Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Literatur Aktivitas Antelmintik dari Biji Pinang (Areca catechu L.)

View through CrossRef
Abstract. Worm infection is a disease that includes Neglected Tropical Disease (NTD). This disease can affect all ages, but in preschoolers, it is more common. Ascariasis are chronic infections but the clinical symptoms caused are not clear and the impact will be seen in the long term. Treatment to prevent worm infection can use herbal plants as an alternative, one of the plants that has the potential as anthelmintics is betel nut (Areca catechu L.). This research is in the form of a systematic literature review by searching for articles through Google scholar and Science direct, then selecting according to the inclusion criteria, the total articles obtained are 16 articles and then data processing is carried out. This study aims to determine the potential anthelmintic activity of the areca nut, to determine the secondary metabolites that play a role in the anthelmintic activity of areca nut, and to determine the presence or absence of adverse side effects such as nausea, vomiting, and diarrhea produced by areca nut. In the results of this literature study, it is known that areca nut has potential as an anthelmintic. In this plant, there are secondary metabolites that are efficacious as anthelmintics in the form of phenols, flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, and a typical active compound in the form of arecoline. Areca nut is known to have adverse side effects in the form of nausea, vomiting, and diarrhea. Abstrak. Infeksi cacingan merupakan penyakit yang termasuk Neglected Tropical Disease (NTD). Penyakit ini bisa menyerang semua usia, akan tetapi pada anak usia prasekolah lebih sering terjadi. Cacingan merupakan infeksi yang bersifat kronis akan tetapi gejala klinis yang ditimbulkan tidak jelas dan dampaknya akan terlihat dalam jangka waktu yang panjang. Pengobatan untuk mencegah terjadinya infeksi cacingan dapat menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif, salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antelmintik adalah tumbuhan pinang (Areca catechu L.). Penelitian ini berupa systematic literature review dengan pencarian artikel melalui Google scholar dan Science direct, lalu dilakukan seleksi sesuai dengan kriterian inklusinya, total artikel yang diperoleh adalah 16 artikel kemudian dilakukan pengolahan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antelmintik dari biji pinang, mengetahui metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas antelmintik pada biji pinang, dan mengetahui ada atau tidaknya efek samping merugikan berupa mual, muntah, dan diare yang dihasilkan oleh biji pinang. Pada hasil studi literatur ini diketahui bahwa biji pinang memiliki potensi sebagai antelmintik. Pada tanaman ini terdapat metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antelmintik berupa fenol, flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, terpenoid, serta senyawa aktif yang khas berupa arekolin. Pada biji pinang diketahui memiliki efek samping merugikan berupa mual, muntah, dan diare.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Studi Literatur Aktivitas Antelmintik dari Biji Pinang (Areca catechu L.)
Description:
Abstract.
Worm infection is a disease that includes Neglected Tropical Disease (NTD).
This disease can affect all ages, but in preschoolers, it is more common.
Ascariasis are chronic infections but the clinical symptoms caused are not clear and the impact will be seen in the long term.
Treatment to prevent worm infection can use herbal plants as an alternative, one of the plants that has the potential as anthelmintics is betel nut (Areca catechu L.
).
This research is in the form of a systematic literature review by searching for articles through Google scholar and Science direct, then selecting according to the inclusion criteria, the total articles obtained are 16 articles and then data processing is carried out.
This study aims to determine the potential anthelmintic activity of the areca nut, to determine the secondary metabolites that play a role in the anthelmintic activity of areca nut, and to determine the presence or absence of adverse side effects such as nausea, vomiting, and diarrhea produced by areca nut.
In the results of this literature study, it is known that areca nut has potential as an anthelmintic.
In this plant, there are secondary metabolites that are efficacious as anthelmintics in the form of phenols, flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, terpenoids, and a typical active compound in the form of arecoline.
Areca nut is known to have adverse side effects in the form of nausea, vomiting, and diarrhea.
Abstrak.
Infeksi cacingan merupakan penyakit yang termasuk Neglected Tropical Disease (NTD).
Penyakit ini bisa menyerang semua usia, akan tetapi pada anak usia prasekolah lebih sering terjadi.
Cacingan merupakan infeksi yang bersifat kronis akan tetapi gejala klinis yang ditimbulkan tidak jelas dan dampaknya akan terlihat dalam jangka waktu yang panjang.
Pengobatan untuk mencegah terjadinya infeksi cacingan dapat menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif, salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antelmintik adalah tumbuhan pinang (Areca catechu L.
).
Penelitian ini berupa systematic literature review dengan pencarian artikel melalui Google scholar dan Science direct, lalu dilakukan seleksi sesuai dengan kriterian inklusinya, total artikel yang diperoleh adalah 16 artikel kemudian dilakukan pengolahan data.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antelmintik dari biji pinang, mengetahui metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas antelmintik pada biji pinang, dan mengetahui ada atau tidaknya efek samping merugikan berupa mual, muntah, dan diare yang dihasilkan oleh biji pinang.
Pada hasil studi literatur ini diketahui bahwa biji pinang memiliki potensi sebagai antelmintik.
Pada tanaman ini terdapat metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antelmintik berupa fenol, flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, terpenoid, serta senyawa aktif yang khas berupa arekolin.
Pada biji pinang diketahui memiliki efek samping merugikan berupa mual, muntah, dan diare.

