Javascript must be enabled to continue!
Studi Literatur: Faktor Risiko Dermatitis Kontak pada Pekerja
View through CrossRef
Abstract. Contact dermatitis is inflammation of the skin caused by contact with exogenous substances characterized by itching, redness, scaling, vesicles and papules. Trigger factors for contact dermatitis can come from exposure to chemicals, personal hygiene, duration of contact, and other individual factors. The purpose of this study is to explain the risk factors for contact dermatitis in workers. The method used is a literature study by collecting several previous studies regarding risk factors for contact dermatitis in workers. The results of this study explain contact dermatitis starting from definition, causes, risk factors, pathogenesis, and signs and symptoms. Thus it can be concluded that the risk factors for contact dermatitis can come from exposure to chemicals for a long time, type of work, and other individual factors.
Abstrak. Dermatitis kontak adalah inflamasi pada kulit yang disebabkan oleh kontak dengan zat eksogen yang ditandai dengan gatal, kemerahan, bersisik, vesikula, dan papul. Faktor pemicu dermatitis kontak dapat berasal dari paparan bahan kimia, personal hygiene, lama kontak, dan faktor individu lain. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu mengenai faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja. Hasil dari penelitian ini menjelaskan mengenai dermatitis kontak mulai dari definisi, penyebab, faktor risiko, patogenesis, dan tanda gejala. Dengan demikian dapat disimpulkan faktor risiko dermatitis kontak dapat berasal dari paparan bahan kimia dalam waktu lama, jenis pekerjaan, dan faktor individu lainnya.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Studi Literatur: Faktor Risiko Dermatitis Kontak pada Pekerja
Description:
Abstract.
Contact dermatitis is inflammation of the skin caused by contact with exogenous substances characterized by itching, redness, scaling, vesicles and papules.
Trigger factors for contact dermatitis can come from exposure to chemicals, personal hygiene, duration of contact, and other individual factors.
The purpose of this study is to explain the risk factors for contact dermatitis in workers.
The method used is a literature study by collecting several previous studies regarding risk factors for contact dermatitis in workers.
The results of this study explain contact dermatitis starting from definition, causes, risk factors, pathogenesis, and signs and symptoms.
Thus it can be concluded that the risk factors for contact dermatitis can come from exposure to chemicals for a long time, type of work, and other individual factors.
Abstrak.
Dermatitis kontak adalah inflamasi pada kulit yang disebabkan oleh kontak dengan zat eksogen yang ditandai dengan gatal, kemerahan, bersisik, vesikula, dan papul.
Faktor pemicu dermatitis kontak dapat berasal dari paparan bahan kimia, personal hygiene, lama kontak, dan faktor individu lain.
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja.
Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu mengenai faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan mengenai dermatitis kontak mulai dari definisi, penyebab, faktor risiko, patogenesis, dan tanda gejala.
Dengan demikian dapat disimpulkan faktor risiko dermatitis kontak dapat berasal dari paparan bahan kimia dalam waktu lama, jenis pekerjaan, dan faktor individu lainnya.
Related Results
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
UD. Mawar Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tempe. Berdasarkan hasil pra-penelitian berupa wawancara kuesioner NBM terhadap 4 pekerja penggilingan dan 8 ...
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
Salah satu masalah dalam kegiatan konstruksi adalah risiko keterlambatan proyek konstruksi. Proyek The Himana Condotel terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa pelaksan...
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi masalah kesehatan global dengan beban morbiditas dan mortalitas tinggi, menduduki posisi pertama sebagai penyebab kematian akibat penyakit ti...
Asesmen Manajemen Risiko PT Samudra Akasia Teknologi
Asesmen Manajemen Risiko PT Samudra Akasia Teknologi
PT Samudra Akasia Teknologi adalah penyedia jasa infrastruktur digital dan teknologi. Perusahaan mengalami kerugian akibat dari besarnya beban yang dimiliki karena semua biaya dala...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
Dalam setiap aktivitas proyek tentu mengandung unsur risiko, semakin komplek sebuah proyek semakin besarrisiko yang akan terjadi. Kurangnya perhatian terhadap manajemen risiko dapa...
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Astenopia (kelelahan mata) yaitu gejala yang diakibatkan oleh upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman pengliha...
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di PT. Semen Bosowa Maros
Astenopia (kelelahan mata) yaitu gejala yang diakibatkan oleh upaya berlebihan dari sistem penglihatan yang berada dalam kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman pengliha...

