Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA

View through CrossRef
Pala merupakan rempah dengan berbagai macam manfaat yang digunakan oleh masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi. Biji pala mengandung berbagai macam senyawa, salah satunya adalah fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan dapat menurunkan laju reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Biji pala dapat diolah menjadi minyak atsiri dengan destilasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan dan kadar total fenolik dalam minyak atsiri biji pala. Teknik destilasi air dengan menggunakan destilasi Stahl dilakukan untuk mengisolasi minyak atsiri dalam biji pala. Kekuatan aktivitas antioksidan diuji dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan kadar total fenolik ditetapkan dengan menggunakan metode kolorimetri dengan reagen Folin Ciocalteu. Isolasi minyak atsiri biji pala menghasilkan rendemen sebesar 6,49 %. Minyak atsiri biji pala mengandung total fenolik sebesar 55,36 ± 0,38 mg GAE/g dan memiliki nilai IC50 sebesar 116,47 µg/mL sehingga kekuatan aktivitas antioksidan sedang. Nutmeg is a spice with various benefits that is used by the community and has high economic value. Nutmeg seeds contain various compounds, one of which is phenolic which has antioxidant activity. Antioxidants can reduce the rate of oxidation reactions caused by free radicals. Nutmeg seeds can be processed into essential oil by distillation. The purpose of this study was to determine the strength of antioxidant activity and total phenolic content in nutmeg seed essential oil. Water distillation technique using Stahl distillation was carried out to isolate the essential oil in nutmeg. The strength of the antioxidant activity was tested using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, while the total phenolic content was determined using the colorimetric method with Folin Ciocalteu reagent. The isolation of nutmeg essential oil yielded a yield of 6.49%. Nutmeg seed essential oil contains a total phenolic of 55.36 ± 0.38 mg GAE/g and has an IC50 value of 116.47 µg/mL so that the antioxidant activity is moderate.
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
Title: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA
Description:
Pala merupakan rempah dengan berbagai macam manfaat yang digunakan oleh masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi.
Biji pala mengandung berbagai macam senyawa, salah satunya adalah fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan.
Antioksidan dapat menurunkan laju reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas.
Biji pala dapat diolah menjadi minyak atsiri dengan destilasi.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan dan kadar total fenolik dalam minyak atsiri biji pala.
Teknik destilasi air dengan menggunakan destilasi Stahl dilakukan untuk mengisolasi minyak atsiri dalam biji pala.
Kekuatan aktivitas antioksidan diuji dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan kadar total fenolik ditetapkan dengan menggunakan metode kolorimetri dengan reagen Folin Ciocalteu.
Isolasi minyak atsiri biji pala menghasilkan rendemen sebesar 6,49 %.
Minyak atsiri biji pala mengandung total fenolik sebesar 55,36 ± 0,38 mg GAE/g dan memiliki nilai IC50 sebesar 116,47 µg/mL sehingga kekuatan aktivitas antioksidan sedang.
Nutmeg is a spice with various benefits that is used by the community and has high economic value.
Nutmeg seeds contain various compounds, one of which is phenolic which has antioxidant activity.
Antioxidants can reduce the rate of oxidation reactions caused by free radicals.
Nutmeg seeds can be processed into essential oil by distillation.
The purpose of this study was to determine the strength of antioxidant activity and total phenolic content in nutmeg seed essential oil.
Water distillation technique using Stahl distillation was carried out to isolate the essential oil in nutmeg.
The strength of the antioxidant activity was tested using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, while the total phenolic content was determined using the colorimetric method with Folin Ciocalteu reagent.
The isolation of nutmeg essential oil yielded a yield of 6.
49%.
Nutmeg seed essential oil contains a total phenolic of 55.
36 ± 0.
38 mg GAE/g and has an IC50 value of 116.
47 µg/mL so that the antioxidant activity is moderate.

Related Results

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
Radikal bebas adalah senyawa tidak stabil yang merusak sel tubuh, terutama akibat paparan radiasi UV yang menyebabkan hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Antioksida...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN
MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN
Jahe (Zingiber Officinale) merupakan merupakan salah satu komoditas pertanian yang menempati posisi penting dalam perekonomian masyarakat indonesia, sebagai rempah-rempah yang dipe...
"Review: Studi Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas Jamblang (Syzygium cumini L.)"
"Review: Studi Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas Jamblang (Syzygium cumini L.)"
Jamblang (Syzygium cumini L.) memiliki berbagai dampak untuk kesehatan, sala satunya sebagai antioksidan. Antioksidan berfungsi untuk mencegah dan memulihkan kerusakan pada sel-sel...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAY
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAY
Latar Belakang: Bawang bombay (Allium cepa L.) memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung komponen sulfur dalam bentuk thiosulfinates yang diketahui memiliki aktivitas antiba...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
Biji kabau merupakan polong-polongan asli Indonesia yang memiliki kandungan protein tinggi. Namun, biji kabau juga memiliki kandungan anti gizi yang tinggi. Oleh karenanya, proses ...

Back to Top