Related Results

Business Behavior Model And Business Performance Of Areca Nut Farmers In Tanjung Jabung Timur District And Tanjung Jabung Barat
Business Behavior Model And Business Performance Of Areca Nut Farmers In Tanjung Jabung Timur District And Tanjung Jabung Barat
In its development, the Pinang commodity is a leading regional commodity in Jambi Province in general, and Tanjabtim and Tanjabbar districts in particular. Tanjung Jabung Timur and...
Perancangan Alat Pembelah Dan Pencungkil Buah Pinang
Perancangan Alat Pembelah Dan Pencungkil Buah Pinang
Kebutuhan biji pinang yang sangat meningkat untuk berbagai keperluan mampu menjadi pendapatan dan keuntungan melalui bisnis buah pinang ini. Permintaan ekspor biji pinang muda lebi...
Potensi Krim Biji Pinang (Areca catechu L.) sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat
Potensi Krim Biji Pinang (Areca catechu L.) sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat
Penggunaan bahan alam dalam pengobatan saat ini sedang banyak digunakan dengan adanya istilah “Back to Nature” sehingga penggunaan bahan alam sebagai obat kembali menjadi primadona...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Uji Toksisitas Ekstrak Batang Pinang Yaki (Areca vestiaria) pada Artemia salina Leach.
Uji Toksisitas Ekstrak Batang Pinang Yaki (Areca vestiaria) pada Artemia salina Leach.
AbstrakEfek toksisitas pinang yaki (Areca vestaria) sebagai tumbuhan obat potensial perlu diuji untuk mengetahui ambang batas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ...
Cytotoxicity and Morphological Effects of Aqueous Areca Nut Crude Extract on L929 Fibroblast Cell Line
Cytotoxicity and Morphological Effects of Aqueous Areca Nut Crude Extract on L929 Fibroblast Cell Line
Betel quid chewing is a detrimental recreational habit amongst Asians and a risk factor for oral cancer. Arecoline, a component of areca nut (a major constituent of betel quid) is ...
A Review of Significant Advances in Areca Fiber Composites
A Review of Significant Advances in Areca Fiber Composites
This chapter provides a comprehensive review of the recent developments in the design of areca fiber composites. The physical, mechanical, and thermal properties of areca fiber and...
PERANCANGAN ALAT PACKING PINANG ERGONOMIS STUDI KASUS : GUDANG PENJEMURAN PINANG SUNGAI DURIAN KEC. KERITANG KAB. INHIL
PERANCANGAN ALAT PACKING PINANG ERGONOMIS STUDI KASUS : GUDANG PENJEMURAN PINANG SUNGAI DURIAN KEC. KERITANG KAB. INHIL
Saat ini aktivitas packing pinang di gudang penjemuran pinang sungai durian dilakukan tanpa menggunakan alat bantu yaitu dengan cara pekerja menyekop pinang dengan punggung membung...

Back to Top