Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Emulsi Pickering Minyak Atsiri sebagai Antibakteri

View through CrossRef
Abstract. Bacteria are organisms that can enter the digestive tract which can cause several diseases, so it is necessary to be given an antibacterial. Essential is the result of the secondary metabolism of plants containing volatile compounds known to have antibacterial activity that can fight pathogenic bacteria. However, essential oils have a disadvantage, namely that they are volatile so they can affect their activity as an antibacterial. Therefore, the ideal delivery system for essential oils is Pickering emulsion. Pickering emulsion is an emulsion that is stabilized by solid particles that have different characteristics so that they can encapsulate essential oils to overcome their limitations, improve stability, and increase their antibacterial activity. This study aims to determine the characteristics of Pickering emulsions and to determine their ability to inhibit bacterial growth using the Systematic Literature Review (SLR) method, where the data used are sourced from scientific journals published in the last 10 years. The results obtained from the literature review show that the characteristics of the resulting solid particles meet the requirements with small particle size, zeta potential value of >30 mV, and wettability close to 90°. In addition, essential oil Pickering emulsions are generally known to have more effective antibacterial activity and can inhibit bacterial growth compared to pure essential oils. Abstrak. Bakteri merupakan organisme yang dapat masuk ke dalam saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan beberapa penyakit sehingga perlu diberikan suatu antibakteri. Minyak atsiri merupakan minyak hasil metabolisme sekunder tumbuhan mengandung senyawa-senyawa volatil yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang dapat melawan bakteri patogen. Namun minyak atsiri memiliki kekurangan yaitu mudah menguap sehingga sapat mempengaruhi aktivitasnya sebagai antibakteri. Oleh karena itu, sistem penghantaran yang sesuai untuk minyak atsiri yaitu Emulsi pickering. Emulsi pickering merupakan emulsi yang distabilkan oleh partikel padat yang memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat mengenkapsulasi minyak atsiri untuk mengatasi keterbatasannya, meningkatkan stabilitas dan meningkatkan aktivitas antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik emulsi pickering dan untuk mengetahui kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dimana data yang digunakan bersumber dari jurnal-jurnal ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu 10 tahun ke belakang. Hasil yang didapatkan dari penelusuran pustaka menunjukkan bahwa karakteristik partikel padat yang dihasilkan memenuhi persyaratan dengan ukuran partikel yang kecil, nilai potensial zeta >30 mV dan keterbasahan yang mendekati 90˚. Selain itu, emulsi pickering minyak atsiri diketahui secara umum memiliki aktivitas antibakteri yang lebih efektif dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri dibandingkan dengan minyak atsiri murni.
Title: Pengembangan Emulsi Pickering Minyak Atsiri sebagai Antibakteri
Description:
Abstract.
Bacteria are organisms that can enter the digestive tract which can cause several diseases, so it is necessary to be given an antibacterial.
Essential is the result of the secondary metabolism of plants containing volatile compounds known to have antibacterial activity that can fight pathogenic bacteria.
However, essential oils have a disadvantage, namely that they are volatile so they can affect their activity as an antibacterial.
Therefore, the ideal delivery system for essential oils is Pickering emulsion.
Pickering emulsion is an emulsion that is stabilized by solid particles that have different characteristics so that they can encapsulate essential oils to overcome their limitations, improve stability, and increase their antibacterial activity.
This study aims to determine the characteristics of Pickering emulsions and to determine their ability to inhibit bacterial growth using the Systematic Literature Review (SLR) method, where the data used are sourced from scientific journals published in the last 10 years.
The results obtained from the literature review show that the characteristics of the resulting solid particles meet the requirements with small particle size, zeta potential value of >30 mV, and wettability close to 90°.
In addition, essential oil Pickering emulsions are generally known to have more effective antibacterial activity and can inhibit bacterial growth compared to pure essential oils.
Abstrak.
Bakteri merupakan organisme yang dapat masuk ke dalam saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan beberapa penyakit sehingga perlu diberikan suatu antibakteri.
Minyak atsiri merupakan minyak hasil metabolisme sekunder tumbuhan mengandung senyawa-senyawa volatil yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang dapat melawan bakteri patogen.
Namun minyak atsiri memiliki kekurangan yaitu mudah menguap sehingga sapat mempengaruhi aktivitasnya sebagai antibakteri.
Oleh karena itu, sistem penghantaran yang sesuai untuk minyak atsiri yaitu Emulsi pickering.
Emulsi pickering merupakan emulsi yang distabilkan oleh partikel padat yang memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat mengenkapsulasi minyak atsiri untuk mengatasi keterbatasannya, meningkatkan stabilitas dan meningkatkan aktivitas antibakterinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik emulsi pickering dan untuk mengetahui kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dimana data yang digunakan bersumber dari jurnal-jurnal ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu 10 tahun ke belakang.
Hasil yang didapatkan dari penelusuran pustaka menunjukkan bahwa karakteristik partikel padat yang dihasilkan memenuhi persyaratan dengan ukuran partikel yang kecil, nilai potensial zeta >30 mV dan keterbasahan yang mendekati 90˚.
Selain itu, emulsi pickering minyak atsiri diketahui secara umum memiliki aktivitas antibakteri yang lebih efektif dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri dibandingkan dengan minyak atsiri murni.

