Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Alat Pembakar Dan Pengering Sampah Organik Sebagai Solusi Pengurangan Sampah Berkelanjutan

View through CrossRef
Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan sekitar yang kurang efektif telah menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, tim PKM Prodi Teknik Elektro Unsurya merancang dan membuat alat pembakaran sampah berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan survei kebutuhan mitra, perancangan alat, pelatihan, hingga evaluasi penggunaan oleh masyarakat. Percobaan terhadap pembakaran pada tungku menunjukkan rentang suhu optimal terjadi antara menit ke-10 hingga ke-25, yang sangat sesuai untuk pembakaran cepat dengan produksi asap minimal. Selisih suhu antara ruang pembakaran dan cerobong sebesar 180–240°C menunjukkan efisiensi perpindahan panas yang tinggi serta sistem draft vertikal yang bekerja dengan baik. Selain itu, tungku ini mampu mencapai suhu di atas 600°C hanya dalam waktu 15–20 menit, berkat desain pembakaran tertutup dan isolasi termal dari bahan hebel, yang menjadikannya solusi tepat guna untuk pengolahan sampah ramah lingkungan di tingkat komunitas. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang berkelanjutan bagi penanganan sampah skala kecil di lingkungan rumah tangga dan komunitas lokal.   The ineffective management of household waste and the surrounding environment has led to various negative impacts, including environmental pollution and health issues. To address this problem, the PKM team from the Electrical Engineering Program at Unsurya designed and developed a waste incinerator based on appropriate technology that is simple, economical, and environmentally friendly. The activity was carried out through several stages, including partner needs surveys, tool design, training, and evaluation of community usage. Experimental testing of the incinerator showed that the optimal temperature range occurred between the 10th and 25th minute, which is ideal for fast combustion with minimal smoke production. The temperature difference between the combustion chamber and the chimney, ranging from 180 to 240°C, indicates high heat transfer efficiency and a well-functioning vertical draft system. Additionally, the incinerator can reach temperatures above 600°C within just 15 to 20 minutes, thanks to its closed combustion design and thermal insulation using hebel (aerated concrete), making it an appropriate solution for environmentally friendly waste processing at the community level. The results of this activity are expected to offer a sustainable alternative solution for small-scale waste management in households and local communities.
Title: Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Alat Pembakar Dan Pengering Sampah Organik Sebagai Solusi Pengurangan Sampah Berkelanjutan
Description:
Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan sekitar yang kurang efektif telah menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.
Untuk mengatasi hal ini, tim PKM Prodi Teknik Elektro Unsurya merancang dan membuat alat pembakaran sampah berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan survei kebutuhan mitra, perancangan alat, pelatihan, hingga evaluasi penggunaan oleh masyarakat.
Percobaan terhadap pembakaran pada tungku menunjukkan rentang suhu optimal terjadi antara menit ke-10 hingga ke-25, yang sangat sesuai untuk pembakaran cepat dengan produksi asap minimal.
Selisih suhu antara ruang pembakaran dan cerobong sebesar 180–240°C menunjukkan efisiensi perpindahan panas yang tinggi serta sistem draft vertikal yang bekerja dengan baik.
Selain itu, tungku ini mampu mencapai suhu di atas 600°C hanya dalam waktu 15–20 menit, berkat desain pembakaran tertutup dan isolasi termal dari bahan hebel, yang menjadikannya solusi tepat guna untuk pengolahan sampah ramah lingkungan di tingkat komunitas.
Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang berkelanjutan bagi penanganan sampah skala kecil di lingkungan rumah tangga dan komunitas lokal.
  The ineffective management of household waste and the surrounding environment has led to various negative impacts, including environmental pollution and health issues.
To address this problem, the PKM team from the Electrical Engineering Program at Unsurya designed and developed a waste incinerator based on appropriate technology that is simple, economical, and environmentally friendly.
The activity was carried out through several stages, including partner needs surveys, tool design, training, and evaluation of community usage.
Experimental testing of the incinerator showed that the optimal temperature range occurred between the 10th and 25th minute, which is ideal for fast combustion with minimal smoke production.
The temperature difference between the combustion chamber and the chimney, ranging from 180 to 240°C, indicates high heat transfer efficiency and a well-functioning vertical draft system.
Additionally, the incinerator can reach temperatures above 600°C within just 15 to 20 minutes, thanks to its closed combustion design and thermal insulation using hebel (aerated concrete), making it an appropriate solution for environmentally friendly waste processing at the community level.
The results of this activity are expected to offer a sustainable alternative solution for small-scale waste management in households and local communities.

Related Results

Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Pada penelitian terdahulu, alat pengering yang dianalisis adalah pengering surya dengan kolektor sekunder, rak bertingkat dan exhaust fan. Penelitian tersebut berhasil mengatasi fe...
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Pelatihan Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Padalarang Indah
Tumpukan sampah di Pondok Padalarang Indah menimbulkan masalah rumit bagi warga sekitarnya berupa polusi lingkungan, seperti polusi tanah, air, dan udara. Penumpukan sampah bisa di...
Perencanaan Pengolah Sampah pada Lokasi Wisata Religi Sa’pak Bayo-bayo Kabupaten Tana Toraja
Perencanaan Pengolah Sampah pada Lokasi Wisata Religi Sa’pak Bayo-bayo Kabupaten Tana Toraja
Pada suatu tujuan wisata, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum lokasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat. Seperti ketersediaan fasilitas untuk pengunjung, khususnya fas...
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
ABSTRACTOne of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village...
Simulasi Pengelolaan Sampah di Pasar Tohaga Cileungsi Kabupaten Bogor
Simulasi Pengelolaan Sampah di Pasar Tohaga Cileungsi Kabupaten Bogor
Sampah merupakan masalah yang sangat sulit diatasi karena semua aktivitas manusia menghasilkan sampah terutama aktivitas di pasar. Sampah organik cenderung mendominasi sampah yang ...
Pengaruh Jenis Sampah Organik Terhadap Kondisi Fisik Larva Dewasa BSF (Black Soldier Fly)
Pengaruh Jenis Sampah Organik Terhadap Kondisi Fisik Larva Dewasa BSF (Black Soldier Fly)
Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan peningkatan produksi sampah di Indonesia. Salah satu jenis sampah yang memiliki kuantitas terbanyak adalah sampah organik. Perl...
Penyuluhan Dan Pembuatan Pupuk Organik Yang Prospektif
Penyuluhan Dan Pembuatan Pupuk Organik Yang Prospektif
Sampah di Indonesia terdiri dari : 70% sampah hayati 28% sampah non hayati dan 2% sampah B3 (bahan beracun). Dalam pengelolaan sampah perlu mendayagunakan keterpaduan antara lembag...

Back to Top