Javascript must be enabled to continue!
Karakterisasi Tiga Jenis Simplisia Jahe yang Tumbuh di Jawa Barat
View through CrossRef
Abstract. Emprit ginger (Zingiber officinale var. Amarum), elephant ginger (Zingiber officinale var. Rosc), and red ginger (Zingiber officinale var. sunti Valeton) are notable biopharmaceutical plants from Indonesia, recognized in the export market and extensively utilized in the production of natural medicines. Consequently, it is essential to ensure the quality of raw materials, including simplicia and extracts, to uphold the standards of natural medicinal products. This study aims to evaluate the characteristics of simplicia and extracts derived from emprit ginger (Zingiber officinale var. Amarum), elephant ginger (Zingiber officinale var. Rosc), and red ginger (Zingiber officinale var. sunti Valeton) sourced from West Java. This research is an experimental design, focusing on quantitatively determining the characteristics of simplicia and extracts.. The results of the study showed consecutive results for emprit ginger (Zingiber officinale var. Amarum) that are water-soluble essence content (17.56%, 20.14%, 17.84%), ethanol-soluble essence content (17.08%, 16.96%, 16.04%), water content (8.90%, 8.40%, 8.90%), total ash (4.10%, 4.01%, 4.74%), acid insoluble ash content (1.46%, 1.95%, 0.60%), loss of drying (7.57%, 7 .76%, 7.89%), yield extract (7.75%, 8.79%, 21.51%), and specific gravity (0.84%, 0.83%, 0.84%). In conclusion, samples of emprit ginger (Zingiber officinale var. Amarum), elephant ginger (Zingiber officinale var. Rosc), and red ginger (Zingiber officinale var. sunti Valeton) have satisfied the quality standards for simplicia and extracts following Farmakope Herbal Indonesia 2017.
Abstrak. Jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var. Rosc.), dan jahe merah (Zingiber officinale var. sunti Valeton) merupakan tanaman biofarmaka asal Indonesia yang dikenal luas di pasar ekspor dan banyak digunakan dalam pembuatan obat bahan alam. Oleh karena itu, mutu bahan baku termasuk simplisia dan ekstrak harus terjamin untuk menjaga kualitas produk obat bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik simplisia dan ekstrak jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var. Rosc), dan jahe merah (Zingiber officinale var. sunti Valeton) yang berasal dari Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, di mana karakteristik simplisia dan ekstrak ditentukan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil berturut-turut untuk jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var. Rosc.), dan jahe merah (Zingiber officinale var. sunti Valeton) yaitu kadar sari larut air (17,56%, 20,14%, 17,84%), kadar sari larut etanol (17,08%, 16,96%, 16,04%), kadar air (8,90%, 8,40%, 8,90%), kadar abu total (4,10%, 4,01%, 4,74%), kadar abu tidak larut asam (1,46%, 1,95%, 0,60%), susut pengeringan (7,57%, 7,76%, 7,89%), rendemen ekstrak (7,75%, 8,79%, 21,51%), dan bobot jenis (0,84%, 0,83%, 0,84%). Kesimpulannya sampel jahe (Zingiber officinale var. Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var. Rosc), dan jahe merah (Zingiber officinale var. sunti Valeton) telah memenuhi mutu simplisia dan ekstrak sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia 2017.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Karakterisasi Tiga Jenis Simplisia Jahe yang Tumbuh di Jawa Barat
Description:
Abstract.
Emprit ginger (Zingiber officinale var.
Amarum), elephant ginger (Zingiber officinale var.
Rosc), and red ginger (Zingiber officinale var.
sunti Valeton) are notable biopharmaceutical plants from Indonesia, recognized in the export market and extensively utilized in the production of natural medicines.
Consequently, it is essential to ensure the quality of raw materials, including simplicia and extracts, to uphold the standards of natural medicinal products.
This study aims to evaluate the characteristics of simplicia and extracts derived from emprit ginger (Zingiber officinale var.
Amarum), elephant ginger (Zingiber officinale var.
Rosc), and red ginger (Zingiber officinale var.
sunti Valeton) sourced from West Java.
This research is an experimental design, focusing on quantitatively determining the characteristics of simplicia and extracts.
The results of the study showed consecutive results for emprit ginger (Zingiber officinale var.
Amarum) that are water-soluble essence content (17.
56%, 20.
14%, 17.
84%), ethanol-soluble essence content (17.
08%, 16.
96%, 16.
04%), water content (8.
90%, 8.
40%, 8.
90%), total ash (4.
10%, 4.
01%, 4.
74%), acid insoluble ash content (1.
46%, 1.
95%, 0.
60%), loss of drying (7.
57%, 7 .
