pekerja, pemantauan status gizi pekerja, melakukan pengevaluasian dan peninjauan kembali beban kerja yang harus diselesaikan disesuaikan dengan keahlian masing-masing pekerja.
Pekerja juga menjaga pola makan yang sehat dan memanfaatkan waktu untuk tidur dengan sebaik-sebaiknya.
Related Results
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Astenopia (kelelahan mata) yaitu gejala yang diakibatkan oleh upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman pengliha...
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Astenopia (kelelahan mata) yaitu gejala yang diakibatkan oleh upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman pengliha...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Rotary 9 Feet Di PT. Sumber Graha Sejahtera Luwu
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Rotary 9 Feet Di PT. Sumber Graha Sejahtera Luwu
Data dari ILO menyebutkan hampir setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Penelitian tersebut menyataka...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
HUBUNGAN KELELAHAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA TOWER BTS DI PROYEK HUAWEI PT. XERINDO TEKNOLOGI JAKARTA
HUBUNGAN KELELAHAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA TOWER BTS DI PROYEK HUAWEI PT. XERINDO TEKNOLOGI JAKARTA
Survey awal menunjukkan bahwa pekerja mengalami kelelahan dengan gejala mengantuk, lelah, sakit di bahu dan punggung. Kelelahan yang terjadi terus menerus dapat menimbulkan stres k...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja PT. Bosowa Propertindo Makassar
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja PT. Bosowa Propertindo Makassar
Laporan National Institue of Occupational Health and Safety (NIOSH) menunjukan bahwa terdapat dua penelitian mengenai tingkat stres kerja ditempat kerja di Amerika, yang pertama ...
Identifikasi Risiko Ergonomi pada Pekerja Tenun di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung
Identifikasi Risiko Ergonomi pada Pekerja Tenun di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung
Pekerja tenun adalah pekerjaan yang memerlukan tingkat ketelitian tinggi. Pekerja tenun dalam melakukan pekerjaan dihadapkan pada permasalahan seperti postur duduk, gerakan pekerja...
Pengaruh Beban Kerja, Kelelahan Kerja Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Pengaruh Beban Kerja, Kelelahan Kerja Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, kelelahan kerja, dan shift kerja terhadap penerapan kesehatan dan keselamatan kerja pada karyawan PT. Kaltim Diamond...

