Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Aspek Perancangan Masjid Ramah Anak Berbasis Community Score Card

View through CrossRef
ABSTRAKDesain masjid yang inklusif dan ramah anak berperan penting dalam mendukung perkembangan spiritual, sosial, dan emosional anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain masjid ramah anak di Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan berbasis Community Score Card (CSC). Pendekatan ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi desain, memastikan kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan optimal. Metodologi penelitian mencakup analisis kombinasi kuantitatif dan kualitatif melalui observasi desain masjid, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, survei komunitas, dan studi kasus di dua masjid, yakni Masjid Cheng Ho dan Al-Markaz Al-Islami. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas ramah anak yang dibutuhkan, seperti ruang bermain, taman edukasi, dan perpustakaan mini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua masjid telah memiliki elemen desain ramah anak, seperti area salat khusus, fasilitas pendukung lain masih terbatas. Partisipasi masyarakat melalui CSC terbukti efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik, meningkatkan rasa kepemilikan komunitas, dan menciptakan desain yang lebih inklusif. Temuan ini memperkuat urgensi untuk mengintegrasikan desain masjid ramah anak dalam perencanaan fasilitas publik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain arsitektur Islam dan mendukung kebijakan perlindungan anak. Implikasi utama adalah perlunya pedoman desain ramah anak untuk memastikan masjid tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan interaksi sosial bagi anak-anak. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi implementasi di daerah pedesaan atau masjid dengan kapasitas terbatas. ABSTRACTMosques play a pivotal role not only as places of worship but also as centers for education and community development. However, their design often neglects the specific needs of children, limiting their potential as inclusive spaces for fostering spiritual, social, and emotional growth. This study aims to explore how community participation can enhance mosque designs to better serve children in urban areas like Makassar, Indonesia. Using a mixed-methods approach, the research integrates quantitative analysis of mosque facilities and qualitative insights from observations, interviews, and participatory methods like the Community Score Card (CSC). Two case studies, Masjid Cheng Ho and Al-Markaz Al-Islami, were analyzed to evaluate existing child-friendly elements and identify design gaps. The findings reveal that while some mosques provide basic child-friendly features, such as designated prayer areas, most lack vital facilities like playgrounds, educational spaces, and child-focused libraries. The CSC approach enabled direct community input, emphasizing the need for inclusive designs that balance the requirements of children and other mosque users. This participatory model fostered a sense of ownership among stakeholders and ensured relevance to local needs. This study contributes to Islamic architecture by providing practical guidelines for designing child-friendly mosques, with implications for policy and community-based planning. Future research should explore rural settings and assess the long-term impact of such designs on child development. Implementing these recommendations could transform mosques into vibrant spaces that nurture children’s holistic growth.
Title: Identifikasi Aspek Perancangan Masjid Ramah Anak Berbasis Community Score Card
Description:
ABSTRAKDesain masjid yang inklusif dan ramah anak berperan penting dalam mendukung perkembangan spiritual, sosial, dan emosional anak-anak.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain masjid ramah anak di Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan berbasis Community Score Card (CSC).
Pendekatan ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi desain, memastikan kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan optimal.
Metodologi penelitian mencakup analisis kombinasi kuantitatif dan kualitatif melalui observasi desain masjid, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, survei komunitas, dan studi kasus di dua masjid, yakni Masjid Cheng Ho dan Al-Markaz Al-Islami.
Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas ramah anak yang dibutuhkan, seperti ruang bermain, taman edukasi, dan perpustakaan mini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua masjid telah memiliki elemen desain ramah anak, seperti area salat khusus, fasilitas pendukung lain masih terbatas.
Partisipasi masyarakat melalui CSC terbukti efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik, meningkatkan rasa kepemilikan komunitas, dan menciptakan desain yang lebih inklusif.
Temuan ini memperkuat urgensi untuk mengintegrasikan desain masjid ramah anak dalam perencanaan fasilitas publik.
Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain arsitektur Islam dan mendukung kebijakan perlindungan anak.
Implikasi utama adalah perlunya pedoman desain ramah anak untuk memastikan masjid tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan interaksi sosial bagi anak-anak.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi implementasi di daerah pedesaan atau masjid dengan kapasitas terbatas.
ABSTRACTMosques play a pivotal role not only as places of worship but also as centers for education and community development.
However, their design often neglects the specific needs of children, limiting their potential as inclusive spaces for fostering spiritual, social, and emotional growth.
This study aims to explore how community participation can enhance mosque designs to better serve children in urban areas like Makassar, Indonesia.
Using a mixed-methods approach, the research integrates quantitative analysis of mosque facilities and qualitative insights from observations, interviews, and participatory methods like the Community Score Card (CSC).
Two case studies, Masjid Cheng Ho and Al-Markaz Al-Islami, were analyzed to evaluate existing child-friendly elements and identify design gaps.
The findings reveal that while some mosques provide basic child-friendly features, such as designated prayer areas, most lack vital facilities like playgrounds, educational spaces, and child-focused libraries.
The CSC approach enabled direct community input, emphasizing the need for inclusive designs that balance the requirements of children and other mosque users.
This participatory model fostered a sense of ownership among stakeholders and ensured relevance to local needs.
This study contributes to Islamic architecture by providing practical guidelines for designing child-friendly mosques, with implications for policy and community-based planning.
Future research should explore rural settings and assess the long-term impact of such designs on child development.
Implementing these recommendations could transform mosques into vibrant spaces that nurture children’s holistic growth.