76%, 7.
89%), yield extract (7.
75%, 8.
79%, 21.
51%), and specific gravity (0.
84%, 0.
83%, 0.
84%).
In conclusion, samples of emprit ginger (Zingiber officinale var.
Amarum), elephant ginger (Zingiber officinale var.
Rosc), and red ginger (Zingiber officinale var.
sunti Valeton) have satisfied the quality standards for simplicia and extracts following Farmakope Herbal Indonesia 2017.
Abstrak.
Jahe emprit (Zingiber officinale var.
Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var.
Rosc.
), dan jahe merah (Zingiber officinale var.
sunti Valeton) merupakan tanaman biofarmaka asal Indonesia yang dikenal luas di pasar ekspor dan banyak digunakan dalam pembuatan obat bahan alam.
Oleh karena itu, mutu bahan baku termasuk simplisia dan ekstrak harus terjamin untuk menjaga kualitas produk obat bahan alam.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik simplisia dan ekstrak jahe emprit (Zingiber officinale var.
Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var.
Rosc), dan jahe merah (Zingiber officinale var.
sunti Valeton) yang berasal dari Jawa Barat.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, di mana karakteristik simplisia dan ekstrak ditentukan secara kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan hasil berturut-turut untuk jahe emprit (Zingiber officinale var.
Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var.
Rosc.
), dan jahe merah (Zingiber officinale var.
sunti Valeton) yaitu kadar sari larut air (17,56%, 20,14%, 17,84%), kadar sari larut etanol (17,08%, 16,96%, 16,04%), kadar air (8,90%, 8,40%, 8,90%), kadar abu total (4,10%, 4,01%, 4,74%), kadar abu tidak larut asam (1,46%, 1,95%, 0,60%), susut pengeringan (7,57%, 7,76%, 7,89%), rendemen ekstrak (7,75%, 8,79%, 21,51%), dan bobot jenis (0,84%, 0,83%, 0,84%).
Kesimpulannya sampel jahe (Zingiber officinale var.
Amarum), jahe gajah (Zingiber officinale var.
Rosc), dan jahe merah (Zingiber officinale var.
sunti Valeton) telah memenuhi mutu simplisia dan ekstrak sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia 2017.
Related Results
Karakterisasi Simplisia Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) sebagai Potensi Antibakteri
Karakterisasi Simplisia Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) sebagai Potensi Antibakteri
Abstract. Longan plants have the potential to be developed in Indonesia as a medicinal ingredient because their proven properties have been used in ancient Chinese medicinal techni...
PENYULUHAN PROSES PEMBUATAN MINUMAN JAHE MERAH INSTAN DI MEDAYU UTARA SURABAYA
PENYULUHAN PROSES PEMBUATAN MINUMAN JAHE MERAH INSTAN DI MEDAYU UTARA SURABAYA
Tanaman Jahe merah merupakan tanaman rempah rempah asli Indonesia dimana sangat tumbuh subur dis emua lahan sehingga banyak para petani yang membudidayakan karena harga jualnya yan...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : PEMBUATAN KOPI JAHE CELUP DI DESA TAMAONA KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : PEMBUATAN KOPI JAHE CELUP DI DESA TAMAONA KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA
Minuman kopi merupakan salah satu minuman yang terkenal karena citarasa khas yang ditimbulkan saat penyeduhan. Penambahan jahe pada kopi sangat bermanfaat disebabkan karena jahe d...
Sosialiasi Pembuatan Minuman Jahe Instan di Desa Sukodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo
Sosialiasi Pembuatan Minuman Jahe Instan di Desa Sukodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo
KKN Tematik Covid-19 dengan tema Pemberdayaan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 adalah bentuk pengabdian mahasiswa dengan harapan mampu memberdayakan masyarakat dengan keilmuan y...
Karakterisasi Simplisia Daun Tin (Ficus Carica L.)
Karakterisasi Simplisia Daun Tin (Ficus Carica L.)
Abstract. Tin leaves (Ficus carica L.) one of the creations of Allah SWT have various benefits that can be used by humans such as foodstuffs, medicine, textiles, medicinal material...
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI ARTHRITIS GOUT PADA LANSIA
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI ARTHRITIS GOUT PADA LANSIA
ABSTRAK
Arthritis gout merupakan suatu penyakit peradangan pada persendian yang dapat diakibatkan oleh kelebihan asam urat yang diproduksi dalam tubuh sehingga menumpuk dan d...
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Orang Jawa seringkali digambarkan sebagai manusia yang memiliki tradisi dan sikap hidup yang ikhlas dan selaras. Dalam kesusastraan Indonesia, gambaran masyarakat Jawa seringkali d...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...