Related Results

Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap.  Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta a...
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis Cinnamomum burmanii Blumea. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak ats...
ISOLASI DAN ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KEMBANG LESON
ISOLASI DAN ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KEMBANG LESON
Kembang leson sering dimanfaatkan sebagai aromaterapi pada saat pemulihan bagi pasien karena dipercaya dapat menghilangkan rasa lesu. Komposisi kembang leson sangat beragam, terdir...
MINYAK ATSIRI UNTUK PENGENDALIAN MIKROORGANISME PADA SITUS CANDI SUROWONO
MINYAK ATSIRI UNTUK PENGENDALIAN MIKROORGANISME PADA SITUS CANDI SUROWONO
Situs Candi Surowono yang lokasinya berada di alam terbuka sangat rentan terhadap kerusakan dan pelapukan. Salah satu penyebab kerusakan dan pelapukan batu andesit penyusun Candi S...
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Minyak Atsiri Daun Gamal (Gliricidia sepium [Jacq] Walp)
Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Minyak Atsiri Daun Gamal (Gliricidia sepium [Jacq] Walp)
Minyak atsiri merupakan salah satu kelompok senyawa metabolit sekunder yang memiliki aroma khas dan mudah menguap. Daun gamal menghasilkan minyak atsiri yang dapat digunakan sebaga...
Pembuatan Balsem Aromaterapi dari Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogonnardus L. Rendle)
Pembuatan Balsem Aromaterapi dari Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogonnardus L. Rendle)
Minyak atsiri merupakan minyak mudah menguap atau minyak terbang yang umumnya berwujud cairan diperoleh dari bagian tanaman akar, kulit, batang, dan daun dengan cara destilasi uap ...
ANTIMICROBIAL ACTIVITY OF THE ESSENTIAL OIL OF ZANTHOXYLUM AVICENNAE
ANTIMICROBIAL ACTIVITY OF THE ESSENTIAL OIL OF ZANTHOXYLUM AVICENNAE
Minyak atsiri Zanthoxylum avicennae (Lam.) DC diektrak dari organ daun dan buah tanaman koleksi Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Spesies ini dikoleksi dari Nusa Tenggara Barat pada 15 ...
Isolasi Minyak Atsiri(Aetheric oil) Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Isolasi Minyak Atsiri(Aetheric oil) Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Kulit jeruk mengandung minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (citrus oil) banyak dimanfaatkan oleh industri kimia parfum, menambah aroma jeruk pada minuman dan mak...

Back to Top