Related Results

Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Pelaporan keuangan Masjid belum ada peraturan yang mewajibkan dan ditetapkan dalam pelaporan keuangan berbeda halnya perusahan, pemerintah dan lembaga Zakat. Olehnya itu Ta’mir Mas...
Manajemen Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan Mandailing Natal dalam Meningkatkan Minat Sholat Berjama’ah
Manajemen Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan Mandailing Natal dalam Meningkatkan Minat Sholat Berjama’ah
Masjid termasuk lembaga Islam yang harus dikelola dengan baik seperti halnya dengan Masjid Agung Nur Ala Nur yang mana perlu pengelolaan yang baik yakni seperti perencanaan, pengor...
Akurasi Arah Kiblat Masjid – Masjid di Kota Kendari
Akurasi Arah Kiblat Masjid – Masjid di Kota Kendari
Penelitian ini membahas tentang akurasi arah kiblat masjid-masjid di kota Kendari. Penelitian ini didasari dugaan bahwa beberapa masjid di kota Kendari tidak akurat arah kiblatnya....
ARSITEKTUR MASJID ABIDIN DI KECAMATAN MEDAN MAIMUN KOTA MEDAN
ARSITEKTUR MASJID ABIDIN DI KECAMATAN MEDAN MAIMUN KOTA MEDAN
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menekankan catatan dengan deskripsi kalimat yang rinci, lengkap, mendalam yang menggambarkan situasi yang sebenarnya guna menduk...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...
OPTIMALISASI PRAKTIK MANAJEMEN KEUANGAN MASJID SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAKMURAN MASJID
OPTIMALISASI PRAKTIK MANAJEMEN KEUANGAN MASJID SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAKMURAN MASJID
Abstrak Masjid adalah rumah ibadah bagi umat Islam yang didirikan awal mula sebagai tempat peribadatan murni dan dakwah. Pusat kegiatan umat yang ditempatkan di Masjid sangat dipe...
PEMBERDAYAAN PENGURUS MASJID MELALUI PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MASJID DI DESA RANCAMULYA
PEMBERDAYAAN PENGURUS MASJID MELALUI PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MASJID DI DESA RANCAMULYA
Mitra yang terlibat dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah qoyyim (pengurus) masjid Riyyadhushsholihien yang berlokasi di Kampung Leuwidulang RT 03/01 Desa Rancamulya...

Back to Top